Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga

Senin, 12 Januari 2026 | 04:16 WIB Last Updated 2026-01-11T21:16:46Z

Perspektif Islam: Membangun Keluarga Sakinah Tanpa Kekerasan

ISLAM MENOLAK SEGALA BENTUK KEKERASAN

Islam datang sebagai rahmat bagi semesta, terlebih dalam ruang paling sakral: keluarga.

“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya, Dia menciptakan pasangan hidup agar kamu merasa tenang (sakinah), dan Dia menjadikan di antara kalian mawaddah dan rahmah.”
(QS. Ar-Rum: 21)

 KDRT bertentangan langsung dengan:

Tujuan pernikahan

Nilai rahmah

Akhlak Rasulullah ﷺ

BENTUK KDRT DALAM PANDANGAN ISLAM

Islam memandang KDRT bukan hanya fisik, tetapi juga:

1. Kekerasan fisik

2. Kekerasan verbal (makian, penghinaan)

3. Kekerasan psikologis (ancaman, intimidasi)

4. Kekerasan ekonomi (penelantaran nafkah)

5. Kekerasan seksual (pemaksaan, pelecehan)

Semua bentuk ini haram karena merusak kehormatan manusia (karamah insaniyah).

AKAR MASALAH KDRT MENURUT ISLAM

1. Lemahnya Pemahaman Tauhid

Orang yang benar tauhidnya sadar:

Allah Maha Mengawasi

Setiap kezaliman akan dihisab

“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”
(QS. Al-Fajr: 14)

2. Salah Paham tentang Kepemimpinan Suami

Islam tidak membenarkan tirani. “Pemimpin terbaik adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)

 Qiwamah = tanggung jawab, bukan kekuasaan absolut.

3. Minimnya Akhlak dan Kontrol Emosi

Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu menahan amarah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

4. Budaya Patriarki yang Keliru

Islam memuliakan perempuan:

Sebagai amanah

Sebagai mitra hidup

Sebagai ibu generasi

STRATEGI PENCEGAHAN KDRT DALAM ISLAM

1. PENGUATAN IMAN DAN TAQWA

Shalat berjamaah

Doa bersama

Tilawah Al-Qur’an dalam keluarga

Rumah yang hidup dengan dzikir tidak memberi ruang bagi kekerasan.

2. PENDIDIKAN PRA-NIKAH BERBASIS AKHLAK

Materi wajib:

Hak dan kewajiban suami-istri

Manajemen konflik

Komunikasi empatik

Fiqih keluarga

Nikah tanpa ilmu = konflik tanpa solusi.

3. TELADAN RASULULLAH ﷺ

Aisyah RA berkata: “Rasulullah tidak pernah memukul istri dan pembantunya.”
(HR. Muslim)

Sunnah Nabi = lembut, dialogis, dan adil.

4. KOMUNIKASI MA’RUF (BERADAB)

Islam menekankan:

Qaulan ma’rufa

Qaulan layyina

Qaulan sadida

Komunikasi kasar adalah pintu awal kekerasan.

5. PENYELESAIAN KONFLIK SECARA SYAR’I

Al-Qur’an menawarkan solusi: “Jika kamu khawatir terjadi perselisihan, utuslah juru damai dari kedua keluarga.”
(QS. An-Nisa: 35)

 Mediasi keluarga lebih utama daripada emosi.

6. PERAN NEGARA DAN ULAMA

Islam tidak membiarkan kezaliman:

Negara wajib melindungi korban

Ulama wajib menegur pelaku

Masyarakat wajib mencegah

Amar ma’ruf nahi munkar berlaku juga di rumah tangga.

PERAN SUAMI DAN ISTRI DALAM PENCEGAHAN SUAMI:

Menjadi pelindung, bukan penindas

Memberi nafkah lahir batin

Mengendalikan emosi

ISTRI:

Menjaga komunikasi sehat

Menghormati pasangan

Berani mencari bantuan jika dizalimi

Islam tidak menyuruh korban diam terhadap kezaliman.

JIKA KDRT SUDAH TERJADI

Islam membolehkan:

Melapor

Meminta perlindungan

Mengambil langkah hukum

Bahkan khulu’ atau cerai jika darurat

Menjaga nyawa dan martabat lebih utama daripada mempertahankan rumah tangga zalim.

Penutup Reflektif
Rumah tangga bukan arena kekuasaan,
melainkan ladang ibadah. Tangan yang digunakan untuk memukul keluarga
adalah tangan yang lupa bahwa ia akan dimintai pertanggungjawaban. Islam hadir untuk menghapus kekerasan,
dan menggantinya dengan rahmah, adab, dan keadilan.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update