Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dari Judol ke Pembunuhan: Buah Pahit Sistem Sekuler Kapitalis

Jumat, 24 April 2026 | 06:31 WIB Last Updated 2026-04-23T23:31:43Z

TintaSiyasi.id -- Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, digegerkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan sadis yang dilakukan dengan kejam oleh seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri. Pelaku merupakan anak kandung dari korban yang berinisial AF yang berusia 23 tahun. Pelaku memutilasi dan membakar jasad korban sebelum menguburkannya di kebun yang berlokasi di area dekat rumah korban.

Kasus ini diketahui setelah korban tidak terlihat selama seminggu terakhir hingga membuat pihak keluarga curiga dan panik. Kemudian warga mencium bau tidak sedap di area perkebunan rumah korban dan akhirnya menemukan jasad korban dengan bantuan pihak yang berwajib. 

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya karena emosi. Sebab korban tidak mau memberikan uang saat pelaku memintanya untuk bermain judi online slot. Sehingga kejadian berujung pada pembunuhan seorang anak terhadap ibu kandung. 

Potret Buram Sistem Kapitalis 

Sistem sekularisme yang diadopsi dari Barat melahirkan gaya hidup yang hanya pada kepuasaan materi dan menjadikan manfaat sebagai asas untuk meraih kepentingan pribadi. Sistem ini mendorong seseorang melakukan apapun untuk mendapatkan kepuasan pribadi. 

Sistem ini tidak hanya mendorong seseorang untuk mengejar kepuasan semata, tetapi juga menimbulkan kesulitan ekonomi di tengah masyarakat. Akibatnya, muncul kesenjangan sosial yang semakin lebar.

Dalam sistem ini, kebutuhan dasar menjadi sulit dijangkau oleh rakyat. Kondisi tersebut mendorong sebagian orang untuk mencari jalan pintas demi memenuhi keinginan dan kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah terjerumus dalam praktik kemaksiatan seperti judi online (judol), bahkan hingga melakukan tindakan kriminal.

Kasus pembunuhan terhadap ibu yang terjadi bukanlah yang pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi. Fenomena ini tidak lepas dari tekanan ekonomi yang semakin berat dalam sistem kapitalis, sehingga sebagian orang kehilangan arah dan mengambil keputusan yang salah.

Sistem kapitalis dinilai belum mampu memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku kriminal. Akibatnya, tindak kejahatan semakin menjamur di tengah masyarakat.

Solusi Hakiki Hanya Islam 

Islam menjadikan akidah sebagai asas dalam kehidupan kaum muslim. Dalam setiap perilaku, halal dan haram menjadi tolok ukur utama, bukan sekadar asas manfaat.

Dalam sistem Islam, keimanan berperan sebagai benteng utama bagi individu dalam bertindak. Dengan keimanan yang kuat, seseorang akan lebih mampu mengendalikan diri dan menjauhi perbuatan maksiat.

Di sisi lain, sistem ekonomi Islam memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyat. Hal ini dilakukan melalui pengelolaan sumber daya alam yang merupakan milik umum dan dikelola oleh negara. Hasil pengelolaan tersebut masuk ke dalam kas negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sistem khilafah hadir sebagai pelindung bagi rakyat. Negara akan memberantas praktik judi online yang diharamkan secara menyeluruh, sehingga tidak ada celah bagi masyarakat untuk melakukan kemaksiatan.

Selain itu, negara khilafah juga menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi siapa pun yang melanggar hukum syarak. Sanksi tersebut tidak hanya bertujuan untuk mencegah kemaksiatan, tetapi juga sebagai penebus dosa bagi pelakunya.[]


Oleh: Apriani
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update