"Jadi ya kalau dalam bahasa,
kalau kita amar makruf nahi mungkar mereka (AS) amar mungkar nahi makruf,"
ujarnya di kanal YouTube UIY Official; Skandal Epstein Mengguncang Elite
Dunia, Ahad (08/02/2025).
Sehingga, ia meyakini bahwasanya
kondisi kasus Epstein itu menunjukkan dunia tengah memerlukan dan menunggu
Islam. “Kasus ini menjadi momentum Islam untuk bangkit dan optimis,” tandasnya.
"Tinggal pintar bagaimana
membingkainya untuk menjelaskan dengan mudah apa yang terjadi dan menanamkan
keyakinan kepercayaan dan optimisme terhadap masa depan dunia ini, masa depan
kita dengan Islam," terangnya.
Alhasil, UIY menegaskan tidak ada
alasan lagi bagi untuk memilliki sikap pesimis dan harus mengedepankan sikap
optimis dalam memperjuangkan tegaknya syariat Islam.
"Tidak boleh juga kita tidak
sungguh-sungguh karena Islam bukan kapitalisme ambruk, tetapi Islamnya bangkit.
Sebab kalau kapitalisme ambruk tidak otomatis Islam langsuh menang,"
ucapnya.
"Sebagaimana kalau kita
nonton bola. Soalnya bukan bola itu meluncur di depan gawang lawan, mau
meluncur depan gawang berapa kali tidak akan gol kalau tidak ditendang oleh
kaki masuk ke dalam gawang,” paparnya.
UIY menyebut, siapa yang menendang
itulah kesempatan otomatis membuat Islam menang.
Alhasil, ia menegaskan kini tidak
ada sistem yang bisa mengadu dengan kekuatan umat Islam. “Setelah sosisalisme,
komunisme juga telah gulung tikar atau hancur,” ungkapnya.
Kapitalisme disebut semakin
tampak kebobrokannya di seluruh aspek. “Aspek moralitas Epstein, aspek militer
apa yang terjadi di Gaza, itu juga humanity,” ulasnya.
Kemudian ekonomi, UIY menyatakan
juga acak kadul. “Fenomena orang lari ke
emas itu sebenarnya menjelaskan bahwa mereka itu sudah tidak percaya lagi
kepada apa yg disebut fiat money,” lugasnya.