Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Takut kepada Allah Swt. Akan Lebih Mendekatkan kepada-Nya

Selasa, 06 Januari 2026 | 05:41 WIB Last Updated 2026-01-05T22:41:54Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Aishah Ismail menyatakan bahwa rasa takut kepada Allah justru akan semakin mendekatkan kepada Allah Swt..

 

“Secara logika, sesuatu yang kita takuti biasanya akan kita jauhi. Namun rasa takut kepada Allah justru membawa kita semakin dekat dan semakin menghampiri Allah Swt.,” ujarnya dalam rangkaian Tadabbur Surah Al-Baqarah (198–203) bertajuk Manasik Haji: Simbol Penyatuan Umat dan Keseimbangan Dunia dan Akhirat, Sabtu (20/12/2025).

 

Ia menjelaskan bahwa dengan ketakwaan, seseorang akan berusaha untuk senantiasa menaati perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.

 

“Karena ketakwaan dan rasa takut kepada Allah itulah yang memastikan kita selalu mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” tuturnya.

 

Terkait dengan ibadah haji, beliau menerangkan bahwa manasik haji yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada hakikatnya menghapus segala perbedaan dan jurang di antara umat manusia. Yang membedakan apakah seseorang mulia atau tidak adalah nilai ketakwaan dalam amal ibadahnya.

 

“Ketika menunaikan ibadah haji, para jemaah berkumpul di tempat yang sama, pada waktu yang sama, dengan pakaian yang sama. Semua ini menumbuhkan kerendahan hati, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.,” ungkapnya.

 

Ia melanjutkan bahwa nilai ketakwaan tidak hanya muncul ketika menunaikan ibadah haji, tetapi harus hadir dalam setiap keadaan kehidupan.

 

“Takwa bukan hanya ketika kita menunaikan ibadah haji saja, tetapi takwa itu harus senantiasa ada, karena dengan takwa itulah kita mampu mengendalikan diri dari perbuatan dosa,” jelasnya.

 

Aishah juga menerangkan bagaimana ketakwaan akan membimbing setiap perbuatan agar selaras dengan aturan Islam, sehingga dipandang sebagai ibadah yang bernilai pahala.

 

Sebagai contoh, ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 198 yang artinya, “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia dari Tuhanmu (dengan tetap melakukan perdagangan ketika mengerjakan haji...”

 

Dari tadabur ayat 198 itu, ia menjelaskan adanya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, di mana Allah Swt. membolehkan bermuamalah saat melaksanakan ibadah haji.

 

Tambahnya lagi, sebagai Muslim yang bertakwa, setiap amal yang dilakukan baik ibadah mahda, seperti haji maupun ibadah umum seperti jual beli, harus sepenuhnya terikat dengan aturan dan hukum Allah Swt. agar memperoleh keuntungan bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

 

“Baik dalam beribadah maupun menjalani kehidupan sehari-hari, jika terdapat nilai ketakwaan dalam perbuatan kita, itu berarti kita menyadari bahwa apa yang kita lakukan memiliki aturan dalam Islam, memiliki hukum yang wajib kita patuhi ,” ungkapnya.

 

“Di situlah terdapat nilai ibadah dan pahala, dan itu adalah sebuah keuntungan. Keuntungan apa? Keuntungan dunia dan akhirat,” tegasnya.

 

Ia menutup dengan menegaskan pentingnya ketakwaan agar kita tetap berada di jalan yang lurus.

 

“Ketakwaan adalah salah satu elemen yang sangat penting untuk memastikan kita tidak menyimpang dari jalan yang lurus,” pungkasnya.[] Rahmah 

Opini

×
Berita Terbaru Update