TintaSiyasi.id -- Presiden Prabowo Subianto menyebut perdamaian sejati akan tercapat di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menginisiasi Dewan Perdamaian (Board of Peace), Jurnalis Joko Prasetyo menilai perdamaian versi Trump sebaliknya merampas tanah Palestina tanpa perlawnan.
"Perdamaian sejati macam apa yang Anda maksud, Pak Prabowo? Sehingga dengan jahilnya mengatakan, dengan kepemimpinan Trump, perdamaian sejati akan tercapai. Tahukah Anda, menurut Presiden Donald Trump yang namanya damai itu, Israel dan AS dapat merampas tanah Palestina tanpa perlawanan," ucapnya kepada Tintasinyasi.id pada Sabtu (21/2/2026).
Adapun, ia menambahkan kaum muslim yang telah mempertahankan haknya dengan jihad sebagaimana yang dilakukan Hamas maupun Muhahidin lainnya dicap sebagai perusak peedamaian atau bahkan teroris.
"Solusinya, sebagaimana yang tercantum dalam 20 poin proposal Trump dan diterapkan melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), adalah melucuti senjata Hamas maupun mujahidin Gaza lainnya dan deradikalisasi penduduk Gaza agar terjauh dari pemahaman Islam akan kewajiban jihad melawan entitas penjajah," paparnya.
Lanjutnya, kemudian dibentuklah pemerintahan boneka Palestina yang tidak memiliki kekuatan politik dan militer. "Pemerintahan tersebut dalam kendali Israel. Sedangkan Israel dalam kendali BoaP. BoP sendiri dalam kendali penuh Presiden AS dengan segala hak vetonya di BoP. Damai seperti itu yang Anda maksud Pak Prabowo?" jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan dalam pandangan Islam, akar masalahnya adalah perampasan bumi Palestina oleh entitas penjajah Zionis Yahudi. Solusinya, tentu saja jihad dan khilafah. "Jihad, untuk mengenyahkan entitas penjajah Zionis Yahudi dari sana. Khilafah, untuk memerdekakan Palestina secara hakiki," tegasnya.
"Pasalnya, Palestina merupakan tanah kharajiah sejak dimerdekakan dari kemusyrikan oleh Khalifah Umar bin Khathab dan bergabung menjadi bagian dari Khilafah Islam," tambahnya.
Ia menekankan sebagai tanah kharajiah yang wajib dijaga kaum Muslim sampai Kiamat kelak. Maka tidak heran, begitu Palestina direnggut Pasukan Salib, Shalahuddin al-Ayyubi memimpin jihad untuk mengembalikan Kota Suci Ketiga (setelah Makkah dan Madinah) ke pangkuan Khilafah Islam.
"Sejak Khilafah Islam runtuh pada 1924, Inggris merenggut Palestina dari pelukan kaum Muslim untuk diserahkan ke entitas penjajah Zionis Yahudi. Dengan sokongan penuh AS, entitas penjajah Zionis Yahudi terus menerus merampas tanah kharajiah, menggenosida kaum Muslim yang tengah mempertahankankannya," terangnya.
Alhasil, ia mengingatkan bahwasanya muslimin Gaza dan para mujahid Hamas itu sejatinya tengah menjalankan amanah menjaga tanah kharajiah dan pernyataan Prabowo pun sungguh memalukan lantaran sebagai presiden negara mayoritas muslim tapi tunduk dengan AS.
"Anda harusnya malu, Pak Prabowo! Sebagai kepala negara negeri Muslim terbesar kedua, mestinya menjadi orang yang paling lantang memobilisasi tentara untuk berjihad mengenyahkan entitas penjajah dari Palestina, bukan malah manut begitu saja kepada AS, yang nyata-nyata penyokong utama perampasan tanah kharajiah kita, yang nyata-nyata penyokong genosida saudara-saudara kita. Bukan malah terbuai oleh pujian beracun Trump, lalu kemudian membebek begitu saja seraya berkata, dengan kepemimpinan Trump, perdamaian sejati akan tercapai," keluhnya.
"Ya, Allah, apakah tidak ada sedikit pun marwah Anda, Pak Prabowo? Sehingga sampai menjilat Trump sebegitu rupa. Sebegitu takutnyakah Anda akan di-Maduro-kan? Siksa neraka jauh lebih mengerikan dan pedih, Pak! Anda tidak takut bila di akhirat kelak setiap warga Gaza yang digenosida tersebut menuntut Anda!? Naudzubillahi min dzalik," pungkasnya. [] Taufan