Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kasus Epstein, UIY: AS Pahamnya Amar Mungkar Nahi Makruf

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:32 WIB Last Updated 2026-02-21T02:32:38Z

TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai kasus Epstein Files di Amerika Serikat (AS) menunjukkan sudut pandang yang terbalik bahwa mereka meyakini amar mungkar nahi makruf dibandingkan amar makruf nahi mungkar.

 

"Jadi ya kalau dalam bahasa, kalau kita amar makruf nahi mungkar mereka (AS) amar mungkar nahi makruf," ujarnya di kanal YouTube UIY Official; Skandal Epstein Mengguncang Elite Dunia, Ahad (08/02/2025).

 

Sehingga, ia meyakini bahwasanya kondisi kasus Epstein itu menunjukkan dunia tengah memerlukan dan menunggu Islam. “Kasus ini menjadi momentum Islam untuk bangkit dan optimis,” tandasnya.

 

"Tinggal pintar bagaimana membingkainya untuk menjelaskan dengan mudah apa yang terjadi dan menanamkan keyakinan kepercayaan dan optimisme terhadap masa depan dunia ini, masa depan kita dengan Islam," terangnya.

 

Alhasil, UIY menegaskan tidak ada alasan lagi bagi untuk memilliki sikap pesimis dan harus mengedepankan sikap optimis dalam memperjuangkan tegaknya syariat Islam.

 

"Tidak boleh juga kita tidak sungguh-sungguh karena Islam bukan kapitalisme ambruk, tetapi Islamnya bangkit. Sebab kalau kapitalisme ambruk tidak otomatis Islam langsuh menang," ucapnya.

 

"Sebagaimana kalau kita nonton bola. Soalnya bukan bola itu meluncur di depan gawang lawan, mau meluncur depan gawang berapa kali tidak akan gol kalau tidak ditendang oleh kaki masuk ke dalam gawang,” paparnya.

 

UIY menyebut, siapa yang menendang itulah kesempatan otomatis membuat Islam menang.

 

Alhasil, ia menegaskan kini tidak ada sistem yang bisa mengadu dengan kekuatan umat Islam. “Setelah sosisalisme, komunisme juga telah gulung tikar atau hancur,” ungkapnya.

 

Kapitalisme disebut semakin tampak kebobrokannya di seluruh aspek. “Aspek moralitas Epstein, aspek militer apa yang terjadi di Gaza, itu juga humanity,” ulasnya.

 

Kemudian ekonomi, UIY menyatakan juga acak kadul.  “Fenomena orang lari ke emas itu sebenarnya menjelaskan bahwa mereka itu sudah tidak percaya lagi kepada apa yg disebut fiat money,” lugasnya.

 

“Juga dari pendidikan sekuler telah gagal membawa anak-anak kepada kepribadian yang kokoh," tandasnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update