Pendahuluan: Anak adalah Amanah, Bukan Sekadar Warisan
TintaSiyasi.id -- Anak bukan sekadar hasil biologis, bukan pula semata-mata proyek duniawi. Dalam pandangan iman dan tasawuf, anak adalah amanah langit yang dititipkan kepada orang tua, yang keberhasilannya tidak hanya diukur oleh prestasi akademik atau kesuksesan karier, tetapi oleh kesalihan hati, kejernihan akhlak, dan lurusnya jalan hidup.
Banyak orang tua hari ini bersungguh-sungguh mencarikan sekolah terbaik, guru terbaik, bahkan lingkungan terbaik bagi anaknya. Namun sering lalai pada satu ikhtiar yang paling dalam dan paling menentukan: tirakat dan riyāḍah orang tua sendiri.
Padahal, para ulama salaf telah mewariskan satu kaidah ruhani yang agung:
“صلاحُ الأبناءِ من صلاحِ الآباءِ سرًّا وعلانيةً”
“Kesalihan anak-anak sangat bergantung pada kesalihan orang tua, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”
Makna Tirakat dan Riyāḍah: Latihan Jiwa, Bukan Penyiksaan Raga
Dalam tradisi tasawuf, tirakat bukanlah penyiksaan diri, melainkan pengendalian hawa nafsu agar ruh menjadi bening. Sedangkan riyāḍah adalah latihan spiritual yang konsisten untuk mendidik jiwa agar tunduk kepada Allah, bukan kepada syahwat, ambisi, dan ego.
Tirakat orang tua bisa berbentuk:
Menahan lisan dari keluh kesah dan amarah
Mengurangi cinta berlebihan kepada dunia
Menjaga kehalalan rezeki
Memperbanyak sujud, istighfar, dan doa dalam kesendirian
Karena anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan, tetapi dari keadaan batin orang tuanya.
Orang Tua Adalah Cermin Ruhani Anak
Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari getaran ruhani orang tuanya. Ketika orang tua terbiasa bermunajat di sepertiga malam, meski anak tertidur, cahaya munajat itu tetap menetes ke dalam jiwa anak.
Imam Al-Ghazali menegaskan: “Hati anak itu bagaikan permata yang masih murni. Ia menerima setiap ukiran yang diarahkan kepadanya.”
Maka jika orang tua:
menjaga shalatnya,
menundukkan pandangannya,
melunakkan hatinya dengan dzikir,
maka tanpa disadari, anak akan tumbuh dengan ketenangan, adab, dan kecenderungan kepada kebaikan.
Riyāḍah Orang Tua: Doa yang Tidak Pernah Tertolak
Doa orang tua adalah doa yang mustajab. Namun lebih mustajab lagi doa yang lahir dari hati yang bersih karena riyāḍah.
Doa orang tua yang disertai tirakat:
tidak tergesa-gesa,
tidak penuh tuntutan dunia,
tidak bercampur ambisi pribadi,
melainkan doa yang tulus:
"Ya Allah, jadikan anakku hamba-Mu sebelum menjadi apa pun di dunia."
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua kepada anaknya…” (HR. Tirmidzi)
Namun para arif mengingatkan:
Doa yang naik ke langit membutuhkan hati yang bersih sebagai kendaraan.
Kesuksesan Anak Bukan Sekadar Pintar, Tapi Selamat
Banyak anak yang pintar, namun tidak tenang.
Banyak yang sukses, namun kehilangan arah.
Banyak yang kaya, namun jauh dari Allah.
Kesuksesan sejati adalah:
selamat akidahnya,
lurus akhlaknya,
jernih pikirannya,
tenang jiwanya,
dan dekat dengan Rabb-nya.
Dan itu tidak lahir dari ambisi orang tua, tetapi dari tirakat orang tua.
Para ulama dahulu rela lapar, bangun malam, dan menahan diri dari yang syubhat bukan demi diri mereka sendiri, melainkan agar anak-anak mereka tumbuh dalam lindungan Allah.
Bentuk-Bentuk Tirakat Praktis Orang Tua di Zaman Kini
Tirakat hari ini tidak harus ekstrem, tetapi istiqamah dan jujur:
1. Menjaga Kehalalan Rezeki
Karena satu suap haram bisa memadamkan cahaya hati anak.
2. Istiqamah Shalat di Awal Waktu
Rumah yang ditegakkan shalat akan melahirkan generasi yang kuat jiwanya.
3. Mendoakan Anak Tanpa Diketahui Anak
Doa rahasia lebih ikhlas dan lebih dalam.
4. Menahan Amarah kepada Anak
Amarah yang berlebihan meninggalkan luka ruhani.
5. Bersedekah atas Nama Anak
Sedekah adalah penolak bala dan pembuka masa depan.
Penutup: Jalan Sunyi yang Penuh Cahaya
Tirakat orang tua adalah jalan sunyi, tidak dipuji, tidak terlihat, namun paling menentukan. Ia adalah investasi akhirat yang buahnya dirasakan di dunia.
Jika engkau ingin anakmu:
mudah menerima kebaikan,
dijauhkan dari keburukan,
diselamatkan dari fitnah zaman,
maka mulailah dari dirimu sendiri.
Karena sesungguhnya: Anak adalah doa orang tua yang berjalan di bumi.
Doa Penutup
“Ya Allah, sucikan hati kami sebagai orang tua. Perbaikilah kami agar Engkau perbaiki anak-anak kami. Jadikan mereka generasi yang Engkau cintai, Engkau jaga, dan Engkau muliakan di dunia dan akhirat.”
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
(Penulis 38 Judul Buku. Akademisi, Konsultan Pendidikan dan SDM, Coach Pengusaha Hijrah)