TintaSiyasi.id -- Pendahuluan: Umrah Bukan Sekadar Perjalanan, tetapi Perubahan Kehidupan
Umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci. Ia adalah perjalanan ruhani, perjalanan pulang menuju Allah Swt., dan lebih dari itu, ia adalah titik balik kehidupan. Ketika umrah dilakukan bersama keluarga, maka umrah bukan hanya ibadah personal, tetapi proyek besar membangun keluarga bahagia yang diridhai Allah.
Dari sinilah lahir peran mulia: Menjadi Duta Keluarga Bahagia, keluarga yang tidak hanya berangkat umrah, tetapi pulang membawa cahaya, lalu menebarkannya ke lingkungan sekitar.
Makna Keluarga Bahagia dalam Islam
Keluarga bahagia dalam Islam bukan sekadar tertawa bersama, bukan pula hanya berkecukupan secara materi. Keluarga bahagia adalah keluarga yang hidup dalam sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Allah Swt., berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).
Keluarga bahagia adalah keluarga yang:
Menjadikan iman sebagai fondasi
Menjadikan ibadah sebagai budaya
Menjadikan komunikasi sebagai jalan rahmat
Menjadikan ujian sebagai sarana pendewasaan
Umrah: Madrasah Cinta dan Keteladanan Keluarga
Ketika keluarga berangkat umrah bersama, sesungguhnya mereka sedang memasuki madrasah kehidupan:
Ayah belajar menjadi imam dan pemimpin ruhani
Ibu belajar menjadi penjaga kelembutan dan keteguhan iman
Anak-anak belajar keteladanan langsung, bukan sekadar nasihat
Di hadapan Ka’bah, semua ego runtuh. Semua gelar ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah hamba-hamba yang merindu ampunan dan rahmat Allah.
Makna Umrah yang Mabrur dan Mabruk
Umrah Mabrur
Umrah yang mabrur adalah umrah yang:
Dilandasi niat ikhlas
Dilaksanakan sesuai sunnah
Menjauhkan pelakunya dari dosa setelah pulang
Melahirkan perubahan akhlak dan ketaatan
Rasulullah Saw., bersabda:
“Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Umrah yang Mabruk
Umrah yang mabruk adalah umrah yang diberkahi Allah:
Harta terasa cukup
Hati terasa lapang
Keluarga semakin rukun
Rezeki semakin bersih dan tenang
Umrah mabruk bukan diukur dari foto atau cerita, tetapi dari jejak perubahan hidup.
Menjadi Duta Keluarga Bahagia: Sebuah Peran Mulia
Duta Keluarga Bahagia bukan jabatan formal, melainkan amanah akhlak dan keteladanan. Mereka adalah keluarga yang:
1. Menjadi contoh akhlak setelah umrah
2. Menjaga shalat dan ibadah berjamaah
3. Menguatkan komunikasi dan kasih sayang keluarga
4. Menebarkan semangat hijrah di lingkungan
5. Mengajak dengan teladan, bukan paksaan
Mereka tidak banyak bicara, tetapi hidupnya menjadi dakwah.
Langkah Menjadi Duta Keluarga Bahagia Menuju Umrah
1. Luruskan Niat Sejak Rumah
Umrah keluarga bukan untuk gaya hidup, bukan untuk gengsi sosial. Ia adalah perjalanan taubat kolektif keluarga.
Tanamkan niat:
“Ya Allah, kami ingin pulang sebagai keluarga yang Engkau ridai.”
2. Persiapkan Ruhani Sebelum Fisik
Sebelum koper dikemas, hati harus dibersihkan:
Saling memaafkan
Memperbaiki shalat
Membiasakan doa bersama
Menumbuhkan kesabaran dan empati
3. Jadikan Umrah sebagai Momentum Pendidikan Keluarga
Di Tanah Suci:
Ayah memimpin doa
Ibu menguatkan suasana batin
Anak-anak dilibatkan dalam ibadah
Ajarkan bahwa bahagia bukan di hotel, tapi di dekat Allah.
4. Pulang dengan Komitmen Hijrah Keluarga
Umrah sejati dimulai setelah pulang:
Shalat berjamaah di rumah
Menghidupkan Al-Qur’an
Menjaga adab dan lisan
Menguatkan silaturahmi
Inilah tanda umrah yang mabrur dan mabruk.
Hikmah Umrah bagi Keharmonisan Keluarga
Banyak keluarga merasakan:
Konflik berkurang
Hati lebih lembut
Ego lebih terkendali
Rumah terasa lebih tenang
Karena di Tanah Suci, keluarga belajar bersujud bersama, dan siapa yang terbiasa sujud bersama, akan sulit bertengkar lama.
Penutup: Dari Keluarga, untuk Peradaban
Peradaban besar lahir dari keluarga-keluarga yang lurus. Dan keluarga yang pernah sujud bersama di depan Ka’bah, lalu menjaga kesuciannya setelah pulang adalah aset besar umat.
Semoga Allah Swt., menjadikan kita:
Keluarga yang bahagia
Keluarga yang diridhai
Keluarga yang layak menjadi Duta Keluarga Bahagia
Keluarga yang menuju Umrah yang Mabrur dan Mabruk
Doa Penutup
“Ya Allah, jadikan perjalanan umrah kami sebagai jalan perubahan, perbaikan, dan keberkahan bagi keluarga kami dan generasi setelah kami.”
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Agen dan Tour Leader serta Pengisi Manasik Umrah Chatour Travel