“(Kami) tawarkan empat pilar utama
dalam kerangka tata dunia alternatif untuk mengatasi kerapuhan tatanan global
saat ini yang penuh standar ganda,” terang HILMI melalui Intellectual
Opinion No. 034 bertajuk "Venezuela & Mitos Tata Dunia Global, Preseden
Intervensi Kemanusiaan di Sejarah Islam.
Kepada TintaSiyasi.ID, Selasa
(06/01/2026), HILMI menyebut tawaran itu bertumpu pada akhlak politik yang
menempatkan kekuasaan di bawah hukum Allah Yang Maha Esa.
“Empat pilar utama yang diajukan adalah:
pertama, kesetaraan bangsa tanpa hak veto militer; kedua, supremasi
hukum moral bagi penguasa,” beber HILMI.
Lanjut dijelaskan, “Ketiga, intervensi
terbatas yang hanya bermandat untuk menghentikan kejahatan berat; keempat,
akuntabilitas pascakrisis yang meliputi pemulihan korban dan penarikan pasukan.”
HILMI menegaskan bahwa sistem ini
bukan sekadar utopia karena pernah dijalankan secara nyata dalam sejarah
Khilafah Islamiyah.
“Tanpa landasan sistem Islam, tata
dunia hanya akan terus menjadi topeng bagi kepentingan pihak yang kuat,”
pungkas HILMI.[] Rere
