Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

HILMI: Indonesia Alami Inferiority Complex Pascakolonial dalam Dunia Ilmi

Senin, 15 Desember 2025 | 07:25 WIB Last Updated 2025-12-15T00:25:43Z

TintaSiyasi.id -- Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) menyebut Indonesia mengalami inferiority complex pascakolonial dalam dunia ilmu yang menjadikan standar eksternal satu-satunya cermin harga diri akademik.

 

“Indonesia mengalami inferiority complex pascakolonial dalam dunia ilmu yang menjadikan standar eksternal satu-satunya cermin harga diri akademik,” ulas HILMI dalam Intellectual Opinion No. 030 kepada TintaSiyasi.ID.

 

HILMI menyerukan kesadaran kolektif untuk meninggalkan fokus pada peringkat dan beralih membangun martabat akademik yang hakiki.

 

“Hal ini menyebabkan banyak kampus mengorbankan konteks lokal, misi sosial, dan tugas mendidik secara utuh demi menyelaraskan diri dengan algoritma ranking global,” beber HILMI, Senin (08/12/2025).

 

HILMI menegaskan bahwa martabat harus tetap dijaga, sebab peringkat bisa naik turun, tetapi makna yang akan menyelamatkan.



Sebagai pembanding, HILMI menyebut bahwa universitas yang besar di peradaban bukanlah yang tertinggi di tabel dunia, melainkan yang terdalam jejaknya dalam sejarah kemanusiaan.

 

“Contoh nyata dari sejarah Islam adalah Universitas Al Azhar (berdiri tahun 970 M) dan Qarawiyin (859 M). Bangsa ini memerlukan universitas yang memuliakan manusia, tinggi ilmunya, dalam maknanya, luas manfaatnya, dan lurus keberpihakannya, serta nyata manfaatnya di sawah petani hingga di ruang-ruang kelas anak-anak miskin,” tutup HILMI.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update