Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sinergi Elemen Umat Mewujudkan Generasi Bertakwa dan Tangguh

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:34 WIB Last Updated 2025-12-27T17:48:45Z

TintaSiyasi.id -- Arus Globalisasi yang mendominasi generasi hari ini memberikan bermacam dampak bagi generasi, baik itu dampak positif maupun negatif. Banyaknya informasi bisa menjadi referensi untuk menambah ilmu pengetahuan, mengembangkan relasi dan lebih mudah membangun komunikasi melalui beragam media sosial yang ada.

Akan tetapi setelah ditelusuri dengan mendalam derasnya informasi digital menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda, mereka mengkosumsi berbagai macam konten sosial media tanpa mampu melakukan filterisasi terhadap informasi tersebut, sehingga bingung menghadapi kehidupan sesungguhnya di dunia nyata yang berbeda jauh dengan sosial media.

Kondisi generasi saat ini sangatlah lemah fondasi keimanannya, hal ini diperburuk oleh konten-konten yang menjauhkan generasi dari mafhum Islam dan syariatnya. Mereka tidak mampu membedakan mana yang sesuai atau bertentangan dengan syariat Islam.

Alhasil terjadilah Brain root sehingga potensi luar biasa yang lazimnya ada pada generasi muda malah hilang/menurun akibat banyaknya mengkosumsi konten-konten yang tidak berfaedah. Mereka lupa identitasnya, terpengaruh pemikirannya sehingga berdampak pada perbuatan yang tidak baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Generasi Target Digitalisasi

Arus digitalisasi tidak terbendung lagi, hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang untuk mengawasi setiap konten ataupun aplikasi yang ada, segala bentuk konten dan aplikasi yang merusak pemikiran dan akal seharusnya dihapus dan diberikan peringatan, seperti aplikasi Judol, konten pornografi, pornoaksi, kekerasan, penipuan dan sebagainya.

Lembaga yang berwenang punya kemampuan besar untuk bisa mengawasi ini agar bisa menjaga pemikiran generasi muda dari hal-hal negatif. Generasi muda adalah pasar potensial bagi produk-produk digital, sehingga sebagian besar konten digital bisa mengendalikan cara berpikir dan arah pandang mereka terhadap kehidupan.

Fakta yang tidak bisa kita hindari bahwa sebagian besar masyarakat menjadikan sosial media sebagai tongkrongan mereka. Berdasarkan data screen time masyarakat Indonesia tahun 2025 menunjukkan angka yang sangat tinggi yaitu angka rata-rata 11 jam perhari. Yang lebih mengkhawatirkan adalah usia produktif paling mendominasi.

Ini menunjukkan bahwa semua informasi yang ada akan terserap dan menjadi pola pikir mereka. Sayangnya sebagian besar yang terpapar isi media sosial malah menurunkan kemampuan kognitif, terjebak algoritma, dan mempengaruhi mental mereka karena menghayal agar dunia maya yang mereka lihat bisa terealisasi kedunia nyata.

Butuh Sinergi Elemen Umat

Semua elemen punya kontribusi yang besar dalam memperbaiki generasi mulai dari keluarga yang menjalankan fungsinya, masyarakat yang amar makruf dan negara yang menjalankan perannya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Jika sinergitas itu berjalan dengan baik maka dampak negatif yang saat ini banyak kita saksikan bisa diatasi dan diminimalisasi. Sehingga potensi perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan sebagai ruang untuk mencerdaskan generasi.

Generasi muda wajib punya bekal pertahanan diri dalam mengahadapi derasnya arus globalisasi. Pertahanan yang paling ampuh adalah ilmu agama. Pada sistem kapitalis sekuler saat ini agama dipisahkan dalam kehidupan sosial, sehingga sedikitnya peran agama dalam mengatur kehidupan masyarakat.

Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan, jika tidak Islam yang menjadi orientasi kehidupan masyarakat, maka pemikiran mereka akan disetting oleh Barat dan menjadikan mereka sebagai kiblat dalam melakukan perbuatan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Ali ra., sebaik-baik penjagaan atas kamu adalah ilmu agama. Dengan ini harusnya kita semua sadar bahwa generasi tanpa ilmu agama akan rapuh jiwanya.[]


Oleh: Putri Permata Sari, S.Pd.Gr.
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update