Membaca Tanda-Tanda Allah Sebelum Datangnya Penyesalan (Tafsir dan Refleksi QS. Al-A‘rāf: 185)
Pendahuluan: Ibadah yang Sering Terlupakan
TintaSiyasi.id -- Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, manusia banyak bergerak tetapi sedikit merenung. Banyak berbicara, tetapi jarang berpikir mendalam. Banyak membaca berita, tetapi jarang membaca tanda-tanda Allah. Padahal, tafakur adalah ibadah sunyi yang justru melahirkan:
• Kejernihan iman
• Kedewasaan akal
• Kelembutan hati
• Ketundukan jiwa
Al-Qur’an tidak henti-hentinya menggugah manusia agar berpikir, merenung, dan bertafakur. Salah satu ayat yang paling kuat mengguncang kesadaran itu adalah QS. Al-A‘rāf ayat 185.
Ayat Tafakur yang Menggugat Kesadaran
أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍۢ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۢ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ
Artinya:
“Tidakkah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang telah Allah ciptakan, dan (tidakkah mereka memikirkan) bahwa boleh jadi ajal mereka telah dekat? Maka kepada perkataan manakah lagi mereka akan beriman setelah (Al-Qur’an) ini?”
1. Tafsir Global Ayat: Teguran yang Penuh Kasih
Ayat ini turun sebagai teguran Ilahi yang sangat lembut namun tajam. Allah tidak langsung mengancam, tetapi mengajak manusia berpikir.
Ibnu Katsir menjelaskan:
Allah mengingkari orang-orang yang enggan bertafakur tentang ciptaan-Nya, padahal tanda-tanda kekuasaan Allah sangat jelas di sekeliling mereka.
Kufur sering kali bukan karena tidak tahu, tetapi karena tidak mau berpikir.
2. “Tidakkah Mereka Memperhatikan?” – Pertanyaan Retoris Ilahi
Kata أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ bukan sekadar “melihat”, tetapi:
• Melihat dengan kesadaran
• Memperhatikan dengan hati
• Merenung dengan akal yang jujur
Ini adalah panggilan tafakur, bukan sekadar observasi ilmiah.
3. Tafakur tentang “Malakūt” Langit dan Bumi
Allah tidak hanya menyebut samāwāt wal-arḍ, tetapi malakūt.
Makna Malakūt
Menurut para mufassir:
• Kekuasaan Allah yang tersembunyi
• Sistem Ilahi di balik fenomena alam
• Hikmah di balik setiap ciptaan
Tafakur bukan hanya melihat apa, tetapi merenungkan mengapa dan untuk apa.
4. Tafakur Melahirkan Tauhid, Bukan Sekadar Kekaguman
Banyak orang:
• Kagum pada alam
• Terpesona oleh kosmos
• Takjub pada sains
Namun berhenti pada kekaguman, bukan ketundukan.
Al-Ghazali mengingatkan:
Tafakur sejati adalah yang melahirkan rasa takut, cinta, dan tunduk kepada Allah.
5. Tafakur tentang Kematian: Kesadaran yang Menyelamatkan
“…dan (tidakkah mereka memikirkan) bahwa boleh jadi ajal mereka telah dekat?”
Ini adalah puncak tafakur:
• Tafakur tentang kefanaan
• Tafakur tentang akhir perjalanan
• Tafakur tentang hisab dan perjumpaan dengan Allah
Orang yang sering tafakur tentang mati akan hidup dengan lebih jujur.
6. Tafakur: Ibadah Para Ulama dan Orang Saleh
Para salaf berkata:
“Satu jam tafakur lebih baik daripada ibadah sunnah semalam suntuk.”
Mengapa?
Karena tafakur:
• Menghidupkan hati
• Meluruskan niat
• Menguatkan iman
• Menghaluskan akhlak
7. Tafakur sebagai Obat Penyakit Zaman
Penyakit zaman modern:
• Hati keras
• Jiwa gelisah
• Hidup tanpa arah
• Iman dangkal
Solusinya bukan hanya:
• Hiburan
• Liburan
• Motivasi dunia
Tetapi tafakur yang jujur dan rutin.
8. Jika Tidak Tafakur, Lalu Apa yang Akan Diimani?
Allah menutup ayat dengan kalimat yang mengguncang:
“Maka kepada perkataan manakah lagi mereka akan beriman setelah (Al-Qur’an) ini?”
Ini adalah:
• Ultimatum Ilahi
• Peringatan keras
• Isyarat bahaya besar
Jika Al-Qur’an tidak mampu menggugah hati, maka tidak ada lagi kebenaran yang akan menyadarkannya.
9. Bentuk-Bentuk Tafakur yang Dianjurkan
1. Tafakur ciptaan Allah
2. Tafakur nikmat dan karunia-Nya
3. Tafakur dosa dan kekurangan diri
4. Tafakur kematian dan akhirat
5. Tafakur ayat-ayat Al-Qur’an
10. Cara Praktis Menghidupkan Tafakur dalam Kehidupan
• Sediakan waktu sunyi setiap hari
• Kurangi distraksi gawai
• Bacalah Al-Qur’an dengan perlahan
• Renungkan satu ayat, bukan banyak ayat
• Akhiri hari dengan muhasabah
Tafakur adalah ibadah orang yang ingin selamat.
Penutup: Tafakur Sebelum Terlambat
QS. Al-A‘rāf: 185 mengingatkan kita:
Jangan tunggu kematian untuk sadar. Jangan tunggu kehilangan untuk bersyukur. Jangan tunggu azab untuk beriman. Mari hidupkan tafakur, sebelum Allah menutup pintu kesadaran.
Doa
“Ya Allah, bukakan mata hati kami untuk melihat tanda-tanda-Mu, hidupkan kami dengan tafakur, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.”
Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis 38 Judul Buku, Akademisi, Konsultan Pendidikan dan SDM. Coach Pengusaha HIjrah)