Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mengapa AS Ambisi Kuasai Greenland?

Jumat, 16 Januari 2026 | 10:42 WIB Last Updated 2026-01-16T03:42:49Z

TintaSiyasi.id -- Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa, Dr. Ahmad Sastra memaparkan alasan Amerika Serikat berambisi menguasai Greenland. 

"Mengapa Greenland begitu penting (bagi Amerika)? Secara strategis, lokasi Greenland di Arktik menjadikannya pusat dari jalur pelayaran baru, pedalaman mineral penting seperti lithium dan mineral kritis lain, serta pangkalan militer yang telah lama menjadi bagian dari pertahanan AS. Pangkalan seperti Pituffik Space Base telah menjadi alat projek kekuatan AS di wilayah ini sejak Perang Dingin," ujarnya dikutip TintaSiyasi.id, Kamis (15/1/2026).

Ia mengatakan, menurut sejumlah analis internasional dan pakar hukum internasional, tindakan ini membuka kontroversi serius terkait legitimasi, hukum perang, dan hak kedaulatan negara. Beberapa pakar bahkan menyebutnya tidak konsisten dengan prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melarang penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat tanpa mandat PBB atau klaim pertahanan diri yang jelas.

Kemudian ia mempertanyakan, motif di balik operasi ini, Pemerintah AS menyatakan fokusnya pada pemberantasan perdagangan narkotika dan ancaman keamanan, sementara beberapa analis menilai operasi tersebut mencerminkan motif ekonomi yang lebih luas, terutama kontrol atas sumber daya minyak Venezuela, meskipun produksi minyak negara itu telah menurun drastis selama dua dekade.

"Respons global beraga, beberapa negara menyampaikan kritik keras dan kekhawatiran tentang pelanggaran kedaulatan, sementara sebagian lain melihatnya sebagai ekspresi dari dominasi kekuatan global yang selama ini menjadi ciri kekuatan besar dalam sejarah. Perdebatan ini membawa kita pada pertanyaan mendasar: apakah kita sedang menyaksikan kembalinya imperialisme di era kontemporer, atau sekadar sebuah bentuk intervensi geopolitik adaptif?" Tanyanya.

Sebagaimana yang diketahui, lanjut Ahmad, Greenland, sebuah wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark, muncul dalam sorotan global ketika Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan keinginannya agar Amerika Serikat “memiliki” atau menguasai wilayah strategis ini. Ia menegaskan bahwa Greenland penting untuk keamanan nasional AS dan diperlukan untuk menghadapi ancaman dari Rusia dan China di kawasan Arktik. Trump bahkan mengatakan hal ini bukan semata soal sumber daya, tetapi soal kepentingan strategis nasional.

"Namun, gagasan pencaplokan atau “akuisisi” ini segera ditolak oleh pemerintah Denmark, para pemimpin Greenland, dan sekutu NATO lainnya. Mereka menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual dan bahwa wilayah tersebut tetap berada di bawah kedaulatan Denmark serta memiliki status otonomi yang berarti keputusan besar seperti perubahan kedaulatan harus melalui persetujuan rakyat Greenland sendiri," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update