Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Zionis Semakin Brutal, Tentara Islam Sangat Diharapkan

Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:41 WIB Last Updated 2025-10-01T03:41:18Z

TintaSiyasi.id -- Situasi di jalur Gaza semakin memburuk setelah signal internet dan jaringan telekomunikasi kembali terputus total pada kamis 18 September 2025. Pemadaman akses internet ini bukan sekedar masalah teknis, melainkan aksi langsung dari strategi militer Israel yang menggunakan berbagai macam cara untuk melumpuhkan dan menargetkan infrastruktur penting. Terlebih pemadaman terjadi bertepatan dengan masuknya tank-tank Israel ke jantung kota Gaza. Memperkuat dugaan bahwa serangan ke jaringan telekomunikasi bersamaan dengan manuver darat. (Tribunnews.com, 19/9/2025)

Situasi di Gaza kian hari kian mencekam, genosida tiada henti dengan berbagai rupa untuk mematikan warga Gaza. Tidak cukup menutup akses darat, Zionis juga mematikan akses internet agar warga Gaza tidak terhubung dengan dunia luar dan tidak mengabarkan kondisi mereka yang sangat membutuhkan pertolongan. 

Akses koordinasi, kedaruratan, bantuan, berita di bungkam untuk melumpuhkan Gaza. Serangan yang membabi buta ternyata belum cukup bagi mereka untuk menyerang Gaza. Sungguh, ini bukan sekedar masalah kemanusiaan tetapi ini adalah masalah penjajahan, perampasan terhadap wilayah Palestina yang sangat jelas terlihat oleh dunia. Belum lagi jika kita melihat getolnya Zionis Laknatullah mendesak warga sipil untuk migrasi dan mengosongkan Gaza. 

Kini, warga Gaza berjalan tidak tahu arah mana yang bisa menyelamatkan diri dan keluarganya dari serangan musuh. Sasarannya bukan hanya kamp- kamp militer Palestina tetapi membunuhi anak-anak, perempuan, kaum renta, tenaga medis, jurnalis dan para relawan kemanusiaan. Zionis bekerjasama mencari dukungan Internasional melalui solusi dua negara untuk menguasai Gaza, mereka tidak peduli dan tidak bergeming sedikit pun dengan kecaman dan kutukan dunia. 

Hal ini karena Amerika Serikat berada dibelakang Zionis yang mendukung penuh, siap pasang badan untuk membela dan melindungi mereka. Semua ini terbukti dalam pemungutan suara yang di gelar pada Rabu 04 Juni 2025, Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan di Gaza. 

Meski masyarakat terus bergerak menunjukkan keberpihakan pada Palestina, namun penguasa dunia masih bungkam bahkan pemimpin negeri Muslim masih sebatas retorika dan tetap bergandengan tangan dengan penjajah Zionis secara rahasia demi keuntungan semata. Tanpa rasa bersalah dan malu menjaga jarak dan pembatas demi kepentingan negera nya dan tuan nya yaitu Amerika Serikat. Sekat-sekat nasionalisme telah meruntuhkan akidah Islam, hati mereka membeku dan mereka seolah-olah tidak mendengar dan tidak melihat penderitaan warga Gaza. Saat ini Gaza berjuang sendiri, mati dalam kelaparan dan kehausan, di bombardir siapapun, kapan pun dan di mana pun. 

Dengan kondisi yang amat sangat sulit dan semakin sulit ini, tentu banyak nya bantuan materi belum cukup untuk mengakhiri penderitaan mereka. Palestina membutuhkan tentara-tentara kaum muslim untuk menolong mereka dari kebiadaban para Zionis yang telah merampas dan menjajah tanah Palestina. Kejahatan perang Israel harus dilawan dengan persatuan Umat Islam dalam jihad fii sabilillah. Sebab, Badan dunia sekelas PBB pun tidak ada daya hingga saat ini untuk menyelesaikan kejahatan perang Zionis. 

Urusan Palestina harus di selesaikan di tangan kaum Muslim itu sendiri. Bukan berharap pada PBB melalui two state solution. Melainkan dengan bersatunya umat Islam di bawah Sistem Khilafah yang dipimpin seorang Khalifah yang akan menggerakkan tentara militer kaum Muslim menyerukan Jihad hingga Palestina kembali ke pangkuan kekuasan Islam.
Kita harus menyadari persoalan Palestina tidak sekedar pembunuhan massal, tetapi terpecah belahnya umat akibat Nasionalisme yang menjadi agenda barat. Palestina membutuhkan pengiriman bala tentara militer Islam untuk mengusir Zionis penjajah dari tanah Palestina. Karena Zionis hanya akan dikalahkan dengan perang jihad fii sabilillah. Jihad hanya bisa diwujudkan dengan keberadaan Khilafah Islamiyah. Atas dasar tersebut, sangat penting untuk terus menggaungkan kebutuhan akan hadirnya khilafah untuk mewujudkan kewajiban jihad. Tidak ada solusi hakiki lainnya untuk membebaskan Palsstina dari cengkaraman penjajah Zionis kecuali jihad dan khilafah. Sebagaimana para pendahulu kita yaitu Khalifah Umar Bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi telah membebaskan Palestina dengan pasukan jihad di bawah naungan Khilafah Islam.

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Farida Marpaung
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update