Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Isu Palestina, Aktivis Muslimah: Pemimpin hanya mengkritik, rakyat bertindak

Minggu, 16 November 2025 | 05:22 WIB Last Updated 2025-11-15T22:29:03Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Haszilah menyuarakan kekecewaannya terkait isu Palestina yang menurutnya para pemimpin hanya mengkritik sementara rakyat yang bertindak.

 

"Sekarang situasinya terbalik, sadarkah kalian? Pemimpin dunia mengkritik, kita bertindak. Seharusnya kita, sebagai rakyat biasa yang mengkritik, berekfleksi. Para pemimpin dunia yang bertindak," ujarnya dalam acara Open Circle bertajuk Gelombang Palestina Rakyat, Senin (10/11/2025).

 

Menurutnya, para pemimpin rakyat hanya berhenti pada kritik, tetapi tidak ada tindakan nyata yang dapat membantu umat Islam menghadapi kekejaman Israel.

 

"Jika para pemimpin dunia yang berpengaruh ini hanya mengkritik tindakan Israel, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Lalu bagaimana mereka bisa mencapai tujuan yang sebenarnya?" tanyanya.

 

Ia menambahkan bahwa banyak rakyat kecewa ketika para pemimpin hanya diam tanpa tindakan nyata. “Bahkan sekadar mengeluarkan pernyataan umum dan yang lebih menyedihkan adalah mempertahankan hubungan dengan negara yang terang-terangan menindas rakyat Palestina,” lugasnya.

 

"Kita tidak nyaman berpangku tangan, bukan? Sementara para pemimpin dunia, para penguasa mereka, hanya berpangku tangan dan bersantai, bahkan menjalin hubungan dengan kaum kafir terkutuk. Mengapa para pemimpin dunia masih diam dan mempertahankan status quo, artinya tidak berbuat apa-apa? Mengapa kaum Zionis masih bertahan?" tanyanya.

 

Ia menjelaskan bahwa masyarakat telah melakukan berbagai cara sebagai bentuk dukungan dan solidaritas kepada umat Islam di Palestina, meskipun tidak memiliki kekuatan politik.

 

“Tindakan masyarakat yang bersuara lantang menunjukkan kebencian mereka terhadap tindakan Zionis Israel. Mengapa situasi ini terjadi? Mengapa justru masyarakat yang berada di garda terdepan dalam isu penyelamatan tanah Palestina dan mengakhiri penderitaan Gaza?” ujarnya.

 

Ia menyatakan bahwa Global Sumud Flotilla merupakan contoh nyata keberanian umat Islam dan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang mempertaruhkan nyawa, bergabung mengirimkan bantuan langsung ke Gaza melalui laut. “Tindakan tersebut berbahaya karena risikonya sangat besar, termasuk kemungkinan diserang atau dihalangi oleh tentara Zionis,” ungkapnya.

 

"Orang-orang yang berada di garda terdepan, contohnya armada Sumud Global, kami bertanya-tanya apakah mereka mau pergi tanpa didampingi tentara? Mereka yang pergi juga perempuan, generasi kedua juga memiliki dokter lanjut usia yang kami katakan memang akan berisiko. Kami memikirkan keselamatan karena kami sudah tahu seperti apa perilaku Zionis," jelasnya.

 

Menurutnya, ini membuktikan bahwa rakyat lebih berani bertindak daripada para pemimpin dan mereka telah berusaha mewujudkannya meskipun tampaknya sangat mustahil untuk tiba di Gaza dengan selamat.

 

"Mereka yang pergi atas dasar kasih sayang, atas dasar kemanusiaan, tetapi mereka tetap berisiko dipenjara, ditangkap. Karena kami sudah tahu risikonya. Mereka tidak akan tiba dengan selamat. Jadi jika mereka sudah mencoba, Allah sudah memperhitungkan pahala mereka," jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa meskipun rakyat telah bertindak dengan mengirimkan bantuan sedemikian rupa, hal itu secara tidak langsung telah menunjukkan kelemahan para pemimpin yang ada.

 

“Saya ingin menunjukkan sisi negatifnya, sudut pandang lain yang ingin kita ambil, kelemahan para pemimpin Muslim. Di satu sisi, saya ingin mengatakan bahwa ketika rakyat bertindak seperti itu, itu menunjukkan kelemahan para pemimpin Muslim saat ini. Sungguh, ini sangat memalukan,” pungkasnya.[] Rahmah

Opini

×
Berita Terbaru Update