Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Palestina Masih Berdarah, Akankah Kita Menyerah?

Senin, 12 Januari 2026 | 20:55 WIB Last Updated 2026-01-12T13:55:43Z

TintaSiyasi.id -- Problematika di negara kita Indonesia, memang belum tuntas terkait bencana banjir di Sumatra dan Aceh. Tapi kita juga jangan sampai lupa dengan keadaan saudara muslim kita di Palestina. Mereka masih butuh perhatian dan perjuangan kita.

Dilansir antaranews.com Kementerian Luar Negeri Chile pada Jumat mengecam keputusan Israel untuk mendirikan 19 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki. Kondisi ini jelas merusak upaya untuk mengamankan perdamaian yang adil.

Sebentar lagi bulan mulia Ramadhan memasuki kehidupan kita. Itu artinya Ramadhan kali ini saudara muslim kita di Palestina kembali menjalankan ibadah puasa dengan keadaan masih terkungkung perang genosida. Sedih bercampur miris. Israel masih terus menggencarkan niat jahatnya dengan cara menggusur dan mencaplok wilayah Palestina. 19 pemukiman baru dibuka di Tepi Barat. Genosida, pelaparan Gaza, serangan pasca gencatan senjata seolah terlupakan.

Solusi antar 2 negara yang diharapakan nyatanya tak menyelesaikan masalah. Bahkan solusi yang di gagas oleh PBB hanya dianggap gertak sambal oleh israel. Solusi yang telah digulirkan diantaranya 20 poin Trump, gencatan senjata justru menjadi konspirasi jahat untuk menguasai Palestina.

Israel ini memang denial sekali. Menempuh segala cara untuk merampas dan menguasai seluruh wilayah Palestina. Padahal seluruh dunia mengecam perbuatan keji tersebut. Israel menunjukkan sikap arogansinya untuk memimpin dan mendominasi politik dan ekonomi dunia. 

Dendam dan kebencian zionis terhadap Islam dan umat Islam makin nyata dan terus berlangsung. Mirisnya, dunia seakan tak punya kemampuan untuk menghalangi tindakan jahat Israel di muka bumi ini termasuk genosida Gaza/ Palestina.

Kekejian Israel Yahudi dalam kerusakan di muka bumi ini memang sudah dikabarkan di banyak ayat dalam Alquran. Allah berfirman dalam salah satu ayatnya: "Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah kami utus pada mereka rasul rasul. Setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka sebagian dari rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh" (QS. Al Maidah ayat 70).

Sebagai umat Islam kita harus selalu mengikuti panduan dari Allah SWT bukan malah berwala' ( menunjukkan kesetiaan dan kecintaan) kepada orang kafir. Dalam hal ini orang Yahudi dan Nasrani seperti yang dijelaskan dalam Kitab Syakhsiyah 2 Bab Hukum Memberikan Loyalitas pada orang kafir. Rasulullah SAW dalam shirohnya juga menjelaskan untuk bertindak tegas terhadap negara kafir yang memusuhi Islam dan pengkhianat perjanjian (Daulah Islam). 

Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi kita untuk kembali kepada aturan Islam dalam menyelesaikan permasalahan Palestina. Islam memerintahkan kita untuk melakukan jihad atas perintah Khalifah. Hanya jihad dan Khilafah yang bisa membungkam arogansi Israel untuk menguasai dunia dan berbuat banyak kerusakan/kejahatan manusia.

Maka adalah perkara wajib bagi kaum Muslimin untuk menguasahakan penegakan Khilafah, karena hanya khilafah yang mampu mengirimkan pasukan untuk menyelesaikan permasalahan Palestina. Wallahu a'laam

Oleh: Ummul Bariyah
Aktivis muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update