TintaSiyasi.id -- Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) menyatakan bahwa masalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar soal siapa pejabatnya, tetapi tentang desain sistem yang diperbesar terlalu cepat tanpa kesiapan struktur dan mekanisme control.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
bukan sekadar soal siapa pejabatnya, tetapi tentang desain sistem yang
diperbesar terlalu cepat tanpa kesiapan struktur dan mekanisme kontrol,” tegas
HILMI dalam Intellectual Opinion No. 041 kepada TintaSiyasi.ID,
Selasa (16/02/2026).
HILMI menegaskan bahwa MBG bukan
terletak pada niat memberi gizi anak, melainkan pada pilihan desain kebijakan
yang dipaksakan dalam skala besar sebelum fondasi pengawasan dan kapasitas
siap.
“MBG bukan sekadar program
pembagian makanan, melainkan program negara yang menyentuh logistik pangan,
tata kelola anggaran, standar kesehatan, dan pengawasan mutu secara bersamaan,”
jelasnya.
“Kesalahan kecil dalam desain
dapat berubah menjadi kegaduhan nasional karena cakupan program yang sangat
luas,” ulasnya.
Ia mengingatkan bahwa Badan Gizi
Nasional (BGN) dibentuk sebagai lembaga kebijakan pemenuhan gizi nasional,
bukan semata operator dapur massal.
“BGN semestinya diposisikan
sebagai penentu standar, auditor mutu, dan penguat sistem gizi, bukan sebagai
pengelola produksi makanan skala besar,” sebut HILMI.
HILMI menyoroti bahwa ekspansi
MBG dalam tempo cepat berpotensi menimbulkan system shock berupa dapur
yang belum siap, SOP yang tidak seragam, serta rantai pasok yang belum stabil.
“Dalam kondisi seperti itu,
insiden kualitas makanan, keterlambatan distribusi, dan isu keamanan pangan
akan mudah terjadi,” jelasnya.
Anggaran Besar
HILMI menyinggung besarnya
anggaran MBG yang membuat desain tata kelola menjadi sangat menentukan arah
program.
“Semakin besar anggaran, semakin
tinggi insentif rente, dan semakin sulit pengawasan administratif jika tidak
dibangun sejak awal,” tandas HILMI.
Menurutnya, jika MBG ingin
menjadi program peradaban, maka pembenahan paling strategis adalah menggeser
fokus dari ekspansi cepat menuju penguatan sistem secara bertahap dan tepat
sasaran.
