Tintasiyasi.id.com -- Disinyalir setelah dua bulan pasca bencana dahsyat di Sumatera, keadaan masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi masih berangsur pulih, karena berbagai pihak turun tangan dalam membantu pemulihan termasuk pemerintah.
Padahal faktanya pemulihan berlangsung lambat dikarenakan sisa banjir bandang berupa kayu gelondongan dan lumpur memenuhi pemukiman warga.
Daerah yang terdampak adalah tiga provinsi, yaitu Sumbar, Sumut, dan Aceh dengan total korban yang meninggal dunia sebanyak 1200 orang dan yang mengungsi lebih dari 113,9 ribu.
Dari tiga provinsi ini yang paling terdampak adalah Aceh khususnya wilayah Tamiang. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat bukan saja kehilangan tempat tinggal dan keluarga tercinta, akan tetapi anak-anak mereka juga kehilangan tempat untuk belajar.
Sekolah, pesantren, dan tempat belajar lainnya juga sangat terdampak akibat bencana ini. Lebih dari 3188 satuan pendidikan yang terdampak bencana baik itu berupa sekolah, pesantren, kampus dan satuan pendidikan lainnya terdampak parah sehingga tidak bisa lagi digunakan sebagai tempat belajar. Hal ini akan berdampak buruk untuk masa depan generasi jika pendidikan mereka terabaikan akibat lambatnya proses pemulihan pasca bencana.
Pemerintah punya semua semua perangkat ,alat dan dana yang bisa dikerahkan dengan semaksimal mungkin agar keadaan bisa kembali membaik dan anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Karena sejatinya pendidikan yang layak dan berkualitas adalah hak setiap warga negara.
Kondisi Sumatra Saat Ini
Nyatanya pemulihan belum dilakukan secara maksimal, anak-anak masih belajar ditempat yang tidak layak, sebagian dari mereka bahkan belum sekolah sampai sekarang karena gedung sekolah mereka hilang dan tempat belajar sementara belum ada disediakan.
Jangankan untuk sekolah bahkan tempat tidur mereka saja belum tersedia dengan layak. Sehingga perbaikan sarana dan prasarana sekolah harus diprioritaskan agar anak-anak tidak kehilangan tempat belajar dalam waktu yang lama.
Tidak hanya tempat belajar, anak-anak yang terdampak bencana juga butuh pemulihan secara mental.
Hal ini perlu untuk diprioritaskan karena para korban yang terdampak sangat trauma atas kejadian pilu yang menimpa kehidupan mereka. Oleh karena itu pemulihan secara mental dan spiritual juga dibutuhkan oleh anak-anak.
Sekolah merupakan salah satu tempat pemulihan mental bagi anak-anak. Sekolah ataupun pesantren serta guru-guru bisa menjadi alternatif penyembuhan trauma anak-anak, karena mereka kembali belajar dengan ceria, bertemu dengan teman-teman dan guru mereka.
Pentingnya Peran Pemerintah Secara Maksimal
Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat apalagi yang terdampak bencana. Tidak hanya hadir mengunjungi dalam bentuk fisik, tapi langkah nyata dalam bentuk upaya pemulihan geografis, ekonomi dan pendidikan.
Kondisi kampung mereka yang dipenuhi kayu gelondongan tidak akan mampu diangkat satu persatu oleh masyarakat, butuh alat berat dan kerja Intensif agar bisa dibersihkan seperti sediakala.
Sampai sekarang kayu gelondongan tersebut belum dibersihkan secara maksimal.
Masyarakat terpaksa pasrah menerima keadaan bahwa mereka kurang mendapatkan perhatian.
Mereka menjalankan kehidupan dengan berat dan hati lapang berharap datangnya bantuan agar bisa menopang kehidupan mereka. Bukan tidak bisa mandiri tetapi ekonomi disana mati.
Pemulihan ekonomi juga menjadi prioritas yang perlu untuk diperhatikan, masyarakat akan bisa melanjutkan kehidupan mereka jika mereka pulih secara ekonomi, minimal mereka bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Para kepala keluarga harus difasilitasi untuk bisa bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Pemulihan dalam sektor pendidikan berupa perbaikan infrastruktur sekolah dan semua aspek yang menunjang pembelajaran. Ini adalah pekerjaan yang berat dan tanggung jawab yang besar, masyarakat saja tidak akan mampu pulih dengan sendirinya.
Bagaimana dengan masa depan generasi jika pendidikan mereka terhenti akibat bencana, justru ini akan menyebabkan bencana yang jauh lebih besar lagi.
Solusi Islam
Pada dasarnya pemerintah adalah pelayan bagi rakyatnya, dan itu sudah diazzamkan oleh mereka ketika menerima amanah sebagai pemimpin masyarakat, akankah janji itu terlupakan ketika kursi sudah didapatkan?
Dalam Islam seorang Khalifah akan bertanggung jawab penuh memastikan setiap warga negara bisa hidup dengan layak, pendidikan berkualitas dan bisa diakses oleh setiap warga negara, berikut dengan fasilitas yang sangat memadai. Semua ini terasa ilusi untuk bisa direalisasikan dalam demokrasi saat ini.[]
Oleh: Putri Permata Sari S.Pd Gr
(Aktivis Muslimah)