Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemerintah Tawarkan WTE Atasi Sampah Plastik, Pengamat: Solusinya Harusnya Fokus di Hulu

Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:47 WIB Last Updated 2025-12-27T05:47:38Z

TintaSiyasi.id -- Merespons upaya pemerintah mencegah pencemaran mikroplastik mengusulkan program waste to energy atau (WTE) atau proyek pengubah sampah menjadi energi, Pengamat Senior Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) Fajar Kurniawan, mengatakan, solusinya harusnya fokus di hulu.

"Solusi yang benar itu harusnya fokus di hulu yaitu pembatasan produksi plastik sekali pakai dan penguatan sistem ekonomi sirkularnya," paparnya di akun TikTok fajar.pkad, Kamis, 25/12/2025.

Menurut pegiat lingkungan seperti Yuyus Ismawati dari Nexus3, ungkap Fajar, WTE itu tidak menyentuh akar masalah. Aar masalahnya bukan hanya dipengelolaan sampah yang buruk tapi di produksi plastik yang memang gila-gilaan.

Ia menjelaskan, produsen terlalu banyak produksi plastik dari hulu sampah plastik akhirnya menjadi mikroplastik yang tersebar di udara, laut, dan sekarang jatuh lagi ke tanah bersama air hujan. Perlu diketahui mikroplastik ini membawa bahan kimia beracun yang bisa masuk ke rantai makanan kita dan tidak ada batas amannya di tubuh manusia gawat kan!

"Jadi sepanjang produksinya tidak dibatasi WTE ini hanya jalan keluar dari masalah yang tidak akan pernah selesai," cecarnya. 

Ia mengungkapkan poin kritis WTE adanya potensi besar menghasilkan masalah baru yang lebih berbahaya yaitu polutan yang tidak kasat mata, meskipun menggunakan teknologi pembakaran yang suhu tinggi WTE dapat melepaskan emisi gas polutan yang tidak terlihat mata telanjang dan bersifat karsinogenik.

"Jadi tujuan kita mau mengatasi polusi tanah dan udara dari plastik malah kita nambah polusi udara baru yang langsung kita hirup ini kayak tukar tambah bencana benar enggak sih? Kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan solusi end of pipe atau penanganan akhir yang mahal dan memaksa kita untuk terus memproduksi sampah agar WTE nya dapat bahan bakar," paparnya.

Ia menawarkan solusi permasalahan sampah ini. "Kalau mau agak radikal yang harus didesak diantaranya adalah pertama, moratorium atau tindakan ketat terhadap produksi plastik sekali pakai terutama yang tidak bisa didaur ulang," terangnya 

Kedua investasi totalitas pada pilah, daur ulang, dan kompos kota yang efektif serta penguatan ekosistem ekonomi sirkularnya.

"Jadi WTE itu harusnya bukan jadi strategi utama tetapi opsi terkahir jika benar-benar tidak ada solusi yang lainnya," tegasnya. 

"Kita gen Z dan milenial harus kritis jangan sampai kita ini termakan propaganda bahwa WTE adalah solusi satu-satunya, kita membutuhkan solusi yang jujur aman dan menyentuh hulunya yaitu batasi penggunaan plastik secara masif di setiap kehidupan kita," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update