Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perubahan Sejati Bermula dari Cara Pandang Kehidupan

Kamis, 01 Januari 2026 | 22:06 WIB Last Updated 2026-01-01T15:06:33Z

TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan bahwa perubahan sejati bukan dimulai dari pergantian tahun ke tahun, tetapi dari cara memandang hidup.

 

"Karenanya dibutuhkan adalah perspektif filosofis yang fundamental, yakni cara pandang yang mampu meneropong semua persoalan sampai ke dasar, tentang hidup, tujuan nilai, dan arah yang mesti kita tuju," ujarnya dalam akaun TikTok Ustaz Ismail Yusanto berjudul Refleksi Akhir Tahun, Selasa (31/12/2025).

 

UIY menambahkan bahwa kerusakan hari ini dalam politik, sosial, budaya, bahkan kemanusian tidak akan mungkin tiba-tiba berubah menjadi baik hanya karena mengganti tahun.

 

"Kita harus mengakui bahwa sangat banyak energi habis untuk hal-hal yang reaktif, teknis, dan tambal sulam. Kita sibuk mengakali sistem, padahal sistemnya sendiri sudah rusak,” tegasnya.

 

“Faktanya, kita semua melihat berapa kali pun tahun berganti, selama umat tak menggunakan perspektif ini, keterpurukan tak akan berhenti bahkan cenderung semakin buruk," tambahnya.

 

Ustaz Ismail menjelaskan, perubahan dari kondisi rusak menuju keberkahan harus dimulai dengan cara berpikir fundamental tadi.

 

"Karenanya, dari kemampuan akal untuk melihat fakta apa adanya lalu menemukan solusi yang benar, bukan solusi yang seakan benar alias solusi semu," jelasnya.

 

Ia menuturkan, dari situlah takwa menjadi sangat penting. “Karena takwa menjadi basis dari semuanya. Rasulullah saw. pernah mengingatkan sahabat Abu Dzar Al-Ghifari tentang jabatan dan amanah,” tuturnya.

 

"Ketika Abu Dzar meminta jabatan, Nabi mengatakan kepada Abu Dzar, 'Engkau ini lemah, padahal jabatan itu amanah. Amanah atau jabatan itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan di hari kiamat," sebutnya.

 

Ia menerangkan, melalui hadis itu, Rasulullah saw. sedang menghubungkan apa yang terjadi di dunia dengan konsekuensi di akhirat.

 

"Dan koneksi inilah yang ini hari hilang dari umat, dari pemimpin-pemimpin yang ada dinegeri ini dan juga dunia lain," terangnya.

 

Tuturnya lagi, maka jika menginginkan kebaikan dan keberkahan itu semua harus selaras dengan apa yang di kehendaki oleh Allah Swt., sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-A'raf ayat 96.

 

"Sekiranya penduduk satu negeri itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi," nukil UIY.

 

Ia menyimpulkan, maka seharusnya perspektif fundamental inilah harus dijadikan sebagai bekal untuk melangkah ke depan.

 

"Akhir tahun ini bukan sekadar momentum evaluasi. Ia adalah ulangan untuk mengalihkan energi dari yang remeh kepada yang substansial, dari yang teknis kepada yang fundamental, dan dari yang dangkal menuju yang dalam yakni yang hakiki," simpulnya.[] Hidayah Muhammad


 


 

Opini

×
Berita Terbaru Update