Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aktivis Muslimah: Hari Ini Butuh Qiyadah Mubdiah

Minggu, 15 Maret 2026 | 06:32 WIB Last Updated 2026-03-14T23:32:39Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah menyatakan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan pada hari ini adalah qiyadah mubdiah. “Kepemimpinan yang dibutuhkan pada hari ini adalah qiyadah mubdiah,” tuturnya, Selasa (15/03/2026).

 

Ustazah Iffah menjelaskan, qiyadah mubdiah adalah kepemimpinan berdasarkan Al-Qur’an dan as-sunah untuk menata kehidupan.

 

“Sebuah kepemimpinan dalam istilah yang kita kenal dari para ulama adalah sebuah qiyadah mubdiah, taitu sebuah kepemimpinan yang pada konteks abad ke-21 ini, kepemimpinan berdasarkan Al-Qur’an maupun as-sunah yang difahami atau digali darinya pemahaman-pemahaman untuk melahirkan prinsip-prinsip tata kelola kehidupan yang didasarkan kepada syariat,” ujarnya. 

 

Pernyataannya di YouTube @MutiaraIslamKafah berjudul Sosok Pemimpin yang Dirindukan Umat menegaskan hanya seorang Muslim sajalah yang mampu dan mau mengambil kepemimpinan yang berdasarkan syariat secara utuh dan sadar betul kepemimpinannya harus diwujudkan di dalam tatanan sistem Islam kaffah.

 

Dalam konteks situasi global, lanjutnya, dunia sedang menuju kepada tata global yang merusak dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan. “Hal ini perlu disadari oleh umat Islam,” lugasnya.

 

“Kita juga perlu menyadari bahwa umat hari ini berhadapan dengan situasi global, di mana dunia sudah tidak lagi kita katakan tidak baik-baik saja dan sedang menuju kepada tata global yang menghancurkan,” keluhnya.

 

Ia mengungkapkan, tata global yang rusak ini tidak mungkin bisa diatasi dengan perbaikan-perbaikan pada beberapa regulasi, namun yang diperlukan adalah sebuah kepemimpinan yang inovatif yang belum ada sebelumnya pada tatanan dunia yang sekuler.

 

Tambahnya, kepemimpinan mubdiah itulah yang bisa menata berbagai aspek kehidupan dengan solusi syar’i melalui ijtihad para ulama dan mujtahid.

 

“Ijtihad yang syar’i yang dilahirkan oleh para ulama, para mujtahid mutlak pada hari inilah yang dibutuhkan untuk menata kehidupan ekonomi, kehidupan politik, kehidupan pergaulan, sosial dan seterusnya”, ujarnya.

 

Lanjutnya lagi, Rasul saw. menerapkan kepemimpinan mubdiah ketika berhadapan dengan kondisi masyarakat yang rusak dengan penerapan sistem kufur seperti yang terjadi pada hari ini.

 

Qiyadah mubdiah inilah yang dulu dicontohkan oleh Rasul saw. di saat semua mata dunia sedang menyorot kepemimpinan Persia, Romawi, dan orang-orang Arab Quraisy yang musyrik", katanya.

 

"Waktu itu pemuka Bani Amir bin Sha’shaah mengatakan kepemimpinan Muhammad itulah yang nanti akan menaklukkan Romawi maupun Persia,” bebernya.

 

Dengan nada optimis, ia menyatakan kemenangan akan diberikan Allah Ta’ala kepada kaum Muslim. “Kepemimpinan kapitalisme global akan digantikan dengan kepemimpinan Islam, dan bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk bersama-sama merealisasikannya,” serunya.

 

“Bulan Ramadan ini adalah momentum bagi kita untuk men-tasdiq atau meyakinkan diri kita bahwa konsepsi Islam tentang kepemimpinan tadi benar-benar bisa terwujud dan terwujudnya juga dengan menggunakan ikhtiar sebagai dicontohnya oleh Rasul saw.," tambahnya.

 

"Mari meneladan Rasul menuju kepemimpinan mubdiah sebagaimana yang dulu beliau wujudkan dengan tegaknya Daulah Islam di Madinah,” pungkasnya.[] Rahmah

Opini

×
Berita Terbaru Update