TintaSiyasi.id -- Kondisi Keterpurukan Umat dan Bisunya Dunia Islam
Hingga pertengahan April 2026, kondisi di Jalur Gaza masih berada dalam krisis kemanusiaan yang sangat berat. Meskipun gencatan senjata secara resmi diumumkan sejak Oktober 2025, namun serangan rutin masih terjadi.
Kekejian Israel tidak sampai di situ, Parlemen Israel (Knesset) mengesahkan undang-undang yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan Palestina, sebuah langkah yang dinilai melanggar norma internasional.
Kezaliman yang dilakukan musuh-musuh Allah terhadap kaum Muslim telah mencapai titik yang melampaui batas kemanusiaan, di mana penindasan, perampasan hak, dan penumpahan darah seolah menjadi agenda harian yang tak kunjung usai. Setiap jengkal tanah yang dirampas dan setiap nyawa yang melayang adalah bukti nyata dari kebencian yang terorganisir, yang tidak akan pernah berhenti hingga umat ini benar-benar kehilangan martabatnya di bawah kaki-kaki penindas.
Di tengah deru ketidakadilan yang terus menghantam, umat Islam tampak seperti raksasa yang kehilangan suaranya, terpaku dalam diam yang menyakitkan. Alih-alih bersatu padu menjadi benteng pelindung bagi saudara-saudara yang tertindas, banyak negara dan pemimpin seakan terbelenggu oleh kepentingan pragmatis, ketakutan politik, dan ketergantungan ekonomi. Solidaritas yang seharusnya menjadi ruh perjuangan kini sering kali hanya sebatas retorika di atas mimbar, sementara di dunia nyata, kekejian musuh terus berlangsung tanpa ada penghalang yang berarti dari kekuatan besar dunia Muslim.
Kebisuan ini mencerminkan kondisi batin yang sedang terjangkit penyakit wahn, di mana gemerlap dunia dan kenyamanan semu lebih diprioritaskan daripada pembelaan terhadap martabat agama.
Di sisi lain, perpecahan internal yang kronis menjadi celah besar yang dimanfaatkan oleh musuh untuk melemahkan kekuatan umat dari dalam. Konflik mazhab, ego sektarian, dan persaingan politik antarnegara Muslim membuat energi umat habis untuk bertikai sesama sendiri alih-alih bersatu melawan penindasan eksternal. Tanpa adanya kepemimpinan tunggal yang berwibawa dan visi yang solid, suara umat Islam menjadi tercerai-berai, sehingga kekejian yang terjadi di depan mata hanya ditanggapi dengan kecaman lisan tanpa tindakan nyata yang mampu menghentikan kezaliman tersebut.
Rahasia Kebangkitan Umat
Kunci kebangkitan umat Adalah kebangkitan taraf berpikir , dari berpikir hewani yang hanya berpikir untuk hidup meningkat menjadi berpikir untuk hidup meningkat menjadi berpikir manusiawi yang didasarkan pada ideologi tentu demi memperjuangkan kemuliaan manusia.
Berpikir ideologi inilah yang mampu menghantarkan umat Islam dulu bangkit bahkan menguasai dunia meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Kesadaran Ideologis Islam akan mengembalikan kaum muslim kepangkuan Islam, dalam kerangka aktivitas politik, yakni mengurusi urusan umat dengan hukum Islam dalam berbagai persoalan dalam negeri dan luar negeri.
Kesadaran ini lahir dari keyakinan penuh pada Islam pada sebagai satu-satunya agama dan ideologi yang benar dan lengkap, yang mengjauhkan manusia dari kenestapaan dunia dan akhirat. Kesadaran yang akan mendorong Islam melalui langkah-langkah dakwah mengubah pemikiran Masyarakat dengan pemikiran Islam.
Dakwah yang mesti ditempuh untuk mewujudkan Islam sebagai sebuah sistem kehidupan akan melalui beberapa tahapan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, di antaranya adalah :
Pertama : Membina individu dengan ruh pemikiran Islam sebagai sebuah Ideologi disertai dengan gambaran penerapan ideologi Islam dalam kehidupan. Pemehaman ini akan mendorong Upaya untuk memperjuangkannya.
Kedua : Melakukan interaksi di tengah-tengah masyarakat untuk membina kesadaran masyarakat dengan ideologi Islam melalui pertarungan pemikiran dan perjuangan politik. Dengan aktivitas ini akan terbentuk opini Islam yang berkembang luas dan kesadaran Masyarakat terhadap Islam.
Ketiga : Penerapan seluruh aturan Islam melalui tegaknya khilafah Islamiyah yang didukung penuh oleh seluruh kekuatan umat. Dukungan ini terbentuk dari kesadaran yang terwujudnya manakala aturan tersebut lahir dari ideologi yang diyakini. Inilah agenda umat yang harus segera dilaksanakan saat ini juga. Wallahu a'lam bishshawab.[]
Putri Rahmi DE, SST
(Aktivis Muslimah)