TintaSiyasi.id -- Menanggapi penangkapan Presiden Venezuela yang dilakukan Amerika Serikat dengan alasan narkoba dan kriminal ke wilayah AS, Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana, mengatakan, penangkapan Maduro terkait dengan posisi kepentingan Amerika Serikat.
"Kita harus membaca bahwa peristiwa ini (penangkapan Maduro) terkait dengan posisi-posisi tadi Amerika Serikat tentu punya kepentingan baik secara dalam negeri yang mereka narasikan sebagai memberantas narkoterorisme dan itu yang dituduhkan kepada Nicolas Maduro dan itulah yang diadili alasan penangkapannya," ungkapnya di acara Maduro Ditangkap, Hanya Soal Narkoba?, di akun YouTube UIY Official, Ahad (11/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa ada kepentingan ekonomi AS yaitu terkait penguasaan minyak Venezuela. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan selama ini Venezuela dianggap tidak kooperatif terhadap Amerika Serikat. Hubungan Venezuela dengan negara-negara rival Amerika Serikat khususnya Cina terkait dengan eksport minyak ke sana, maka ini menjadikan alasan kuat AS mengambil kesempatan penangkapan Maduro dikaitkan dengan penguasaan minyak Venezuela.
Hal ini, kata Budi, menunjukkan Donald Trump bersikap arogansi yang luar biasa, ketidak peduliannya dengan tatanan-tatanan demokratisasi, hukum internasional, bahkan secara terang-terangan Trump menyatakan tidak peduli dengan international law terkait dengan kasus penangkapan Maduro.
"Karena bagi Amerika, kan dia bisa memberlakukan apa yang disebut sebagai ekstrateritorial law. Jadi hukum Amerika yang diberlakukan di negara lain gitu dan itu tentu pastinya dalam konteks hukum internasional bisa saja melabrak tatanan-tatanan yang sudah disepakati secara internasional. Tetapi AS tidak peduli dengan itu termasuk juga indikasi bahwa Amerika kemudian menegaskan keluar gitu dari organisasi-organisasi internasional yang memang dianggap bagi Trump tidak relevan, tidak punya nilai kepentingan yang cukup kuat Amerika Serikat," cecarnya.
Selanjutnya, dalam konteks politik dan geopolitik global menegaskan unitaliarizom Amerika Serikat sebagai adidaya globa, yang dipimpin oleh Donald Trump menunjukkan sifat ultranasionalisme dengan slogan make america great again.
"Kita bisa saksikan bersama apa yang dilakukan oleh Donald, yang harus jadi catatan bahwa bukan peristiwa yang terakhir bisa saja apa yang dilakukan oleh Trump ini juga dilakukan terhadap pemimpin-pemimpinan negara lain yang tidak kooperatif terhadap Amerika Serikat. Baik di benua Amerika atau di belahan dunia lain Apalagi secara eksklusif Trump sudah mengincar beberapa wilayah yang bisa saja kepentingan Amerika Serikat ada di sana. Dia Coba juga lakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan seperti bagaimana Trump menginginkan kawasan Greenland atau mengancam Colombia bisa juga misalnya nanti masuk ke Asia Pasifik," pungkasnya.[] Alfia