Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sampah Cermin Ideologi Peradaban, HILMI: Masalahnya Bukan Teknis tapi Sistem Nilai

Senin, 26 Januari 2026 | 15:37 WIB Last Updated 2026-01-26T08:37:05Z

TintaSiyasi.id -- Persoalan sampah ditegaskan Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) bukan sekadar problem teknis, melainkan cermin ideologi peradaban yang gagal menempatkan manusia, alam, dan nilai secara proporsional.

 

“Sampah sering dipahami sebagai persoalan teknis—TPA penuh, teknologi daur ulang, atau disiplin masyarakat—padahal akar sesungguhnya adalah cermin ideologi peradaban yang gagal menempatkan manusia, alam, dan nilai secaa proporsional,” tegas HILMI kepada TintaSiyasi.ID dalam Intellectual Opinion No. 037, Rabu (21/01/2026).

 

HILMI mengungkapkan bahwa Islam sejak awal menempatkan kerusakan lingkungan sebagai konsekuensi moral, bukan kejadian acak. “Al-Qur’an bahkan mengaitkan kerusakan di darat dan laut dengan perilaku manusia, bukan dengan keterbatasan teknologi semata,” lugas HILMI.

 

“Ini menegaskan bahwa krisis lingkungan, termasuk sampah, adalah krisis moral dan ideologis,” imbuh HILMI.

 

Dalam tinjauan sistemisnya, HILMI menjelaskan bahwa persoalan sampah sudah diciptakan sejak tahap produksi.

 

“Praktik planned obsolescence, material sulit terurai, dan kemasan berlebihan menunjukkan bahwa orientasi ekonomi modern adalah percepatan konsumsi, bukan kemaslahatan jangka Panjang,” ungkapnya.

 

“Dalam Islam, produksi adalah amanah. Produsen adalah pemimpin atas dampak produknya dan akan dimintai pertanggungjawaban,” jelasnya.

 

HILMI menilai produksi yang secara zat halal tetapi berdampak merusak lingkungan tidak memenuhi prinsip tayib.

 

“Keuntungan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sosial dan ekologis. Sampah adalah bukti material dari kegagalan menjaga amanah,” tandas HILMI.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update