Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kembali kepada Al-Qur’an: Jalan Kebangkitan Umat yang Terlupakan

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:12 WIB Last Updated 2026-03-18T09:13:12Z

TintaSiyasi.id -- Dakwah Ideologis–Sufistik untuk Mencerahkan Jiwa dan Menyatukan Umat

Di tengah hiruk-pikuk zaman yang penuh kegelisahan, umat ini seperti berjalan tanpa arah. Kemajuan materi tidak sebanding dengan kedalaman ruhani. Persatuan menjadi retak, ukhuwah menjadi rapuh, dan nilai-nilai kebenaran seringkali dikalahkan oleh kepentingan sesaat.

Padahal, Allah telah menurunkan satu cahaya yang tak pernah padam: Al-Qur’an. Sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-An'am ayat 155, bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang penuh berkah, yang harus diikuti agar manusia memperoleh rahmat.
وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ  
“ Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” ( QS. Al-An’am : 155)

Lalu mengapa umat ini masih terpuruk?

Krisis Umat: Kehilangan Arah, Bukan Kehilangan Potensi

Hakikatnya, umat Islam tidak kekurangan sumber daya, tidak kekurangan sejarah gemilang, dan tidak kekurangan ajaran. Yang hilang adalah keterikatan ruhani dengan Al-Qur’an.

Al-Qur’an tidak lagi menjadi:
• Pedoman berpikir
• Dasar kebijakan
• Sumber akhlak

Ia hanya menjadi bacaan seremonial, dilantunkan tanpa penghayatan, dihafal tanpa pengamalan.
Inilah awal dari kemunduran.
Karena umat yang meninggalkan Al-Qur’an, sejatinya sedang meninggalkan dirinya sendiri.

Dakwah Ideologis: Menjadikan Al-Qur’an sebagai Sistem Hidup
Dakwah tidak cukup hanya menyentuh emosi. Ia harus membangun kesadaran ideologis bahwa:

1. Al-Qur’an adalah manhajul hayat (sistem hidup)
2. Al-Qur’an adalah konstitusi Ilahi
3. Al-Qur’an adalah sumber peradaban

Kita tidak bisa berharap kebangkitan umat jika:
• Hukum diambil dari hawa nafsu
• Nilai diambil dari budaya tanpa filter
• Standar kebenaran ditentukan oleh manusia semata

Kebangkitan hanya akan terjadi ketika Al-Qur’an kembali menjadi:
• Rujukan utama dalam pendidikan
• Landasan dalam ekonomi
• Pedoman dalam kepemimpinan

Dimensi Sufistik: Menghidupkan Hati dengan Cahaya Wahyu

Namun, kebangkitan tidak cukup hanya dengan struktur luar. Ia harus dimulai dari kedalaman hati.
Di sinilah dimensi sufistik berperan.

Al-Qur’an bukan sekadar teks, tetapi:
• Cahaya bagi hati yang gelap
• Penawar bagi jiwa yang sakit
• Pelipur bagi hati yang gelisah

Hati yang jauh dari Al-Qur’an akan:
• Mudah gelisah
• Cepat putus asa
• Rentan terhadap godaan dunia

Sebaliknya, hati yang dekat dengan Al-Qur’an akan:
• Tenang dalam ujian
• Kuat dalam perjuangan
• Ikhlas dalam pengabdian

Persatuan Umat: Kembali kepada Satu Sumber

Perpecahan umat bukan karena perbedaan, tetapi karena:
• Ego yang diutamakan
• Kepentingan yang dipertahankan
• Wahyu yang diabaikan

Padahal Allah telah memberikan satu tali pemersatu: Al-Qur’an.
Jika umat kembali kepada Al-Qur’an:
• Perbedaan menjadi rahmat
• Perselisihan menjadi hikmah
• Ukhuwah menjadi kuat kembali
Karena semua akan tunduk kepada satu kebenaran yang sama.

Revolusi Batin: Awal dari Kebangkitan Besar

Wahai jiwa-jiwa yang merindukan perubahan…
Ketahuilah, kebangkitan umat tidak dimulai dari luar,
tetapi dari dalam.

Mulailah dari:
• Membaca Al-Qur’an dengan hati
• Merenungi maknanya dengan kesadaran
• Mengamalkannya dengan keikhlasan

Jadikan Al-Qur’an:
• Sebagai sahabat dalam kesendirian
• Sebagai penuntun dalam kebingungan
• Sebagai cahaya dalam kegelapan

Penutup: Seruan Kebangkitan

Umat ini tidak akan bangkit dengan retorika,
tidak akan mulia dengan simbol semata,
dan tidak akan bersatu dengan slogan kosong.
Umat ini akan bangkit ketika kembali kepada Al-Qur’an.

Bukan sekadar dibaca…
tetapi dihidupkan.
Bukan sekadar dihafal…
tetapi diamalkan.

Bukan sekadar dijadikan hiasan…
tetapi dijadikan jalan kehidupan.
Karena Al-Qur’an bukan hanya kitab suci,
tetapi peta menuju kemuliaan dunia dan akhirat.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update