Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Muslimah Empowered dengan Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Minggu, 18 Januari 2026 | 22:26 WIB Last Updated 2026-01-18T15:26:39Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Dr. Diyana menyatakan bahwa menjadi Muslimah yang empowered adalah dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

 

“Kalau ingin menjadi Muslimah yang empowered, kita harus menjadi manusia yang bermanfaat,” ujarnya dalam slot Bicara Muslimah Online berjudul Pemberdayaan Perempuan: Antara Perspektif Kapitalis dan Islam, Sabtu (03/01/2026).

 

Sebagaimana dipahami oleh masyarakat, peran utama Muslimah adalah sebagai ummu warabbatul bait (ibu dan pengelola rumah tangga). “Namun ada peran lain yang tidak kalah penting, yaitu peran Muslimah sebagai ummu ajyal (ibu generasi),” jelaskan Dr. Diyana.

 

“Perempuan ini memiliki dua peran. Dalam konteks yang menyeluruh, perempuan bukan hanya pengelola rumah tangga. Ia juga adalah ummu ajyal, yaitu ibu generasi, di mana ibu generasi memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ulasnya.

 

Menurut dia, Muslimah harus bercita-cita untuk berkontribusi dalam perjuangan membangkitkan generasi, dan usaha ini merupakan manfaat besar dampaknya bagi umat Islam.

 

“Ia (Muslimah) memiliki tanggung jawabnya sendiri, memiliki kontribusi yang harus dipikul. Ia harus tampil ke depan dan tetap relevan dengan nilai-nilai Islam serta identitas Islam untuk membangun generasi itu sendiri,” tambahnya.

 

Dia memberi contoh perempuan di Palestina yang memahami peran Muslimah sebenarnya, meskipun menghadapi tantangan dan dampak peperangan yang dahsyat. “Semangat mereka sangat kuat dalam membangun generasi penerus perjuangan,” sebutnya.

 

“Kita melihat contoh Muslimah yang berada di tengah-tengah kelompok pengungsi Muslim, Gaza, bagaimana keteguhan hati Muslimah di Palestina. Mereka memahami dan mengenal peran mereka yang sesungguhnya sebagai perempuan,” katanya.

 

Dia berpandangan bahwa dalam konteks pemberdayaan perempuan, Muslimah Palestina layak dijadikan teladan karena karakter dan kepribadian Islam sejati yang ada pada diri mereka.

 

“Mereka memiliki karakter Muslim yang paling baik jika kita ingin mengambil contoh. Jika kita ingin melihat seperti apa pemberdayaan perempuan dalam Islam, kita dapat melihat apa yang ada pada masyarakat Palestina,” ujarnya lagi.

 

Dia membandingkan dengan pemahaman pemberdayaan perempuan di Malaysia yang cenderung mengukur keberhasilan perempuan semata-mata dari pencapaian status dan materi.

 

“Jika kita merefleksikan pemberdayaan perempuan dalam konteks lingkungan kita, perempuan dianggap berhasil jika memiliki jabatan tinggi, menjadi menteri, ketua menteri, memiliki posisi dalam organisasi, menjadi direktur, kaya, memiliki mobil besar, dan sebagainya. Lalu, siapakah sebenarnya Muslimah empowered itu?” tanyanya.

 

Dia mengutip hadis riwayat Ahmad, Ath-Thabrani, dan Ad-Daruquthni yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. “Hadis ini menjadi penguat bagi Muslimah agar yakin dan mampu menjalankan setiap peran yang diamanahkan demi ketakwaannya kepada Allah dan Rasul-Nya,” lugasnya.

 

“Seorang Muslimah yang empowered adalah wanita yang mampu menjalankan setiap dimensi kehidupan untuk tujuan Islam dan memiliki cita-cita besar untuk meraih kemuliaan umat Nabi Muhammad saw.,” pungkasnya.[] Rahmah

Opini

×
Berita Terbaru Update