“Islam memiliki paradigma berbeda
mengenai intervensi kemanusiaan,” tutur HILMI pada TintaSiyasi.ID,
Selasa (06/01/2026).
Tercantum dalam Intellectual
Opinion No. 034 bertajuk "Venezuela & Mitos Tata Dunia Global, Preseden
Intervensi Kemanusiaan di Sejarah Islam”, HILMI menyitat QS An-Nisa ayat 75
yang menyatakan bahwa Islam mewajibkan pembelaan terhadap kaum tertindas tanpa
memandang kewarganegaraan atau kepentingan geopolitik.
HILMI membandingkan praktik modern
dengan preseden sejarah Islam, seperti peristiwa Amuriyah dan perlindungan di
Semenanjung Krim.
“Berbeda dengan intervensi Barat yang
sering bertujuan untuk perubahan rezim (regime change) dan eksploitasi
ekonomi, intervensi dalam sejarah Islam murni bertujuan menghentikan kezaliman
tanpa adanya kolonisasi ekonomi maupun pemaksaan agama,” sebut HILMI.
“Islam menolak pembiaran atas
kejahatan kemanusiaan, namun juga mengharamkan agresi yang dibungkus retorika
kepentingan strategis-ekonomis,” tandas HILMI.[] Rere
