"Thariqah ini tidak lain,
kita harus berjuang untuk menegakkan kembali khilafah. Maka dengan berbagai uslub
(cara), pada saat yang sama kita harus menempuh thariqah yang
wajib," jawabnya dalam acara Kupas Tuntas bersama Jurucakap HTM
bertajuk 'Israel' dan Kejahatan Amerika Harus Dijawab dengan Jihad,
Jumat (03/10/2025).
Hal itu ia sampaikan menanggapi
pertanyaan seorang peserta, yaitu apakah umat Islam perlu berdemonstrasi di
depan Kedutaan Besar Amerika atau Kementerian Pertahanan sebagai muhasabah
kepada pihak berwenang terkait isu kejahatan Amerika terhadap Gaza.
"Ketika kita bicara perang, pembantaian,
urusan internasional, mau tidak mau harus ada satu thariqah, harus ada
satu jalan bagi kita untuk menghentikan semua ini," jelasnya.
Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa umat
Islam dapat melakukan berbagai uslub (cara) untuk menanggapi isu itu.
“Dengan apa yang terjadi, cara kita
menanggapi tidak hanya satu, jadi kita bisa menanggapi dengan berbagai cara.
Yang penting adalah kita menanggapi dengan cara yang diizinkan oleh syariat
Islam, dengan cara terbaik yang kita rasa dapat kita tanggapi,” ujarnya.
Ia melanjutkan, umat Islam dapat
menggelar demonstrasi untuk mendesak militer dan pihak berwenang.
“Jadi, jika kita ingin berdemonstrasi
untuk memobilisasi pihak berwenang atau militer untuk berjihad, kita bisa
berdemonstrasi di depan Kantor Perdana Menteri, kita bisa berdemonstrasi di
depan Kementerian Pertahanan,” ujarnya.
Selain itu, katanya, umat Islam juga
dapat mengirimkan nota kesepahaman.
“Jika kita tidak ingin berdemonstrasi
sama sekali, kita cukup menyerahkan nota kesepahaman, karena itu adalah uslub,”
ujarnya.
Ia menekankan bahwa umat Islam perlu
memilih uslub terbaik dalam hal politik.
"Yang penting kita bertindak,
jangan diam saja. Bagi para penguasa dan tentara Muslim, itu artinya ada konsep
muhasabah. Itulah jalan bagi kita, rakyat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ada juga uslub
untuk memberikan tekanan politik kepada Amerika untuk menghentikan
kejahatannya.
"Kalaupun ada demonstrasi di
depan kedutaan mereka (Amerika), itu bukan lagi muhasabah. Kita tidak muhasabah
orang kafir. Jadi demonstrasi di depan kedutaan mereka adalah bentuk tekanan
politik," jelasnya.
Ia mencontohkan, umat Islam dapat
menuntut Amerika menghentikan bantuan militernya kepada Israel meskipun mereka
tidak peduli.
"Yang penting adalah kita telah
melakukan sesuatu untuk menuntut mereka menghentikan pasokan senjata ke Israel.
Itu penting untuk kita lakukan," ujarnya.
Ia menekankan bahwa umat Islam dapat
memilih uslub mana pun, tetapi satu-satunya thariqah adalah
wajib.
"Kita dapat memilih uslub
apa pun, tetapi yang tidak dapat kita pilih adalah kita berjuang untuk
mendirikan negara yang kita sebut negara khilafah. Negara yang kelak, insya
Allah, akan menjadi negara yang akan melancarkan jihad terhadap Amerika,
terhadap Israel. Jadi inilah yang kita lakukan," tegasnya.
Ia menyimpulkan bahwa penting bagi
umat Islam untuk membedakan antara uslub dan thariqah.
"Itulah sebabnya kita harus membedakan antara uslub dan thariqah. Di saat yang sama kita mempraktikkan berbagai uslub, kita juga harus melakukan satu thariqah untuk membawa perubahan total," pungkasnya.[] Syamsiyah Jamil
