"Menurut saya justru BoP
tidak realistis, karena pertama BoP bukan forum multilateral, dia bukan forum
kolektif dari negara-negara seperti ada di PBB dan lainnya. Ini forum
unilateral berbungkus multilateral, ini forum Donald Trump bahkan ini bukan forum
Amerika," ujarnya di kanal YouTube UIY Official; Kebiadaban Israel di
Tengah Ramadan, BoP Diam, Ahad (22/02/2025).
Ia kembali menegaskan bahwasanya
di dalam BoP, kata chairman sering kali digunakan untuk memberikan
kekuasaan dominan terhadap Donald Trump. “Terlebih tidak menggunakan United
States, tetapi menggunakan chairman atau ketua umum,” bebernya.
"Ketua CEO-nya dan itu
Donald Trump, bisa mengeluarkan siapa pun di dalam keanggotaan BoP, menentukan
siapa yang melanjutkan ketua BoP dan juga ada hak veto. Hak veto tidak dimiliki
oleh negara-negara lain itu, hanya Amerika saja," ungkapnya.
Adapun, ia menjelaskan, mulanya Kanada
sudah bersiap masuk BoP, namun Perdana Menteri Kanada Mark Carney berpidato di World
Economic Forum di Davos, Swiss, pada Selasa (20/01/2026) dan mengkritik BoP
dengan menyatakan kekuasaan Donald Trump begitu luas di BoP sehingga tidak equal
apabila berbicara forum multilateralisme.
"Di dalam hukum
internasioanal itu tidak equal, akhirnya apa yang terjadi? Undangan yang
sudah diberikan Kanada itu dicabut kembali sama Trump. Bayangkan, Kanada sekutu
Amerika, dia negara bertetangga itu pun Donald Trump tidak setuju," jelas
Pizaro menekankan.
Selain itu, ia menjelaskan,
Jerman yang merupakan sekutu Israel dan bahkan ikut terlibat membantu pendanaan
militer Israel, namun memilih tidak bergabung dengan BoP. “Menurut pihak
Jerman, BoP bertentangan dengan konstitusi negara,” ungkapnya.
"Itu katanya (masuk BoP)
bertentangan dengan konstitusinya negaranya mereka, karena apa? Konstitusi
Jerman itu menuntut kalau dia masuk posisi, dia itu harus setara dengan yang
lain. Dia tidak bisa kemudian under subordinasi dari kekuatan yang lain,
itu bertentangan," jelasnya.
"Itali juga sama dia tidak
mau masuk karena dia menilai dalam posisi BoP itu punya peran untuk
menggantikan peran PBB dan memberikan kekuasaan yang sangat dominan kepada
Donald Trump," tandasnya.[] Taufan
