Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perhimpunan Intelektual Tawarkan Kerangka Tata Dunia Alternatif

Rabu, 07 Januari 2026 | 15:23 WIB Last Updated 2026-01-07T08:23:58Z

TintaSiyasi.id -- Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) menawarkan empat pilar utama dalam kerangka tata dunia alternatif untuk mengatasi kerapuhan tatanan global saat ini yang penuh standar ganda.

 

“(Kami) tawarkan empat pilar utama dalam kerangka tata dunia alternatif untuk mengatasi kerapuhan tatanan global saat ini yang penuh standar ganda,” terang HILMI melalui Intellectual Opinion No. 034 bertajuk "Venezuela & Mitos Tata Dunia Global, Preseden Intervensi Kemanusiaan di Sejarah Islam.

 

Kepada TintaSiyasi.ID, Selasa (06/01/2026), HILMI menyebut tawaran itu bertumpu pada akhlak politik yang menempatkan kekuasaan di bawah hukum Allah Yang Maha Esa.

 

“Empat pilar utama yang diajukan adalah: pertama, kesetaraan bangsa tanpa hak veto militer; kedua, supremasi hukum moral bagi penguasa,” beber HILMI.

 

Lanjut dijelaskan, “Ketiga, intervensi terbatas yang hanya bermandat untuk menghentikan kejahatan berat; keempat, akuntabilitas pascakrisis yang meliputi pemulihan korban dan penarikan pasukan.”

 

HILMI menegaskan bahwa sistem ini bukan sekadar utopia karena pernah dijalankan secara nyata dalam sejarah Khilafah Islamiyah.

 

“Tanpa landasan sistem Islam, tata dunia hanya akan terus menjadi topeng bagi kepentingan pihak yang kuat,” pungkas HILMI.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update