Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Posisi Israel dan Iran di Timur Tengah Tidak Lepas dari Skenario Amerika Serikat

Kamis, 01 Januari 2026 | 20:34 WIB Last Updated 2026-01-01T13:34:58Z

TintaSiyasi.id -- Direktur Forum on Islamic World Studies Farid Wadjdi, menjelaskan bahwa sesungguhnya posisi Israel dan Iran di Timur Tengah tidak lepas dari skenario politik Amerika Serikat. 

"Posisi Israel dan posisi Iran di Timur tengah itu tidak bisa dilepaskan dalam skenario politik yang di dalamnya syarat dengan terpentingan Amerika Serikat," ungkapnya di Mbois : Banyak info menarik di akhir tahun 2025 terkait F1 LISTIN, Apa dan Bagaimana?di akun YouTube Tabloit Media Umat, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, Amerika Serikat memposisikan dua bagian ini yaitu negara Iran demikian juga entitas penjajah Yahudi sebagai kekuatan pengancam di Timur Tengah. Iran diposisikan sebagai kekuatan pengancam di Timur Tengah untuk menjadi persepsi ancaman bagi penguasa-penguasa Arab. Karena itu, penguasa-penguasa Arab kemudian memiliki alasan untuk berlindung kepada Amerika

“Oleh karena itu, Iran tidak akan secara serta-merta kekuatannya dihabisi oleh Amerika Serikat karena Iran akan tetap dijaga sebagai kekuatan yang mengancam. Itu posisi Iran,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Farid, Iran digunakan oleh Amerika Serikat dalam kerangka kepentingan-kepentingan regionalnya bagaimana kepentingan Amerika di Suriah sebelumnya untuk mempertahankan Bashar Al Assad. Itu diwakili dengan keberadaan Iran di sana. Demikian juga untuk menciptakan konflik di Yaman, di sana ada peran Iran. 

“Jadi kalau kita lihat, Iran akan tetap digunakan oleh Amerika dalam rangka kepentingan politik regionalnya di Timur Tengah," ungkapnya. 

Adapun entitas penjajahan Yahudi, kata Pengamat Politik Internasional itu, ini juga akan dijaga oleh Amerika Serikat untuk menjadi suatu entitas yang bisa dimanfaatkan oleh Amerika. Tentu untuk kepentingan Amerika, termasuk memberikan sinyal-sinyal ancaman terhadap penguasa-penguasa Arab, bahwa kalau mereka tidak mengikuti Amerika, tidak segan-segan Amerika akan menggunakan kaki tangannya yang di dalam hal ini adalah entitas penjajah Yahudi untuk melakukan serangan.

"Sebagaimana sinyal yang mereka berikan kepada Qatar, dalam Serangan yang dilakukan oleh entitas penjajahan Yahudi terhadap Qatar, padahal Qatar itu secara umum telah menunjukkan kompromi terhadap Amerika Serikat, tetapi Amerika Serikat tetap membiarkan entitas penjajah Yahudi untuk menyerang Qatar. Ini menunjukkan bahwa ada sinyal yang ingin dibangun secara politik oleh Amerika bahwa kalau penguasa penguasa Arab macam-macam, mereka akan menggunakan kekuatan entitas penjajah Yahudi," paparnya. 

Demikian juga, dalam masalah Suriah, ujar farid, demiliterisasi Suriah termasuk menggunakan entitas penjajah Yahudi. Jadi serangan-serangan yang masih terhadap peninggalan-peninggalan kekuatan militer pasca melarikan dirinya Basar al Assad itu dilakukan oleh entitas penjajah Yahudi, juga menjadi tekanan politik bagi penguasa Suriah saat sekarang ini.  

"Kalau kita lihat, Amerika Serikat itu akan tetap memainkan Iran dan Israel sebagai kaki tangan mereka untuk kepentingan politik regional mereka. Karena Amerika Serikat sendiri telah menyatakan dalam strategi keamanan mereka baru-baru ini bahwa mereka tidak akan terlibat langsung dalam perang terbuka tetapi mereka akan menggunakan kekuatan-kekuatan regional atau yang mereka sebut sebagai mitra untuk kepentingan mereka di kawasan tersebut," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update