Perspektif Islam: Membangun Keluarga Sakinah Tanpa Kekerasan
ISLAM MENOLAK SEGALA BENTUK KEKERASAN
Islam datang sebagai rahmat bagi semesta, terlebih dalam ruang paling sakral: keluarga.
“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya, Dia menciptakan pasangan hidup agar kamu merasa tenang (sakinah), dan Dia menjadikan di antara kalian mawaddah dan rahmah.”
(QS. Ar-Rum: 21)
KDRT bertentangan langsung dengan:
Tujuan pernikahan
Nilai rahmah
Akhlak Rasulullah ﷺ
BENTUK KDRT DALAM PANDANGAN ISLAM
Islam memandang KDRT bukan hanya fisik, tetapi juga:
1. Kekerasan fisik
2. Kekerasan verbal (makian, penghinaan)
3. Kekerasan psikologis (ancaman, intimidasi)
4. Kekerasan ekonomi (penelantaran nafkah)
5. Kekerasan seksual (pemaksaan, pelecehan)
Semua bentuk ini haram karena merusak kehormatan manusia (karamah insaniyah).
AKAR MASALAH KDRT MENURUT ISLAM
1. Lemahnya Pemahaman Tauhid
Orang yang benar tauhidnya sadar:
Allah Maha Mengawasi
Setiap kezaliman akan dihisab
“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”
(QS. Al-Fajr: 14)
2. Salah Paham tentang Kepemimpinan Suami
Islam tidak membenarkan tirani. “Pemimpin terbaik adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)
Qiwamah = tanggung jawab, bukan kekuasaan absolut.
3. Minimnya Akhlak dan Kontrol Emosi
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu menahan amarah.”
(HR. Bukhari & Muslim)
4. Budaya Patriarki yang Keliru
Islam memuliakan perempuan:
Sebagai amanah
Sebagai mitra hidup
Sebagai ibu generasi
STRATEGI PENCEGAHAN KDRT DALAM ISLAM
1. PENGUATAN IMAN DAN TAQWA
Shalat berjamaah
Doa bersama
Tilawah Al-Qur’an dalam keluarga
Rumah yang hidup dengan dzikir tidak memberi ruang bagi kekerasan.
2. PENDIDIKAN PRA-NIKAH BERBASIS AKHLAK
Materi wajib:
Hak dan kewajiban suami-istri
Manajemen konflik
Komunikasi empatik
Fiqih keluarga
Nikah tanpa ilmu = konflik tanpa solusi.
3. TELADAN RASULULLAH ﷺ
Aisyah RA berkata: “Rasulullah tidak pernah memukul istri dan pembantunya.”
(HR. Muslim)
Sunnah Nabi = lembut, dialogis, dan adil.
4. KOMUNIKASI MA’RUF (BERADAB)
Islam menekankan:
Qaulan ma’rufa
Qaulan layyina
Qaulan sadida
Komunikasi kasar adalah pintu awal kekerasan.
5. PENYELESAIAN KONFLIK SECARA SYAR’I
Al-Qur’an menawarkan solusi: “Jika kamu khawatir terjadi perselisihan, utuslah juru damai dari kedua keluarga.”
(QS. An-Nisa: 35)
Mediasi keluarga lebih utama daripada emosi.
6. PERAN NEGARA DAN ULAMA
Islam tidak membiarkan kezaliman:
Negara wajib melindungi korban
Ulama wajib menegur pelaku
Masyarakat wajib mencegah
Amar ma’ruf nahi munkar berlaku juga di rumah tangga.
PERAN SUAMI DAN ISTRI DALAM PENCEGAHAN SUAMI:
Menjadi pelindung, bukan penindas
Memberi nafkah lahir batin
Mengendalikan emosi
ISTRI:
Menjaga komunikasi sehat
Menghormati pasangan
Berani mencari bantuan jika dizalimi
Islam tidak menyuruh korban diam terhadap kezaliman.
JIKA KDRT SUDAH TERJADI
Islam membolehkan:
Melapor
Meminta perlindungan
Mengambil langkah hukum
Bahkan khulu’ atau cerai jika darurat
Menjaga nyawa dan martabat lebih utama daripada mempertahankan rumah tangga zalim.
Penutup Reflektif
Rumah tangga bukan arena kekuasaan,
melainkan ladang ibadah. Tangan yang digunakan untuk memukul keluarga
adalah tangan yang lupa bahwa ia akan dimintai pertanggungjawaban. Islam hadir untuk menghapus kekerasan,
dan menggantinya dengan rahmah, adab, dan keadilan.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)