Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bagaimana Membangun Partai Politik Islam Ideologis yang Tangguh?

Selasa, 20 Januari 2026 | 06:44 WIB Last Updated 2026-01-19T23:44:49Z

Berdasarkan Syariat Islam dan Thariqah Dakwah Rasulullah ﷺ

Pendahuluan: Politik sebagai Amanah Risalah

TintaSiyasi.id — Dalam Islam, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi pengurusan urusan umat (ri‘āyatu syu’ūnil ummah) dengan hukum Allah. Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang nabi dan da‘i, tetapi juga pemimpin politik, kepala negara, dan penegak syariat.

 الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Maka membangun partai politik Islam ideologis bukan pilihan pragmatis, melainkan kewajiban dakwah kolektif untuk menegakkan Islam secara kaffah.

I. Landasan Utama: Aqidah sebagai Asas Partai

1. Aqidah Islam sebagai Asas (Ideologi)

Partai Islam ideologis harus berasas aqidah Islam, bukan nasionalisme, pragmatisme, atau kepentingan elektoral.

 إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ
“Hukum itu hanyalah milik Allah.” (QS. Yusuf: 40)

Implikasinya:

Seluruh visi, program, dan sikap politik bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah

Menolak sekularisme (pemisahan agama dari politik)

Menolak kompromi hukum Allah demi suara atau kekuasaan

II. Meneladani Thariqah Dakwah Rasulullah ﷺ

Thariqah (metode) dakwah Rasulullah ﷺ baku dan syar’i, tidak boleh diubah sesuai selera zaman.

Tahapan Dakwah Rasulullah ﷺ (Manhaj Nabawi)

1. Tatsqif (Pembinaan Ideologis Intensif)

Rasulullah ﷺ membina individu-individu terpilih dengan aqidah dan tsaqafah Islam secara mendalam (Darul Arqam).

Ciri tahap ini:

Fokus kualitas, bukan kuantitas

Melahirkan kader ideologis, bukan simpatisan

Pembinaan fikriyah (pemikiran) dan nafsiyah (kepribadian)

Partai Islam wajib:

Memiliki sistem kaderisasi ideologis berjenjang

Menyiapkan kader yang militan, sabar, dan istiqamah

2. Tafa‘ul ma‘al Ummah (Interaksi dengan Umat)

Setelah kader terbentuk, Rasulullah ﷺ turun ke tengah masyarakat, mengoreksi pemikiran, membongkar kebatilan, dan menawarkan Islam sebagai solusi.

 كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
(QS. Ali ‘Imran: 110)

Bentuk interaksi:

Dakwah pemikiran (fikriyah)

Kritik kebijakan zalim

Advokasi umat tertindas

Membangun opini umum Islami

Partai Islam wajib:

Menjadi voice of truth, bukan penghibur penguasa

Konsisten menyuarakan hukum Allah meski tidak populer

Mendidik umat secara politik (siyasah Islam)

3. Thalabun Nushrah (Mencari Dukungan Kekuasaan)

Rasulullah ﷺ mencari dukungan politik riil dari ahlul quwwah (pemilik kekuatan) untuk menegakkan negara Islam.

Baiat Aqabah adalah kontrak politik, bukan sekadar baiat spiritual.

 Partai Islam wajib:

Membangun relasi strategis dengan kekuatan berpengaruh umat

Menyiapkan kepemimpinan Islam yang siap memerintah

Tidak terjebak demokrasi transaksional

III. Karakter Partai Politik Islam Ideologis

1. Tidak Pragmatis

Tidak menghalalkan segala cara

Tidak menjual prinsip demi kursi

Tidak berkompromi dalam hukum syariat

2. Independen dari Oligarki

Tidak menjadi alat cukong atau kepentingan asing

Sumber dana halal dan transparan

Kader berjiwa zuhud terhadap kekuasaan

3. Kepemimpinan Jama‘i

Keputusan melalui musyawarah syar’i

Pemimpin adalah pelayan dakwah, bukan selebritas politik

IV. Sistem Internal Partai

1. Struktur Berbasis Amanah, Bukan Popularitas

Jabatan diberikan karena kelayakan syar’i

Evaluasi kader berbasis akhlak, kapasitas, dan loyalitas ideologis

2. Pendidikan Politik Islam

Materi utama:

Aqidah dan pemikiran Islam

Fiqih siyasah syar‘iyyah

Sirah Nabawiyah siyasiyah

Analisis realitas umat (waqi‘)

V. Agenda Politik: Bukan Sekadar Elektoral

Partai Islam ideologis bukan mesin pemilu, tetapi:

Mesin perubahan peradaban

Penjaga kesadaran umat

Pelopor penerapan syariat

Target akhirnya:

 إقامة الدين وسياسة الدنيا به
“Menegakkan agama dan mengatur dunia dengannya.”

VI. Tantangan dan Kesabaran Dakwah

Membangun partai ideologis:

Tidak instan

Penuh ujian

Sering disudutkan

Namun Rasulullah ﷺ bersabda:

 أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
(HR. Abu Dawud)

Penutup: Politik Islam adalah Jalan Ibadah

Partai politik Islam ideologis:

Bukan sekadar organisasi

Bukan proyek kekuasaan

Tetapi kendaraan dakwah Rasulullah ﷺ

 وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ
“Allah Maha Menentukan atas urusan-Nya.” (QS. Yusuf: 21)

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Akademisi dan Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa)

Opini

×
Berita Terbaru Update