Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ustazah Iffah: Umat Butuh Kesadaran Politik Islam

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:34 WIB Last Updated 2026-01-03T12:34:57Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah menegaskan bahwa umat butuh kesadaran politik Islam.

"Umat hari ini, anak-anak muda apalagi, sangat membutuhkan kesadaran politik Islam itu," tuturnya dalam video pendek di akun Instagram pribadinya @iffahainurrochmah, Ahad (21-11-2025).
  
Oleh karena itu, Ustazah Iffah mengajak umat membina diri menjadi bagian dari solusi Islam.

"Kalau kita menjadi bagian dari pemberi solusi Islam tadi, maka pembinaan kita adalah pembinaan yang menghantarkan kepada tegaknya sistem Islam," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustazah Iffah mencontohkan pembinaan yang dilakukan Rasulullah Saw., yaitu:

Pertama, pembinaan yang memberikan asupan kepemimpinan berpikir Islam.

Ia memisalkan adanya pembinaan jamaah dakwah yang hanya memberikan Islam secara terbatas, menghindari membahas Islam secara politik pemerintahan.

"Berarti ini enggak mengasup Islam sebagai kepemimpinan berpikir, Islam sebagai ya sekadar tadi, referensi ruhiyah, dan yang lain-lain," terangnya.

Kedua, pembinaan kepribadian Islam. 

Namun menurutnya, pembinaan kepribadian Islam tersebut bukan sebagai individu, tapi kepribadian Islam pengemban ideologi.

"Nah ini dicontohkan di masa Rasul Saw., dulu para sahabat itu benar-benar memang mereka dibina oleh Rasul menjadi pengemban, pengemban itu ya tentu bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk disampaikan kepada yang lain," terangnya.

Ketiga, pembinaan kesadaran politik.

Ia juga mengingatkan agar umat jangan alergi atau menjauhi politik karena kalau bicara kesadaran politik yang dimaksud adalah kesadaran politik Islam.  

Terlebih menurutnya umat sangat membutuhkan kesadaran politik Islam, terutama generasi muda yang mengalami pertarungan pemikiran, nilai, dan contoh perilaku di dunia digital. 

"Sebenarnya mereka sedang menghadapi sebuah pertarungan pemikiran politik sekuler," ujarnya.

Menurutnya, generasi muda tidak memiliki amunisi untuk menghadapi pertarungan tersebut.

"Maka jadi korban terus, makin hari makin tergerus identitas keislamannya dan makin terbawa pada apa namanya gambaran perilaku dan identitas sekuler tadi," tandasnya.[] Aminah

Opini

×
Berita Terbaru Update