Tafsir QS. Al-Ahzab: 72 dalam Cermin Mukāsyafatul Qulūb Imam Al-Ghazali
Pendahuluan: Modernitas dan Ilusi Kemajuan
TintaSiyasi.id -- Peradaban modern membanggakan:
• teknologi canggih
• sistem hukum rapi
• institusi megah
• gelar akademik berlapis
Namun satu hal hilang dari fondasinya: amanah. Inilah paradoks zaman kita:
semakin maju sistem, semakin runtuh kepercayaan.Kontrak diteken, tapi dikhianati.Janji diumbar, lalu dilupakan.Jabatan diperebutkan, amanah diabaikan.
Modernitas bukan krisis kecerdasan, melainkan krisis amanah.
QS. Al-Ahzab: 72 — Ayat Pembongkar Watak Peradaban
إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”
Allah ﷻ menyebut manusia zhalūman jahūlā. Ayat ini tidak hanya berbicara tentang individu, tetapi tentang peradaban manusia ketika amanah dipisahkan dari rasa takut kepada Allah.
Peradaban modern mengulang kesalahan purba:
• menerima amanah kekuasaan
• menerima amanah ilmu
• menerima amanah teknologi
tetapi menolak konsekuensi moralnya. Inilah makna jahil dalam skala peradaban.
1. Amanah Kekuasaan: Dari Khilafah ke Korporasi
Dalam Islam, kekuasaan adalah amanah ilahiyah, bukan hak eksklusif.
Namun peradaban modern memaknainya sebagai:
• alat dominasi
• mesin keuntungan
• sarana mempertahankan oligarki
Imam Al-Ghazali dalam Mukāsyafatul Qulūb memperingatkan:
“Jabatan yang tidak disertai rasa takut kepada Allah adalah bencana bagi pemiliknya dan rakyatnya.”
Hari ini, jabatan diperebutkan bukan untuk melayani,tetapi untuk mengamankan kepentingan.
Maka lahirlah:
• hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas
• kebijakan tanpa empati
• negara yang kuat, tapi tidak adil
Ini bukan kegagalan sistem semata, tetapi pengkhianatan amanah struktural.
2. Amanah Ilmu: Ketika Pengetahuan Kehilangan Nur
Peradaban modern memproduksi ilmu dalam jumlah masif,
namun tanpa adab.
Ilmu dipisahkan dari:
• tanggung jawab moral
• tujuan pengabdian
• kesadaran akhirat
Imam Al-Ghazali menyebut:
“Ilmu tanpa amal adalah hujjah yang memberatkan pemiliknya.”
Universitas melahirkan sarjana,tetapi gagal melahirkan manusia amanah.
Ilmu digunakan untuk:
• eksploitasi alam
• manipulasi informasi
• rekayasa kesadaran massa
Inilah amanah ilmu yang dikhianati secara kolektif.
3. Amanah Teknologi: Ketika Alat Menguasai Tuan
Teknologi sejatinya amanah untuk memudahkan kehidupan.
Namun modernitas menjadikannya berhala baru.
Media sosial:
• merusak kejujuran
• membunuh keheningan batin
• menormalisasi kebohongan
Data dikumpulkan, privasi dilanggar,
manusia direduksi menjadi angka dan algoritma.
Dalam kacamata sufistik:
Teknologi tanpa amanah menjauhkan manusia dari muraqabah.
Takut pada sistem,
takut pada kamera,
takut pada opini publik—
tetapi tidak takut kepada Allah.
4. Amanah Lingkungan: Ekosida sebagai Dosa Peradaban
Langit, bumi, dan gunung menolak amanah—bukan untuk dihancurkan, tetapi dijaga.
Namun peradaban modern:
• mengeruk bumi tanpa belas kasih
• meracuni air
• menebang hutan tanpa tanggung jawab
Inilah pengkhianatan amanah kosmik.
Al-Ghazali menegaskan:
Kerusakan lahir bersumber dari kerusakan batin.
Krisis iklim bukan sekadar masalah teknis,melainkan krisis ruhani yang sistemik.
5. Amanah Diri: Manusia yang Terasing dari Hatinya
Puncak tragedi modern adalah manusia yang mengkhianati dirinya sendiri.
Ia:
• bekerja tanpa makna
• beribadah tanpa hadir hati
• hidup tanpa arah akhirat
Hati kehilangan fungsi sebagai penjaga amanah.
Dalam Mukāsyafatul Qulūb, Al-Ghazali mengingatkan:
“Hati yang lalai akan menjadikan amanah terasa ringan dan dosa terasa kecil.”
Inilah manusia zhalūman jahūlā versi modern: cerdas, cepat, produktif—
namun buta arah.
Penutup: Amanah sebagai Jalan Revolusi Ruhani
Peradaban tidak akan diselamatkan oleh:
• teknologi baru
• regulasi tambahan
• slogan moral
tetapi oleh kembalinya amanah kepada pusatnya: rasa takut kepada Allah.
Revolusi sejati bukan di jalanan, melainkan di hati yang sadar bahwa setiap amanah akan dihisab.
Jika amanah hidup:
• kekuasaan menjadi ibadah
• ilmu menjadi cahaya
• teknologi menjadi alat khidmah
• bumi menjadi sahabat
Jika amanah mati:
• peradaban hanya menunggu waktu runtuhnya.
Amanah adalah harga menjadi manusia.
Ketika amanah dikhianati, manusia turun derajatnya—lebih rendah dari gunung yang menolak,lebih hina dari bumi yang gentar.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)