Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Motif Jahat Zionis Yahudi Dibalik Pengakuannya terhadap Somaliland

Minggu, 04 Januari 2026 | 20:59 WIB Last Updated 2026-01-04T13:59:28Z

TintaSiyasi.id -- Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan mengungkapkan motif jahat Zionis Yahudi Israel dibalik pengakuan resminya terhadap Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada 26 Desember 2025.

"Motif jahat entitas Zionis Yahudi sangat jelas, secara geopolitik pertimbangan strategis berada di belakang pengakuan ini adalah entitas Zionis Yahudi membutuhkan sekutu di wilayah laut merah karena banyak alasan diantaranya melawan Houthi yang ada di Yaman," paparnya di akun TikTok Doktor Riyan, Sabtu (3/1/2026).

Dia mengungkapkan, bahwa sebenarnya entitas Zionis Yahudi berulang kali menyerang target di Yaman setelah perang Gaza pecah pada Oktober 2023 ini sebagai tanggapan atas serangan Houthi terhadap kapal-kapal entitas Zionis Yahudi yang ada di Laut Merah.

Kemudian, Houthi menyerang sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina di jalur Gaza dan Houthi telah menghentikan serangan mereka sejak gencatan senjata yang rapuh yang dilakukan di Gaza pada mulai Oktober 2025.

Selain itu, dunia mengutuk dan menolak langkah entitas Zionis Yahudi tersebut mulai dari Turki, Mesir, Djibouti, Indonesia, Somalia sendiri hingga Arab Saudi. Namun Amerika masih mempertimbangkan sikap apakah akan mendukung atau menolak (deklarasi kemerdekaan Somalialand). 

Lebih lanjut, Riyan memaparkan beberapa fakta terkait Somaliland. Pertama, Somaliland merupakan wilayah kecil yang mengatur dirinya sendiri dibagian utara Somalia terletak di selatan Teluk Aden dan dekat Selat Bab al-Mandab yang strategis. Wilayah ini berbatasan dengan Somalia di timur, Etiopia di selatan dan barat, serta Djibouti di barat laut dengan garis pantai sekitar 530 mile di Teluk Aden. Namun secara internasional l, wilayah tersebut masih dianggap bagian dari Somalia sementara Yaman berada di seberang Teluk Aden.

Ia menjelaskan, Somaliland adalah kandidat ideal untuk kerja sama semacam itu karena dapat menawarkan akses kepada entitas Zionis Yahudi ke area operasional yang dekat dengan zona konflik, kata institusi studi keamanan nasional pada bulan lalu selain tentu ada motif ekonomi.

Kedua, Somaliland adalah bagian dari nafsu rakus kolonialisme Eropa di Benua Afrika. Pada tahun 1884 Inggris mulai menjalin perjanjian dengan berbagai klan di Somaliland dan kemudian membentuk protectorate Somaliland. Pada masa yang sama Italia menguasai wilayah Somalia lainnya, sementara Prancis mengendalikan wilayah yang kini menjadi negara Djibouti 

Lebih lanjut, ungkap dia, Somaliland Britania merdeka pada 26/06/1960 dan diakui lebih dari 30 negara sebelum akhirnya memilih bersatu Somaliland Italia untuk membentuk negara Somalia pada tanggal 1/07/1960. Situasi Somalia berubah ketika Presiden Somalia Abdirashid Ali Shermarke dibunuh tahun 1969 yang diikuti kudeta militer. Jenderal Mohamed Siad Barre dalam upaya mempertahankan kekuasaan rezim Siad Barre memicu ketegangan antar klan termasuk memusuhi klan Isaaq yang mayoritas berada di Somaliland.

"Gerakan nasional Somalia atau Somalia Nasional Movement (SNM) yang didominasi Klan Issaq itu memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap pemerintahan pusat Somalia yang ada di Mogadishu. Ketegangan memuncak ketika rezim Siad Barre memborbardir Hargeisa di Somaliland dan menewaskan puluhan ribu warga. Siad Barre memerintah secara otoriter hingga digulingkan pada 1991, Somalia akhirnya terjerumus perang saudara berkepanjangan. Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan meski masih diakui secara internasional sebagai bagian Somalia. Somaliland berkembang dengan jalur berbeda melalui pertemuan adat antar klan wilayah ini membangun stabilitas politik membentuk pemerintahan sendiri dan mengesahkan konstitusi melalui referendum pada tahun 2001," paparnya.

"Pertanyaannya apakah dunia Islam dan kaum muslim akan diam membiarkan perpecahan terjadi termasuk di Somaliland yang dipisahkan dari Somalia dimana keduanya mayoritas muslim dan makin masuk dalam perangkap jahat penjajah, sebagaimana terjadi di masa lalu yaitu masa kolonialisme sehingga akan makin memperlemah persatuan dan kesatuan dunia Islam untuk mengusir Zionis Yahudi penjajah pro genosida dari bumi Palestina," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update