Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menjadi Duta Keluarga Bahagia Menuju Umrah yang Mabrur dan Mabruk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:53 WIB Last Updated 2026-01-02T07:53:37Z
TintaSiyasi.id -- Pendahuluan: Umrah Bukan Sekadar Perjalanan, tetapi Perubahan Kehidupan

Umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci. Ia adalah perjalanan ruhani, perjalanan pulang menuju Allah Swt., dan lebih dari itu, ia adalah titik balik kehidupan. Ketika umrah dilakukan bersama keluarga, maka umrah bukan hanya ibadah personal, tetapi proyek besar membangun keluarga bahagia yang diridhai Allah.

Dari sinilah lahir peran mulia: Menjadi Duta Keluarga Bahagia, keluarga yang tidak hanya berangkat umrah, tetapi pulang membawa cahaya, lalu menebarkannya ke lingkungan sekitar.

Makna Keluarga Bahagia dalam Islam

Keluarga bahagia dalam Islam bukan sekadar tertawa bersama, bukan pula hanya berkecukupan secara materi. Keluarga bahagia adalah keluarga yang hidup dalam sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Allah Swt., berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).

Keluarga bahagia adalah keluarga yang:

Menjadikan iman sebagai fondasi

Menjadikan ibadah sebagai budaya

Menjadikan komunikasi sebagai jalan rahmat

Menjadikan ujian sebagai sarana pendewasaan

Umrah: Madrasah Cinta dan Keteladanan Keluarga

Ketika keluarga berangkat umrah bersama, sesungguhnya mereka sedang memasuki madrasah kehidupan:

Ayah belajar menjadi imam dan pemimpin ruhani

Ibu belajar menjadi penjaga kelembutan dan keteguhan iman

Anak-anak belajar keteladanan langsung, bukan sekadar nasihat

Di hadapan Ka’bah, semua ego runtuh. Semua gelar ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah hamba-hamba yang merindu ampunan dan rahmat Allah.

Makna Umrah yang Mabrur dan Mabruk

Umrah Mabrur

Umrah yang mabrur adalah umrah yang:

Dilandasi niat ikhlas

Dilaksanakan sesuai sunnah

Menjauhkan pelakunya dari dosa setelah pulang

Melahirkan perubahan akhlak dan ketaatan

Rasulullah Saw., bersabda:

“Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim). 

Umrah yang Mabruk

Umrah yang mabruk adalah umrah yang diberkahi Allah:

Harta terasa cukup

Hati terasa lapang

Keluarga semakin rukun

Rezeki semakin bersih dan tenang

Umrah mabruk bukan diukur dari foto atau cerita, tetapi dari jejak perubahan hidup.

Menjadi Duta Keluarga Bahagia: Sebuah Peran Mulia

Duta Keluarga Bahagia bukan jabatan formal, melainkan amanah akhlak dan keteladanan. Mereka adalah keluarga yang:

1. Menjadi contoh akhlak setelah umrah

2. Menjaga shalat dan ibadah berjamaah

3. Menguatkan komunikasi dan kasih sayang keluarga

4. Menebarkan semangat hijrah di lingkungan

5. Mengajak dengan teladan, bukan paksaan

Mereka tidak banyak bicara, tetapi hidupnya menjadi dakwah.

Langkah Menjadi Duta Keluarga Bahagia Menuju Umrah

1. Luruskan Niat Sejak Rumah

Umrah keluarga bukan untuk gaya hidup, bukan untuk gengsi sosial. Ia adalah perjalanan taubat kolektif keluarga.

Tanamkan niat:

“Ya Allah, kami ingin pulang sebagai keluarga yang Engkau ridai.”

2. Persiapkan Ruhani Sebelum Fisik

Sebelum koper dikemas, hati harus dibersihkan:

Saling memaafkan

Memperbaiki shalat

Membiasakan doa bersama

Menumbuhkan kesabaran dan empati

3. Jadikan Umrah sebagai Momentum Pendidikan Keluarga

Di Tanah Suci:

Ayah memimpin doa

Ibu menguatkan suasana batin

Anak-anak dilibatkan dalam ibadah

Ajarkan bahwa bahagia bukan di hotel, tapi di dekat Allah.

4. Pulang dengan Komitmen Hijrah Keluarga

Umrah sejati dimulai setelah pulang:

Shalat berjamaah di rumah

Menghidupkan Al-Qur’an

Menjaga adab dan lisan

Menguatkan silaturahmi

Inilah tanda umrah yang mabrur dan mabruk.

Hikmah Umrah bagi Keharmonisan Keluarga

Banyak keluarga merasakan:

Konflik berkurang

Hati lebih lembut

Ego lebih terkendali

Rumah terasa lebih tenang

Karena di Tanah Suci, keluarga belajar bersujud bersama, dan siapa yang terbiasa sujud bersama, akan sulit bertengkar lama.

Penutup: Dari Keluarga, untuk Peradaban

Peradaban besar lahir dari keluarga-keluarga yang lurus. Dan keluarga yang pernah sujud bersama di depan Ka’bah, lalu menjaga kesuciannya setelah pulang adalah aset besar umat.

Semoga Allah Swt., menjadikan kita:

Keluarga yang bahagia

Keluarga yang diridhai

Keluarga yang layak menjadi Duta Keluarga Bahagia

Keluarga yang menuju Umrah yang Mabrur dan Mabruk

Doa Penutup

“Ya Allah, jadikan perjalanan umrah kami sebagai jalan perubahan, perbaikan, dan keberkahan bagi keluarga kami dan generasi setelah kami.”
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. 
Agen dan Tour Leader serta Pengisi Manasik Umrah Chatour Travel

Opini

×
Berita Terbaru Update