"Proses pertama ketika pengin
membentuk generasi qurani, maka dimulai dari membuat anak kita itu senang
dengan Al-Qur’an. Berarti kalau senang dia akan melihat sekelilingnya, ayahnya
memang rajin baca Al-Qur’an, ibunya juga rajin baca Al-Qur’an sehingga suasana
di rumah itu suasana yang senang kerana semuanya senang dengan Al-Qur;an,"
ujarnya di kanal YouTube K.H. Hafidz Abdurrahman M.A. berjudul Mempersiapkan
Generasi Pemimpin Qur'ani, Senin (25/11/2025).
Ia menambahkan, kalau tidak ada rasa
senang atau rasa dekat dengan Al-Qur’an itu sulit sekali bagi anak.
"Kalau awalnya enggak senang itu
pasti disuruh baca, di suruh murajaah, disuruh apa dia akan susah, karena anak
itu tidak ada minat, tidak ada rasa senang terhadap Al-Qur’an," tambahnya.
Lanjut dijelaskan, menjadi sebagai
orang tua perlu menjadi teladan buat anak-anak.
"Anak harus melihat orang tuanya
buat dulu. Jangan sampai anak-anak merasa, 'Kok, saya saja yang dituntut untuk
menjadi saleh'. Sementara dia melihat ayahnya enggak jadi contoh, bundanya
enggak jadi contoh. Itu jadi problem besar," tegasnya.
Ia melanjutkan bahwa orang tua tidak
boleh menuntut ke anak untuk berbuat sesuatu, karena anak-anak itu ada jeda
waktunya.
"Kebanyakan orang tua pengin
cepat-cepat anak berubah. Padahal anak-anak ini ada jeda waktu untuk dia,
bagaimana dia belum bisa menikmati dan menyenangi Al-Qur’an apalagi mau
menghafal Al-Qur’an kalau dia tidak akrab dengan Al-Qur’an dan ayah bundanya
juga enggak belajar dan enggak membiasakan anak-anak dengan Al-Quran, "
lanjutnya.
Ia menyimpulkan, kalau orang tua baru
memahami pentingnya anak-anak itu dekat atau senang dengan Al-Qur’an, maka
orang tua perlu belajar dan menghidupkan suasana itu di rumah.
"Kita mendidik itu tidak dengan
tiba-tiba, tetapi butuh proses. Ayah bundanya harus belajar Al-Qur’an. Pokoknya
anak itu kalau boleh harus ayah bunda yang mengajarkannya, yang murajaah,”
sarannya.
“Kalau ada ayah bunda yang baru
merencanakan punya anak, maka perlu diset dari awal, mulai dari hamil
perdengarkan Al-Qur’an dan sebagainya. Atau mungkin sudah punya anak, maka
semuanya itu titiknya sama, orang tua harus membuat anak-anak senang dengan
Al-Qur’an dan semua itu bermula dari rumah," simpulnya.[] Hidayah
Muhammad
