Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Inilah Tragedi Besar Umat Islam Hari Ini

Minggu, 26 April 2026 | 22:33 WIB Last Updated 2026-04-26T15:33:47Z

TintaSiyasi.id -- Media RayahTV menjelaskan, tragedi besar umat Islam hari ini bukan karena lemah tetapi karena tidak bersatu.

"Inilah tragedi besar umat hari ini bukan karena lemah, tetapi karena tidak bersatu," ungkapnya di akun Instagram RayahTV, Sabtu (25/4/2025).

Karena itu, seru RayahTV, saatnya umat bangkit. Saatnya menyadari bahwa kemuliaan tidak akan lahir dari ketergantungan kepada penjajah, umat harus bersatu membangun kekuatan mandiri dan menentukan arah perjuangannya sendiri.

Lebih lanjut, media itu menerangkan, umat Islam sesungguhnya memiliki potensi yang luar biasa. Kekuatan militer besar, cadangan energi dunia, letak geografis yang sangat strategis. Jika semua ini disatukan, umat Islam bisa menjadi kekuatan global yang menentukan arah dunia. Sayangnya potensi besar ini tercerai berai terikat oleh nasionalisme sempit dikendalikan oleh kepentingan asing

"Sejarah juga telah membuktikan ketika umat bersatu dibawah satu kepemimpinan mereka menjadi kuat dan terlindungi, sebaliknya ketika terpecah mereka menjadi sasaran kezaliman, maka siklus ini harus diputus, umat tidak boleh terus bergantung pada penguasa yang tunduk pada kepentingan asing," terangnya. 

Perubahan sejati hanya akan lahir dari kesadaran umat itu sendiri saatnya umat bersatu, saatnya membangun kekuatan global, saatnya kembali menjadi penentu arah sejarah dunia.

Perang Iran VS AS

Ia memaparkan perang antara Amerika Serikat dan Israel versus Iran mengungkap fakta yang mencengangkan, kekuatan militer yang selama ini dianggap tidak tertandingi ternyata mulai goyah.

"Amerika kelelahan, sekutunya mulai menjaga jarak bahkan upaya damai yang digelar berujung gagal, sementara itu serangan terus meluas hingga Lebanon dan Gaza, menambah daftar panjang penderitaan kaum muslim," jelasnya. 

Ia menyayangkan, disaat genting seperti ini yang muncul justru inisiatif damai dari para penguasa negeri Muslim, bukan untuk menghentikan kezaliman tetapi justru menyelamatkan musuh dari tekanan.

"Sejarahpun seakan berulang ketika Amerika terdesak ada saja tangan-tangan dari dunia Islam yang membantu mereka keluar dengan terhormat, lalu dimana keberpihakan kepada umat?" Tanyanya. 

Di Palestina darah terus mengalir, Alaqsha terus ternodai namun kekuatan besar yang dimiliki negeri-negeri muslim justru tidak digerakkan yang muncul hanya diplomasi tanpa aksi yang nyata.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update