Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Isra Mikraj, HILMI: Menyingkap Domain Langit yang Menentukan Nasib Bumi

Selasa, 20 Januari 2026 | 07:01 WIB Last Updated 2026-01-20T00:01:34Z

TintaSiyasi.id -- Peristiwa Isra Mikraj ditegaskan Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi penyingkapan bahwa domain langit adalah wilayah strategis yang menentukan nasib bumi.

 

“Peristiwa Isra Mikraj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi penyingkapan bahwa domain langit adalah wilayah strategis yang menentukan nasib bumi,” tegas HILMI dalam Intellectual Opinion No. 036 kepada TintaSiyasi.ID, Senin (19/01/2026).

 

HILMI mengungkapka jika Isra Mikraj dibaca sebagai peringatan keras tentang langit yang hari ini dikuasai asing. “Sekaligus pesan bahwa kedaulatan negara modern ditentukan oleh penguasaan sains dan teknologi, bukan semata kekuatan darat,” ulasnya.

 

Dalam pembacaan tersebut, ia mengatakan bahwa Al-Qur’an membuka kisah Isra Mikraj dengan perjalanan lintas ruang dan lintas otoritas, bukan langsung dengan perintah ibadah.

 

“Penekanan itu dipahami sebagai isyarat bahwa langit adalah bagian dari amanah kekuasaan yang harus dikelola dengan ilmu,” sebutnya.

 

“Hari ini langit bukan lagi metafisik. Ia adalah orbit satelit, spektrum elektromagnetik, sistem navigasi global, dan teknologi antariksa yang menopang negara modern,” imbuh HILMI.

 

Lanjut dikatakannya, fungsi dasar negara—mulai dari transportasi, logistik, komunikasi, perbankan, hingga pertahanan—bergantung pada infrastruktur di luar atmosfer. “Karena itu, penguasaan langit diposisikan sebagai fondasi kedaulatan,” jelasnya.

 

“Siapa yang menguasai langit, menguasai bumi,” tandas HILMI.

 

HILMI juga menyoroti bahwa penjajahan abad ke-21 tidak lagi membutuhkan invasi militer. “Negara dapat dilumpuhkan hanya dengan membutakan radar, mengacaukan navigasi, memutus komunikasi, atau mengendalikan sistem digitalnya,” bebernya.


“Ketergantungan pada teknologi asing membuat kemerdekaan hanya simbolis, karena saklar kedaulatan bisa berada di luar negeri,” pungkasnya.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update