Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

HILMI: Kampus Bermutu Hakiki Adalah yang Melayani Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:05 WIB Last Updated 2025-12-13T01:05:47Z

TintaSiyasi.id -- Menyoroti krisis moral yang diakibatkan oleh obsesi ranking global, Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) merilis Intellectual Opinion No. 030 kepada TintaSiyasi.ID menyebut bahwa kampus bermutu hakiki harus didefinisikan sebagai kampus yang melayani masyarakat—hadir di tengah persoalan rakyat kecil, lingkungan rusak, dan ketimpangan sosial—bukan hanya melayani pasar global.

 

“Kampus bermutu hakiki harus didefinisikan sebagai kampus yang melayani masyarakat—hadir di tengah persoalan rakyat kecil, lingkungan rusak, dan ketimpangan sosial—bukan hanya melayani pasar global,” ulas HILMI, Senin (08/12/2025).

 

HILMI menyoroti, krisis moral terdalam yang diakibatkan oleh obsesi ranking global, yaitu tercerabutnya ilmu dari nilai dan tanggung jawab moral.

 

“Ilmu seharusnya tumbuh bersama tanggung jawab moral sebagai alat untuk membebaskan manusia dari kebodohan, ketidakadilan, dan kerusakan,” tutur HILMI.

 

Namun, ketika ilmu direduksi menjadi sekadar publikasi demi menaikkan peringkat, HILMI menyebut orientasinya bergeser drastis.

 

“Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti, ‘Apakah riset ini memperbaiki kehidupan masyarakat?’ atau ‘Apakah teknologi ini memperkuat keadilan sosial?’ kini digantikan oleh pertanyaan tentang jumlah sitasi dan peringkat jurnal,” sesal HILMI.

 

HILMI mengingatkan bahwa orientasi ini membuat ilmu mudah disewa oleh pihak yang memiliki modal, seperti industri perusak lingkungan atau kekuasaan yang menindas.

 

“Jika hal ini dibiarkan, universitas berpotensi berhenti berfungsi sebagai penjaga nurani publik, dan sebaliknya berubah menjadi subkontraktor kepentingan,” tandas HILMI.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update