Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Temukan Passion Anda dan Fokuslah dalam Melejitkan Potensi Diri

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:39 WIB Last Updated 2026-01-02T06:39:13Z
Jalan Kesadaran Menuju Kehidupan Bermakna dan Diridhai Allah

Pendahuluan: Banyak yang Sibuk, Sedikit yang Sadar

TintaSiyasi.id -- Di zaman yang serba cepat ini, manusia terlihat sangat sibuk, tetapi tidak semuanya bergerak menuju makna. Banyak yang berlari, namun tidak tahu ke mana arah langkahnya. Banyak yang bekerja keras, tetapi jiwanya kosong dan hatinya lelah.

Masalah terbesar umat hari ini bukan kekurangan peluang, melainkan kehilangan arah. Potensi ada, kecerdasan ada, fasilitas ada—namun hidup terasa hampa. Sebabnya satu: tidak mengenal passion diri dan tidak fokus mengembangkannya.

Islam datang bukan hanya untuk mengatur ibadah ritual, tetapi juga untuk memandu manusia menemukan jati diri dan tujuan hidupnya. Allah tidak menciptakan manusia secara sia-sia, dan tidak pula menanamkan potensi tanpa maksud.

“Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main?”
(QS. Al-Mu’minun: 115)

Passion dalam Perspektif Islam: Panggilan Fitrah Ilahiyah

Passion bukan sekadar hobi, kesenangan, atau bakat alami. Dalam perspektif Islam, passion adalah panggilan fitrah—kecenderungan jiwa yang Allah tanamkan agar manusia menemukan ladang amal terbaiknya.

Setiap manusia diciptakan dengan keunikan peran. Ada yang kuat di ilmu, ada yang unggul di dakwah, ada yang berjihad di ekonomi, ada yang membangun umat melalui pendidikan, ada yang menenangkan jiwa lewat pelayanan dan empati.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap orang dimudahkan untuk apa yang ia diciptakan untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini adalah kunci besar. Jika suatu amal terasa dimudahkan, hati condong kepadanya, dan manfaatnya luas—boleh jadi di sanalah jalan pengabdian terbaik kita.

Tanda-Tanda Passion Sejati

Passion sejati memiliki ciri yang berbeda dengan sekadar kesenangan sesaat:

1. Menghidupkan hati, bukan hanya menyenangkan nafsu

2. Melahirkan semangat memberi, bukan sekadar menerima

3. Membuat lelah terasa ringan dan pengorbanan terasa bermakna

4. Mendorong kedekatan kepada Allah, bukan menjauhkan

Passion yang tidak mendekatkan kepada Allah hanyalah jebakan ego, bukan panggilan jiwa.

Mengapa Banyak Potensi Umat Tidak Melejit?

Banyak orang memiliki kemampuan besar, namun tidak pernah mencapai puncak. Penyebabnya antara lain:

1. Terlalu banyak arah, kurang fokus
Hari ini ingin ini, besok ingin itu. Akhirnya tidak ada yang matang.

2. Takut berbeda dan takut gagal
Lebih sibuk mengikuti standar manusia daripada mengikuti panggilan Allah.

3. Hidup reaktif, bukan reflektif
Bergerak karena tuntutan sekitar, bukan karena kesadaran diri.

4. Niat kabur dan orientasi dunia semata
Potensi yang tidak dibingkai niat ibadah akan cepat melemah.

Imam Al-Ghazali رحمه الله mengingatkan bahwa hati yang bercabang-cabang tidak akan sampai kepada tujuan. Fokus adalah syarat utama kesuksesan ruhani dan duniawi.

Fokus: Seni Menyatukan Energi Jiwa

Fokus bukan berarti menutup diri dari dunia, tetapi menyatukan energi pada satu tujuan mulia. Fokus adalah keberanian mengatakan “tidak” pada banyak hal yang baik demi menjaga satu hal yang paling bermakna.

Allah berfirman: “Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam satu rongga dadanya.” (QS. Al-Ahzab: 4)

Ayat ini adalah pelajaran besar: hati hanya mampu mengabdi dengan utuh pada satu orientasi utama. Ketika fokus terjaga, potensi tumbuh. Ketika fokus buyar, potensi layu.

Langkah Spiritual Menemukan dan Melejitkan Passion

1. Muhasabah: Kenali Diri dengan Kejujuran

Tanyakan pada diri:

Apa yang membuat saya hidup saat melakukannya?

Di bidang apa saya paling bermanfaat?

Apa yang terus memanggil hati saya meski lelah?

Jawaban jujur adalah pintu hidayah.

2. Selaraskan Passion dengan Misi Kehambaan

Passion harus menjadi jalan ibadah, bukan jalan kesombongan. Ketika niat diluruskan, Allah menambahkan kekuatan yang tak terduga.

3. Bangun Disiplin dan Istiqamah

Passion tanpa disiplin hanyalah emosi.
Disiplin tanpa passion hanyalah keterpaksaan.
Namun ketika keduanya bertemu, lahirlah keunggulan yang konsisten.

4. Bersabar pada Proses dan Sunyi

Tidak semua pertumbuhan disaksikan manusia. Banyak kehebatan lahir dari kesunyian, dari kesabaran yang panjang, dan dari istiqamah yang sepi pujian.

Passion, Fokus, dan Keberkahan Hidup

Ketika passion dijalani dengan fokus dan niat yang lurus:

Hidup terasa lebih tenang

Usaha terasa lebih ringan

Hasil terasa lebih berkah

Jiwa terasa lebih dekat dengan Allah

Inilah yang disebut hidup dalam orbit takdir terbaik.

Ibnu Atha’illah As-Sakandari berkata:

“Istirahatkan dirimu dari mengatur-atur urusan. Apa yang telah Allah atur untukmu, jangan kau sibukkan dirimu mengaturnya sendiri.”

Tugas kita bukan memaksa menjadi orang lain, tetapi menjadi versi terbaik diri kita di hadapan Allah.

Penutup: Jangan Mati Sebelum Potensimu Hidup

Jangan biarkan usia habis sebelum potensi berbuah. Jangan biarkan bakat terkubur oleh ketakutan. Jangan biarkan panggilan jiwa kalah oleh hiruk-pikuk dunia.

Temukan passionmu.
Fokuslah menjaganya.
Luruskan niatmu.
Dan berjalanlah dengan istiqamah.

Maka insyaAllah, hidupmu bukan hanya sukses—tetapi bermakna, menenangkan, dan menyelamatkan.

“Barang siapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya. Dan barang siapa mengenal Tuhannya, ia tidak akan tersesat dalam hidupnya.”

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update