Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Nasib Palestina Masih Menderita, Kapankah Berakhir?

Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:05 WIB Last Updated 2026-01-17T12:08:20Z

TintaSiyasi.id -- Situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, kembali memburukdan sangat mengkhawatirkan sebagaimana pernyataan bersama Inggris, Kanada, Prancis, dannegara-negara lain pada Selasa (30/12/2025). (tribunnews.com, 31/12/2025) 

Serangan, pembunuhan, pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel terus dilakukan oleh rezim Israel laknatullah. Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 71.269 orang, sementara 171.232 lainnya mengalami luka. Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa selama 48 jam terakhir, tiga korban tewas dibawa ke rumah sakit di Gaza, termasuk dua jasad yang dievakuasi dari reruntuhan, selain 10 korban luka. (antaranews.com, 31/12/2025)

Lebih dari itu, Israel melarang 37 organisasi kemanusiaan beroperasi di Palestina. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pun mengutuk keputusan sewenang-wenang Israel untuk membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Jalur Gaza. (antaranews.com, 31/12/2025) 

Penderitaan rakyat Palestina niscaya akan terus berlangsung selama Israel tetap eksis, baik diakui ataupun tidak diakui oleh dunia. Israel akan terus mewujudkan cita-cita mereka mendirikan Israel Raya dan menguasai politik-ekonomi dunia dengan berbagai macam cara menghancurkan Gaza hingga mereka berhasil meraih tujuannya. Maka, membiarkan negara Israel tetap eksis sama dengan membiarkan Palestina menderita selamanya. Hal ini telah terbukti dengan jelas bahwa hingga saat ini tidak ada solusi bagi kejahatan Israel terhadap Palestina meskipun semua sudah merasakan kebiadaban Israel terhadap Palestina. Lembaga Internasional sekalipun tidak berdaya atas Israel dan sekutunya meskipun sudah banyak yang meminta untuk menghentikan perang.

Berbagai tawaran penyelesaian yang dipimpin AS akan memposisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang makin dalam. Sebab, AS berdiri dibarisan Israel tentu saja tidak akan ada solusi yang menguntungkan bagi Palestina. Apa yang dilakukan oleh negera-negara didunia hari ini dengan mengutuk dan memohon kebaikan Israel untuk membuka bantuan kemanusiaan tidak cukup untuk membebaskan penderitaan Palestina. Hal ini telah terbukti hingga saat ini rakyat Gaza khususnya masih hidup dalam penderitaan meskipun berbagai bantuan terus dikirimkan. Sebab, yang mereka harapkan bukan sekadar bantuan kebutuhan tetapi bantuan dari dunia khususnya penguasa Muslim untuk membantu memerangi Israel.

Para penguasa negeri-negeri kaum Muslim juga tidak bisa diharapkan. Pengkhianatan penguasa Muslim harus dihentikan. Para penguasa Muslim harus membuka mata dan hati mereka bahwa solusi atas saudara Muslim di Palestina adalah dengan kesatuan umat dalam naungan khilafah. Begitu pula kesadaran kaum Muslim untuk bangkit dan bersatu dalam naungan khilafah harus terus dikobarkan. Umat harus benar-benar menyadari bahwa tidak ada solusi lain selain jihad dan Khilafah.

Khilafah merupakan perisai (junnah) bagi umat. Sebagaimana para pendahulu umat ini telah berjuang untuk memerdekakan Palestina dari tangan orang-orang Kafir. Saat itu, tidak lain mereka berada pada satu naungan yakni Khilafah Islamiyah. Umat Islam seluruh dunia harus bersatu demi mewujudkan khilafah. Sebab, Palestina adalah tanah kharajiah yakni tanah milik seluruh kaum Muslim sampai hari kiamat.

Sudah saatnya, umat ini menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk sama-sama berjuang menegakkan khilafah sebagai solusi hakiki bagi penderitaan Palestina.

Wallahu a'lam bishshawab.[]


Oleh: Pipit Ayu
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update