Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Anak Senang dengan Al-Qur'an Adalah Tugas Orang Tua

Selasa, 06 Januari 2026 | 05:45 WIB Last Updated 2026-01-05T22:45:00Z

TintaSiyasi.id -- Pengasuh BKI Ma'had Wakaf Syaraful Haramain Ustazah Hj. Siti Rofida menyatakan bahwa tugas orang tua  juga membuat agar anak merasa senang dengan Al-Qur'an.

 

"Proses pertama ketika pengin membentuk generasi qurani, maka dimulai dari membuat anak kita itu senang dengan Al-Qur’an. Berarti kalau senang dia akan melihat sekelilingnya, ayahnya memang rajin baca Al-Qur’an, ibunya juga rajin baca Al-Qur’an sehingga suasana di rumah itu suasana yang senang kerana semuanya senang dengan Al-Qur;an," ujarnya di kanal YouTube K.H. Hafidz Abdurrahman M.A. berjudul Mempersiapkan Generasi Pemimpin Qur'ani, Senin (25/11/2025).

 

Ia menambahkan, kalau tidak ada rasa senang atau rasa dekat dengan Al-Qur’an itu sulit sekali bagi anak.

 

"Kalau awalnya enggak senang itu pasti disuruh baca, di suruh murajaah, disuruh apa dia akan susah, karena anak itu tidak ada minat, tidak ada rasa senang terhadap Al-Qur’an," tambahnya.

 

Lanjut dijelaskan, menjadi sebagai orang tua perlu menjadi teladan buat anak-anak.

 

"Anak harus melihat orang tuanya buat dulu. Jangan sampai anak-anak merasa, 'Kok, saya saja yang dituntut untuk menjadi saleh'. Sementara dia melihat ayahnya enggak jadi contoh, bundanya enggak jadi contoh. Itu jadi problem besar," tegasnya.

 

Ia melanjutkan bahwa orang tua tidak boleh menuntut ke anak untuk berbuat sesuatu, karena anak-anak itu ada jeda waktunya.

 

"Kebanyakan orang tua pengin cepat-cepat anak berubah. Padahal anak-anak ini ada jeda waktu untuk dia, bagaimana dia belum bisa menikmati dan menyenangi Al-Qur’an apalagi mau menghafal Al-Qur’an kalau dia tidak akrab dengan Al-Qur’an dan ayah bundanya juga enggak belajar dan enggak membiasakan anak-anak dengan Al-Quran, " lanjutnya.

 

Ia menyimpulkan, kalau orang tua baru memahami pentingnya anak-anak itu dekat atau senang dengan Al-Qur’an, maka orang tua perlu belajar dan menghidupkan suasana itu di rumah.

 

"Kita mendidik itu tidak dengan tiba-tiba, tetapi butuh proses. Ayah bundanya harus belajar Al-Qur’an. Pokoknya anak itu kalau boleh harus ayah bunda yang mengajarkannya, yang murajaah,” sarannya.

 

“Kalau ada ayah bunda yang baru merencanakan punya anak, maka perlu diset dari awal, mulai dari hamil perdengarkan Al-Qur’an dan sebagainya. Atau mungkin sudah punya anak, maka semuanya itu titiknya sama, orang tua harus membuat anak-anak senang dengan Al-Qur’an dan semua itu bermula dari rumah," simpulnya.[] Hidayah Muhammad

Opini

×
Berita Terbaru Update