Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mengatasi Banjir, Ahli Tata Kota: Paling Penting Mengendalikan Penggunaan Lahan

Minggu, 16 November 2025 | 05:23 WIB Last Updated 2025-11-15T22:29:05Z

TintaSiyasi.id --  Menanggapi solusi mengatasi banjir, Ahli Tata Kota Universitas Diponegoro Prof. Dr. -Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., M.P.S. menerangkan bahwa hal paling penting adalah mengendalikan penggunaan guna lahan di daerah hulu.

 

“Menurut saya yang paling penting adalah tidak hanya fokus pada penanganan banjir di hilir, tapi yang paling penting adalah mengendalikan penggunaan guna lahan di daerah Hulu untuk mengatasi sedimentasi dan juga perubahan atau konversi lahan ya dengan banyaknya daerah-daerah terbangun di hulu,” paparnya dalam Ahli Tata Kota Bicara Solusi Banjir Semarang Tak Kunjung Surut, Ini yang Perlu Dibenahi di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (25/10/2025).

 

Pembangunan pompanisasi dan tanggul laut di hilir, lanjutnya, hanya bertahan sementara waktu. “Yang diperlukan adalah solusi jangka panjang agar banjir ini secara perlahan tetapi pasti dapat dikurangi,” urainya.

 

Menurutnya, setiap tahunnya banjir mengalami kondisi parah tergantung dengan pola-pola tertentu. “Juga faktor lainnya seperti tidak berfungsinya pompa saat hujan lebat,” tuturnya.

 

“Sebenernya ada polanya, jadi ada pola-pola tertentu tergantung juga dengan tingkat kenaikan muka laut, saya bisa bilang setiap tahunnya selalu ada kondisi yang parah begitu. Seperti sekarang misalnya, banjir semakin diperparah karena ada beberapa pompa pada saat hujan tidak berfungsi,” terangnya.

 

Tentu, tambahnya, yang paling terdampak adalah masyarakat rentan yang tinggal di daerah-daerah berisiko tinggi, karena tidak semua masyarakat punya kapasitas yang baik untuk berhadapan saat situasi banjir terjadi. “Jangka panjangnya bisa berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat,” ulasnya.

 

“Jadi banyak masyarakat yang mungkin tinggal di daerah rentan seperti padat penduduk yang terjebak dalam situasi banjir, saya kira mereka yang paling terdampak. Secara jangka panjang dampak perlu diperhatikan ketika dampak berkepanjangan akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, mengatasi banjir harus dilakukan secara integratif dan komprehensif. “Penghijauan yang saya kira masih perlu ditingkatkan sehingga pendekatan penanganan banjir ini harus dilakukan secara integratif dan komprehensif,” pungkasnya.[] Sin

Opini

×
Berita Terbaru Update