Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masyarakat yang Hidup dalam Prinsip Sekularisme akan Munculkan Paham Hedonisme

Minggu, 04 Januari 2026 | 20:55 WIB Last Updated 2026-01-04T13:55:42Z

TintaSiyasi.id -- Pengamat Sosial dan Politik Ustaz Iwan Januar, mengatakan masyarakat yang hidup dalam kehidupan dengan prinsip hidup sekularisme maka memunculkan paham hedonisme. 

"Cuman tadi, kala masyarakat sudah hidup di dalam prinsip hidup sekularisme maka akan muncul paham hedonisme," ungkapnya di Kabar Petang, Takut Miskin Jadi Faktor Banyak Gen Z Takut Menikah?, di akun YouTube Khilafah News, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, prinsip masyarakat hari banyak mengambil paham sekularisme (menjauhkan agama dari kehidupan), banyak kalangan muda atau masyarakat secara umum tidak mau menjadikan agama sebagai prinsip hidup. Termasuk dalam persoalan rezeki yang bahwasanya dalam agama Islam diajarkan bahwa rezeki itu dari Allah.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ada prinsip hidup yang harus dikoreksi sekarang, seperti ketika bicara tentang finansial maka memisahkan antara mereka bekerja (pekerjaan) dengan finansial dengan faktor rezeki dari Allah Swt. Ini prinsip yang harus diluruskan, dikoreksi, diganti, sebab menurutnya pinsip ini datang dari paham sekularisme yang mengisahkan agama dari kehidupan.

"Nah sekularisme nanti muncul turunannya, itu pamer, hedonisme. Jadi mereka enggak mau pakai agama lalu mereka mencari kebahagiaan bukan berdasarkan agama. Karena bagi dia itu adalah kesenangan. Nah inilah prinsip masyarakat sekularisme yang melahirkan hedonisme. mereka enggak lagi berpikir bagaimana menjaga keseimbangan, menjaga kebaikan di masyarakat. Mereka berpikir, toh tidak merugikan orang lain, uangnya juga uang saya, badan-badan saya. Berpikirnya singkat saja tetapi mereka tidak berpikir secara jauh bahwa keadaan ini akan menyebabkan persoalan besar di masa depan," jelasnya. 

Pernikahan

Lebih lanjut, Pengamat Sosial dan Politik Islam itu menjelaskan, di sisi lain, generasi muda saat ini justru melihat terkait pernikahan itu sebagai beban. Paham sekularisme itu juga lah yang menyebabkan anak muda enggan menikah dengan alasan finansial belum mapan.
 
Ia menyayangkan, ketika banyak anak muda enggan menikah negeri ini. Hal itu menyebabkan generasi terancam punah. Generasi muda harusnya berpikir kesana. 

"Tetapi karena masyarakat hidup di dalam prinsip hidup sekularisme maka akan muncul paham hedonisme, mencari kesenangan pribadi, enggak mau nikah. Merasa sayang kalau menafkahi istri, anak. Tetapi kalau beli devide harganya belasan juta, puluhan juta, beli sepatu running harganya jutaan rupiah, ikut event olahraga yang outfitnya harganya jutaan rupiah atau jalan-jalan ke luar negeri dengan paket yang juga jutaan rupiah merasa enggak sayang," imbuhnya  

Ia mengatakan, kalau ini dibiarkan anak muda tidak berpikir jangka panjang, tidak menggunakan agama sebagai prinsip hidup dan negara tidak aware, tidak membuat kebijakan, tidak membantu ekonomi masyarakat maka tunggu saja Indonesia akan mengalami krisis kependudukan seperti yang sudah dialami negara lain.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update