Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Tapanuli Tengah kepada Pemerintah: Tolonglah Segera Bangun Hunian Layak untuk Kami

Kamis, 01 Januari 2026 | 22:04 WIB Last Updated 2026-01-01T15:04:48Z

TintaSiyasi.id -- Seorang warga Tapanuli Tengah yang menjadi korban banjir bandang di Huta Nabolon Kecamatan Tukka, meminta kepada pemerintah agar segera membangun hunian layak bagi mereka yang sudah hanyut rumahnya.

 

"Kami minta kepada pemerintah, tolonglah segera bangun hunian yang layak itu untuk kami. Kami sudah kehilangan rumah akibat banjir bandang itu. Kalau kami ada hunian, bisa berkumpul kembali bersama keluarga yang masih selamat, " ujarnya kepada TintaSiyasi.ID, Ahad (21/12/2025).

 

Banjir bandang yang melanda Sumatera, tepatnya di tiga provinsi terdampak parah mulai Aceh, Sumatera Utara, juga Sumatera Barat telah menimbulkan kerugian bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga khususnya para korban dari warga lokasi terdampak.

 

Warga tersebut mengaku, sangat tidak  nyaman berada di pengungsian. “Salah satu faktornya adalah kondisi pengungsian yang bercampur baur. Mereka juga hanya diletakkan di tenda-tenda darurat serta untuk makan pun sangat susah,” jelasnya.

 

"Tidak nyaman sekali. Karena kan di tenda-tenda itu semuanya berbaur. Gak bagus. Makan pun begitulah. Kadang cuma nasi aja gak ada lauknya. Banyak sayuran busuk, kentang busuk, telur busuk karena mau di masak di mana? Pakai kayu bakar, semuanya masih basah," ia melanjutkan.

 

Menurutnya, jika hunian itu dibangun segera maka warga terdampak akan bisa memulai hidup yang baru dan bisa mencari nafkah lagi seperti semula sehingga bisa menjalani hidup dengan layak.

 

Bukan hanya itu, warga juga tidak mempermasalahkan ke daerah mana mereka akan direlokasikan. “Karena jika berada tetap di lokasi bencana, masih menyimpan trauma mendalam dan rasa ketakutan,” bebernya.

 

"Banjir kan datang pagi. Saat itu memang tiba-tiba setelah tiga hari berturut-turut hujan turun tak ada hentinya. Pas banjir datang ternyata bawa kayu-kayu itu. Iya sampai sekarang masih ketakutan dan merasa tidak aman, " imbuhnya lagi.

 

Pembalakan

 

Selanjutnya, warga tersebut menjelaskan terkait dengan kayu gelondongan yang memenuhi desa Huta Nabolon. “Benar telah terjadi pembalakan hutan di atas perbukitan,” jelasnya.

 

"Kalau saya katakan tidak ada penggundulan hutan, berarti saya bohong. Kan kayu-kayu ini buktinya. Dari mana semua kayu-kayu ini berdatangan kalau  bukan dari penggundulan hutan di atas sana," tegasnya lagi.

 

Ia meminta kepada pemerintah dan aparat agar memberi sanksi kepada mereka yang terlibat dalam pembalakan hutan. “Karena yang menjadi korbannya adalah warga desa sendiri,” lugasnya.

 

"Ya, harusnya kan tidak kejar-kejaranlah antara pemerintah dan aparat dengan warga. Seharusnya disanksi mereka yang menggunduli hutan. Dan masyarakat juga harusnya diberikan pemahaman hukum yang jelas tentang penebangan hutan. Kan kita gak semua paham aturan negara ini," pungkasnya.[] M.Siregar

Opini

×
Berita Terbaru Update