Renungan Ruhani dari Tanbīhul Ghāfilīn Imam Abu Laits As-Samarqandī
Pendahuluan: Ketika Hati Mulai Lelah oleh Dunia
TintaSiyasi.id -- Kelalaian (ghaflah) adalah penyakit ruhani yang paling berbahaya. Ia tidak terasa menyakitkan, tetapi perlahan mematikan. Manusia tetap beraktivitas, tetap tersenyum, bahkan tampak sukses—namun hatinya jauh dari Allah ﷻ. Karena itulah para ulama salaf menulis kitab-kitab peringatan, bukan untuk mencela manusia, melainkan untuk membangunkan hati yang tertidur.
Imam Abū Laits As-Samarqandī رحمه الله dalam kitab Tanbīhul Ghāfilīn menyebutkan sepuluh amalan yang mampu mengangkat manusia menuju derajat orang-orang baik (al-abrār) dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Amalan-amalan ini sederhana secara lahir, tetapi agung secara batin.
1. Banyak Bersedekah: Jalan Membersihkan Hati
Allah ﷻ berfirman:
مَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
(QS. Al-Baqarah: 261)
Artinya: “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”
Sedekah mengikis keserakahan dan menumbuhkan kepercayaan total kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
(HR. Muslim)
Artinya:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
2. Banyak Membaca Al-Qur’an: Cahaya bagi Hati
Allah ﷻ berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ
(QS. Yunus: 57)
Artinya:
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
(HR. Bukhari)
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
3. Duduk Bersama Orang-Orang Shalih
Allah ﷻ berfirman:
وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
(QS. Al-Kahfi: 28)
Artinya:
“Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pagi dan petang dengan mengharap wajah-Nya.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَرْءُ عَلَىٰ دِينِ خَلِيلِهِ
(HR. Abu Dawud)
Artinya:
“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya.”
4. Menjaga Silaturahim
Allah ﷻ berfirman:
وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ
(QS. An-Nisa: 1)
Artinya:
“Bertakwalah kepada Allah dan peliharalah hubungan silaturahim.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya:
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahim.”
5. Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
(HR. Muslim)
Artinya:
“Barang siapa menjenguk orang sakit, ia berada di kebun surga hingga kembali.”
6. Menghindari Pergaulan yang Melalaikan
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا
(QS. Al-Kahfi: 28)
Artinya:
“Janganlah engkau mengikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami.”
7. Banyak Merenungi Akhirat
Allah ﷻ berfirman:
يَـٰقَوْمِ إِنَّمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْـَٔاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ
(QS. Ghafir: 39)
Artinya:
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara, dan akhirat itulah negeri yang kekal.”
8. Mengingat Mati dan Memendekkan Angan-Angan
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).”
9. Banyak Diam dan Sedikit Bicara
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.”
10. Tawadhu dan Mencintai Kaum Lemah
Allah ﷻ berfirman:
وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
(QS. Al-Hijr: 88)
Artinya:
“Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang beriman.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
(HR. Bukhari)
Artinya:
“Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan bersama di surga seperti ini.” (Beliau merapatkan dua jarinya)
Penutup: Jalan Sunyi Menuju Kemuliaan Abadi
Sepuluh amalan ini adalah peta jalan keselamatan. Siapa pun yang menjadikannya bagian dari hidupnya, ia sedang menyiapkan bekal terbaik untuk bertemu Allah ﷻ. Bukan banyaknya amal yang utama, tetapi kesadaran, keikhlasan, dan istiqamah dalam menjalaninya.
Semoga Allah membangunkan hati kita dari kelalaian, menuntun langkah kita di jalan orang-orang shalih, dan mengumpulkan kita bersama para kekasih-Nya di akhirat kelak. Āmīn.
Dr Nasrul Syarif M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)