Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menjadi Penyalur Energi Kebaikan: Seni Memberi Dorongan dalam Setiap Pertemuan

Senin, 19 Januari 2026 | 08:25 WIB Last Updated 2026-01-19T01:25:16Z
TintaSiyasi.id -- Skill with People yang Menghidupkan Jiwa dan Menguatkan Umat.

Pendahuluan: Kita Tak Pernah Tahu Luka yang Dibawa Seseorang. 
Setiap manusia datang dalam perjumpaan dengan membawa cerita. Ada yang membawa harapan, ada yang menyimpan kelelahan, ada pula yang memikul luka yang tak sempat ia ceritakan kepada siapa pun. Dalam kondisi seperti inilah, sebuah dorongan sederhana bisa menjadi cahaya kecil, tetapi cukup untuk menerangi jalan.
Memberi dorongan kepada orang lain setiap kali bertemu bukanlah perkara remeh. Ia adalah keterampilan sosial yang bernilai ibadah, sebuah skill with people yang menuntut kepekaan hati, kematangan jiwa, dan keluhuran akhlak.

Makna Dorongan: Lebih dari Sekadar Kata-Kata
Dorongan (encouragement) bukan basa-basi, bukan pula pujian kosong. Dorongan adalah pengakuan atas nilai kemanusiaan seseorang. Ia lahir dari hati yang jujur dan niat yang tulus. Dalam Islam, dorongan adalah bagian dari ta’awun (saling menolong), bukan dalam bentuk materi, tetapi dalam bentuk penguatan jiwa.
Rasulullah Saw., bersabda:
الكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

“Perkataan yang baik adalah sedekah.”
(HR. Bukhari dan Muslim). 

Betapa luasnya rahmat Allah, bahkan kata-kata pun dapat bernilai sedekah jika keluar dari hati yang bersih.

Manusia dan Kebutuhan Akan Penguatan Jiwa
Secara fitrah, manusia membutuhkan:
• Pengakuan
• Dihargai
• Diperhatikan
• Dikuatkan
Banyak orang gagal bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena kehabisan dukungan. Ia lelah bukan karena jalan terlalu terjal, melainkan karena berjalan sendirian tanpa ada yang berkata, “Teruskan, kamu mampu.”
Dalam psikologi dakwah, dorongan berfungsi sebagai:
• Penguat motivasi intrinsik
• Penumbuh rasa percaya diri
• Penjaga kesehatan mental dan spiritual

Skill with People: Menghadirkan Diri yang Menguatkan
Skill with people bukan soal kepandaian berbicara, tetapi kepiawaian memanusiakan manusia. Orang yang matang secara sosial tidak menjadikan perjumpaan sebagai ajang pamer kehebatan, melainkan sebagai ruang berbagi energi kebaikan.
Dorongan bisa hadir dalam bentuk:
• Mendengarkan dengan penuh perhatian
• Mengapresiasi usaha, bukan hanya hasil
• Menghindari kata-kata yang meremehkan
• Menjadi aman secara emosional
Sering kali, kehadiran yang menguatkan lebih dibutuhkan daripada nasihat yang panjang.

Teladan Rasulullah Saw., : Menguatkan Sebelum Menyuruh
Rasulullah Saw., adalah pendidik jiwa. Beliau tidak sekadar memerintah, tetapi menumbuhkan kepercayaan diri para sahabat.
Ketika melihat potensi, beliau menguatkan.
Ketika melihat kelemahan, beliau menenangkan.
Ketika melihat kegagalan, beliau mengangkat kembali harga diri.
Inilah rahasia mengapa dakwah Nabi Saw., mengakar kuat—karena dibangun di atas dorongan, bukan tekanan.

Dorongan sebagai Akhlak Orang Beriman
Orang beriman sejati adalah orang yang:
• Hadirnya menenangkan
• Ucapannya menghidupkan
• Sikapnya menguatkan
Ia tidak tega melihat saudaranya runtuh, apalagi menjadi penyebabnya. Ia paham, menjatuhkan itu mudah, mengangkat itu mulia.

Allah Swt., berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 83).

Ayat ini tidak membatasi kepada siapa kebaikan itu diberikan, kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Refleksi: Siapakah Kita dalam Hidup Orang Lain?
Setiap pertemuan meninggalkan bekas. Pertanyaannya:
• Apakah kita meninggalkan semangat atau kelelahan?
• Apakah orang lain pulang dengan hati yang lebih lapang setelah bertemu kita?
• Ataukah justru semakin berat karena ucapan dan sikap kita?
Orang besar bukan yang ditakuti, tetapi yang kehadirannya dirindukan.

Menjadi Penyalur Energi Kebaikan
Bayangkan jika setiap muslim:
• Memberi dorongan, bukan cemoohan
• Menyemangati, bukan menghakimi
• Menguatkan, bukan melemahkan
Maka umat ini akan bangkit bukan hanya dengan ilmu, tetapi dengan akhlak yang menghidupkan.

Penutup: Sedekah yang Tak Pernah Rugi
Memberi dorongan tidak mengurangi apa pun dari diri kita. Justru ia:
• Membersihkan hati
• Menenangkan jiwa
• Mengundang keberkahan
Jadilah orang yang ketika hadir, orang lain merasa lebih berani menghadapi hidup.
Semoga Allah menjadikan lisan kita lisan yang menyejukkan, dan kehadiran kita sebagai rahmat bagi sesama.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Dr Nasrul Syarif, M.Si. 
Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo

Opini

×
Berita Terbaru Update