Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tolak Imperialisme AS! Haram Mengirim Tentara di Bawah Komando Amerika

Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:49 WIB Last Updated 2026-02-28T02:49:40Z

TintaSiyasi.id -- Pengiriman militer Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) di bawah komando Amerika Serikat (AS) ditegaskan sebagai bentuk penjajahan gaya baru yang mencederai prinsip antiimperialisme dan mengkhianati amanat umat Islam.

 

“Pengiriman militer Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace di bawah komando Amerika Serikat adalah bentuk penjajahan gaya baru yang mencederai prinsip antiimperialisme dan mengkhianati amanat umat Islam,” tandas koordinator lapangan (korlap) Aksi Tolak Board of Peace di Jakarta.

 

Bang Mukhtar, begitu sapaan akrab korlap aksi, menegaskan bahwa militer Indonesia bukan alat imperialisme Amerika Serikat.

 

Press release yang dibacakan Jumat (28/02/2026) di hadapan sekira 250 peserta aksi menyuarakan penolakan keras terhadap wacana penempatan pasukan Indonesia di bawah kendali komando negara adidaya.

 

“Kebijakan tersebut tidak bisa disebut sebagai langkah perdamaian, melainkan ilusi perdamaian yang berbahaya bagi kedaulatan negeri dan umat Islam,” lugasnya.

 

“Bergabung dalam BoP bukan langkah damai, tetapi berpotensi menjadikan tentara negeri Muslim sebagai alat kepentingan geopolitik dan ekonomi global,” imbuhnya.

 

Dengan pekikan takbir bersahutan, para peserta aksi menyebut AS sebagai negara penjajah yang kebijakannya telah menimbulkan penderitaan bagi kaum Muslim di Palestina, Irak, Afghanistan, dan Suriah.

 

“Dominasi Amerika di berbagai belahan dunia dibangun di atas ketidakadilan dan eksploitasi,” serunya.

 

“Tidak dapat dibenarkan negeri dengan mayoritas penduduk Muslim justru menyerahkan pasukan militernya berada di bawah komando negara penjajah,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, secara syar’i, Bang Mukhtar menyatakan bahwa mengirim tentara di bawah komando Amerika adalah haram.

 

Ia menukil firman Allah dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 141 yang menyatakan bahwa Allah tidak akan memberi jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman.

 

“Menyerahkan komando militer kepada negara penjajah berarti membuka jalan dominasi atas kaum mukminin,” serunya.

 

Menurutnya, fungsi militer kaum Muslim seharusnya menjaga kehormatan Islam, melindungi umat, dan membela negeri-negeri yang tertindas, bukan menjadi instrumen kepentingan asing.

 

“Militer semestinya berdiri independen dan memprioritaskan kedaulatan umat, bukan menjadi perpanjangan tangan geopolitik negara lain,” tandasnya.

 

Tiga Tuntutan

 

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama. “Pertama, menolak keras kebijakan pemerintah mengirim militer Indonesia atas nama Board of Peace di bawah komando Amerika Serikat,” ujarnya.

 

Kedua, mengingatkan penguasa dan pimpinan militer bahwa menyerahkan komando tentara muslim kepada negara penjajah adalah tindakan haram dan bentuk pengkhianatan terhadap amanah umat.

 

Ketiga, mendesak agar militer Indonesia bersikap independen dan memprioritaskan perlindungan kedaulatan serta kepentingan umat Islam.

 

“Militer kaum Muslim harus menjadi pasukan yang membebaskan Palestina yang dijajah, bukan pasukan yang menjaga kepentingan imperialis,” pungkasnya.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update