Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengamat Sosial: Deforestasi Berawal dari Era Orde Baru

Rabu, 31 Desember 2025 | 05:47 WIB Last Updated 2025-12-30T22:47:45Z

TintaSiyasi.id -- Pengamat Sosial dan Politik Iwan Januar mengatakan bahwa sebenarnya deforestasi berawal dari orde baru dan bencana yang terjadi di Sumatra saat ini akumulasi dari berbagai kebijakan yang sudah berjalan sekian puluh tahun dan dimulai sejak Orde Baru.

 

"Kita akan lihat bagaimana sebetulnya deforestasi ini semua berawal dari Orde Baru, bencana sekarang ini akumulasi dari berbagai kebijakan yang sudah berjalan sekitar puluhan tahun dan awalnya memang ada di Orde Baru," ujarnya di kanal YouTube One Ummah TV; Dari Krisis Ekologis ke Solusi Ideologis, Jumat (26/12/2025).

 

Lanjutnya, ia menjelaskan pada saat itu rezim Soeharto mengeluarkan sebuah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1967, di mana undang-undang tersebut menjadi karpet merah bagi perusahaan swasta bahkan asing untuk kemudian memegang hak pengusahaan hutan (HPH).

 

"Dan waktu itu para pengusaha bukan saja diberikan izin tetapi juga diberikan yaitu konsesi yang sangat menggiurkan. Bagaimana mereka bisa mendapatkan konsesi selama 25 sampai 30 tahun," jelasnya.

 

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwasanya para pengusaha diberikan sebuah syarat diharuskan melakukan reboisasi. “Namun yang menjadi persoalan, jika syarat tidak dipenuhi pengusaha, adakah penindakan yang dilakukan pemerintah?” sebutnya.

 

"Tetapi persoalannya itu kemudian apakah pengawasan dan penindakan yang dilakukan oleh pemerintah, andaikan ada pengusaha yang tidak mematuhi syarat ini, mereka mengabaikan proses reboisasi, lalu mengabaikan syarat tebang pilih akan mendapatkan sanksi ini yang menjadi persoalan," keluhnya menerangkan.

 

Alhasil, ia menekankan hal ini menjadi titik krusial yang kemudian kerja sama antara oligarki dengan penguasa dan birokrat dengan korporasi. “Lantas menghasilkan korporatokrasi, yang jelas semenjak Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1967 maka dalam periode 1967 sampai 1980 Presiden Soeharto sudah menerbitkan 519 HPH dengan luas konsesi sekitar 53 juta hektar,” ungkapnya.

 

"Jadi pada masa itu sudah sangat luar biasa konsesi yang diberikan dan itu sudah menjadi bagian sejarah deforestasi yang hari ini kita rasakan di tanah air," pungkasnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update