Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Soumaya Hamdi: Suami Saya Menjadi Target Karena Mendukung Palestina dan Mengkritik Israel

Sabtu, 15 November 2025 | 21:48 WIB Last Updated 2025-11-15T14:52:35Z

TintaSiyasi.id -- Jurnalis Muslim asal London Sami Hamdi ditahan oleh sekelompok yang mengaku agen ICE di AS pada tanggal 25 Oktober 2025 lalu.

 

Menurut Soumaya Hamdi, istri Sami Hamdi, menuturkan bahwa suaminya menjadi target karena menyuarakan dukungan untuk Palestina dan mengkritik Israel.

 

“Ia hanya seorang jurnalis. Ia hanya menyuarakan dukungan untuk hak-hak Palestina dan mengkritik negara Israel yang terus melancarkan genosida terhadap warga Palestina. Itulah yang menyebabkan Sami menjadi target,“ ujarnya dalam video yang dirilis oleh Al-Jazeera English, Ahad (09/11/2025).

 

Ia sangat yakin bahwa suaminya (Sami Hamdi) telah ditahan tanpa pasal kriminal yang bisa disematkan.

 

Kantor imigrasi AS membawa Sami Hamdi dari Bandara San Fransisco ketika aktivis pro Palestina itu sedang mengadakan perjalanan dalam satu even lokal yang mengundangnya sebagai pembicara di Amerikan Council-Islamic Relations.

 

“Ia sudah berada di negara itu (AS) selama beberapa hari. Kejadian ini terjadi ketika dalam persiapan untuk penerbangan domestik berikutnya dari San Fransisco ke Florida. Penangkapnya dari agen ICE yang berpakain preman. Mereka katakan mereka dari ICE,” lanjut Soumaya. 

 

Para agen ICE tersebut mengatakan kepada Sami Hamdi bahwa visanya telah dibekukan secara tibai-tiba. Sami meminta untuk langsung terbang ke London saat itu juga, akan tetapi justru para agen ICE membawanya dengan penutup kepala hitam.

 

Soumaya mengakui bahwa kabar penahanan suaminya diperoleh dari seorang teman melalui via telepon dengan mengatakan bahwa Sami telah diculik.

 

Para pendukungnya mengatakan penahanan Sami adalah tentang kritik di ruang publik atas genosida yang dilancarkan oleh Israel terhadap Gaza. Sehingga membuat suami Soumaya Hamdi jadi target dari kelompok Sayap Kanan yang memiliki hubungan dengan Gedung Putih.

 

“Penahanan ini bukan hanya kekhawatiran bagi saya, anak-anak saya, ibunya, ayahnya, saudara-saudaranya. Tetapi juga seharusnya jadi kekhawatiran bagi warga Amerika yang katanya menghargai Amandemen pertama mereka, yaitu menjunjung kebebasan berpendapat,” tegas Soumaya Hamdi.

 

Namun ironis, Juru Bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri malah menuduh Sami Hamdi salah seorang pendukung teroris dan turut gembira dengan peristiwa serangan 07 Oktober 2023 lalu terhadap Israel. Tetapi pendukungnya mengatakan bahwa tuduhan itu adalah bagian dari balutan kampanye kepentingan.

 

“Sami menjadi target secara esktrem. Saya kira juga ampuh untuk menggembleng dukungan kampanye terselubung untuk hak-hak Palestina, karena kritiknya terhadap negara Israel yang saya harus katakan, sebagai pengingat untuk negara lain, ia telah diberlakukan layaknya seorang kriminal dan mereka melempar berbagai tuduhan untuk melawannya,“ lanjut Soumaya.

 

Seorang warga Inggris melaporkan langsung bahwa Sami berada dalam  ruang tahanan yang berbagi dengan 80 tahanan lainnya dan telah menderita kesehatan yang buruk. Dan menurut Soumaya, pengunjung lain kini merasa ketakutan berkunjung ke AS.

 

“Coba bayangkan,  Anda tahu pada World Cup 2026, Anda di sana (AS). Berada di sana dalam beberapa hari,  dan diizinkan masuk. Segalanya baik. Lalu kemudian entah dari mana agen ICE menargetkanmu dan berkata padamu, visa Anda telah dibekukan. Anda harus ikut bersama kami,” bebernya.

 

Oleh karena itu, Soumaya menegaskan kepada pemerintah AS agar segera membebaskan suaminya. Sebab menahan Sami Hamdi adalah suatu kesalahan besar. Serta AS harus segera melakukan investigasi ICE agar ditahan.

 

“Pemerintah AS harus membebaskan Sami. Mereka telah melakukan kesalahan besar dan harus membebaskan Sami secepatnya. Anggota Kongres harus menginvestigasi ICE ini untuk ditahan karena mereka menciptakan sebuah tekanan berbahaya untuk ke depan dan bisa saja terhadap warga AS juga,” pungkasnya.[] M. Siregar

Opini

×
Berita Terbaru Update