Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengamat Geopolitik: BoP Bukan Forum AS tetapi Forum Trump

Kamis, 26 Februari 2026 | 06:12 WIB Last Updated 2026-02-25T23:16:10Z

TintaSiyasi.id -- Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Idrus menilai Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bukanlah forum kolektif dari negara-negara seperti di PBB, melainkan forum unilateral berbungkus multilateral dan Bop ini bukanlah forum Amerika Serikat (AS) namun forum Presiden AS Donald Trump.

 

"Menurut saya justru BoP tidak realistis, karena pertama BoP bukan forum multilateral, dia bukan forum kolektif dari negara-negara seperti ada di PBB dan lainnya. Ini forum unilateral berbungkus multilateral, ini forum Donald Trump bahkan ini bukan forum Amerika," ujarnya di kanal YouTube UIY Official; Kebiadaban Israel di Tengah Ramadan, BoP Diam, Ahad (22/02/2025).

 

Ia kembali menegaskan bahwasanya di dalam BoP, kata chairman sering kali digunakan untuk memberikan kekuasaan dominan terhadap Donald Trump. “Terlebih tidak menggunakan United States, tetapi menggunakan chairman atau ketua umum,” bebernya.

 

"Ketua CEO-nya dan itu Donald Trump, bisa mengeluarkan siapa pun di dalam keanggotaan BoP, menentukan siapa yang melanjutkan ketua BoP dan juga ada hak veto. Hak veto tidak dimiliki oleh negara-negara lain itu, hanya Amerika saja," ungkapnya.

 

Adapun, ia menjelaskan, mulanya Kanada sudah bersiap masuk BoP, namun Perdana Menteri Kanada Mark Carney berpidato di World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Selasa (20/01/2026) dan mengkritik BoP dengan menyatakan kekuasaan Donald Trump begitu luas di BoP sehingga tidak equal apabila berbicara forum multilateralisme.

 

"Di dalam hukum internasioanal itu tidak equal, akhirnya apa yang terjadi? Undangan yang sudah diberikan Kanada itu dicabut kembali sama Trump. Bayangkan, Kanada sekutu Amerika, dia negara bertetangga itu pun Donald Trump tidak setuju," jelas Pizaro menekankan.

 

Selain itu, ia menjelaskan, Jerman yang merupakan sekutu Israel dan bahkan ikut terlibat membantu pendanaan militer Israel, namun memilih tidak bergabung dengan BoP. “Menurut pihak Jerman, BoP bertentangan dengan konstitusi negara,” ungkapnya.

 

"Itu katanya (masuk BoP) bertentangan dengan konstitusinya negaranya mereka, karena apa? Konstitusi Jerman itu menuntut kalau dia masuk posisi, dia itu harus setara dengan yang lain. Dia tidak bisa kemudian under subordinasi dari kekuatan yang lain, itu bertentangan," jelasnya.

 

"Itali juga sama dia tidak mau masuk karena dia menilai dalam posisi BoP itu punya peran untuk menggantikan peran PBB dan memberikan kekuasaan yang sangat dominan kepada Donald Trump," tandasnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update