"Ternyata tentang climate change dalam report-nya
IPCC bahwa krisis iklim itu adalah satu kondisi yang karena ulah tangan
manusia, karena jumlah karbon yang dikeluarkan lewat industri sangat
besar," ucapnya di kanal YouTube One Ummah TV; Dari Krisis
Ekologis ke Solusi Ideologis, Jumat (26/12/2025).
Lanjutnya, ia memaparkan bahwasanya itu merupakan
akumulasi kapitalisme sejak tahun 1800-an hingga sekarang. "Dan
menimbulkan problem besar terjadilah emisi karbon dan menimbulkan efek gas
rumah kaca, sehingga terjadilah climate change," ungkapnya.
Adapun, Agung menjelaskan jika IPCC memiliki otoritas
berbicara terkait climate change yang merupakan gabungan lintas negara
atau forum lintas negara yang bicara tentang climate change. “Terbaru
IPCC mengeluarkan satu laporan climate change tahun 2023 dalam thesis
report mereka,” ungkapnya.
"Digambarkan betul-betul bahwa atmosfir sedang
mengalami pemanasan dan ini menampung lebih banyak uap air yang membuat hujan
lebih deras, suhu permukaan laut hangat, sehingga terjadilah penguapan
evaporasi dalam jumlah sangat besar, sehingga terbentuklah awan di langit dalam
jumlah sangat besar," terangnya.
"Kemudian muncullah siklon tropis, sehingga kita
bisa membayangkan jumlah air yang besar ditambah siklon tropis maka akan
menghasilkan curah hujan sangat besar plus badai," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menggambarkan krisis iklim secara
global yang dimulai adanya krisis iklim ditambah dengan kerentanan ekologis
akibat deforestasi lalu terjadilah bencana. "Jadi kira-kira faktor
kawinnya di situlah," ujarnya.
"Memang sudah ada kerentanan ekologis dulu, ya
itu deforstasi, perubahan alih fungsi lahan dari hutan menjadi sawit, hutan
menjadi hutan tanaman industri kemudian hutan menjadi perkotaan, menjadi
tambang. Ini clear kerentanan ekologis," jelasnya.
Sehingga, Agung menegaskan sudah clear bahwa
persoalan perubahan iklim terjadi karena ulah manusia. "Climate change
karena ulah tangan manusia, kerentanan ekologis karena ulah tangan manusia
menghasilkan yang namanya bencana. Sangat ilmiah, sangat logis," tutupnya.[]
Taufan
