Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lonely in the Crowd: Dampak Buruk Sosial Media dalam Sistem Sekuler Liberal

Rabu, 01 Oktober 2025 | 09:01 WIB Last Updated 2025-10-01T02:01:23Z

TintaSiyasi.id -- Perasaan seseorang yang terhubung ke sosial media, tidak lantas menghilangkan perasaan sepi. Mata boleh saja kenyang dengan konten yang tersedia di media sosial, tetapi hati dan pikiran seakan merasakan lapar yang tak berkesudahan.

Anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua sekalipun, begitu aktif berselancar di dunia maya tanpa mengenal waktu. Ada yang menunda-nunda pekerjaan rumah, ada yang rebahan di kasur seharian full, dan sebagainya, hanya demi terhubung ke media sosial.

Fenomena ini menarik perhatian mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY. Mereka melakukan riset berjudul Loneliness in the Crowd: Eksplorasi Literasi Media Digital pada Fenomena Kesepian di Tiktok melalui Konfigurasi Kajian Hiperrealitas Audiovisual.

Menurut teori hiperrealitas, representasi digital kerap dianggap lebih nyata dari pada realitas itu sendiri, sehingga emosi yang dibentuk media dapat mempengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang.

Dampak Ganas Industri Kapitalis

Gen Z disebut generasi yang paling merasa kesepian, insecure bahkan mengalami gangguan kesehatan mental, semua ini bukan sekedar persoalan kurangnya literasi digital dan manajemen penggunaan gawai semata.

Terdapat aspek raksasa yang begitu menggurita di negeri yang tegak berdasarkan azas pemisahan agama dari kehidupan, yakni industry Kapitalis. Industri ini telah membuat arus di media sosial menimbulkan banyak dampak buruk, salah satu diantaranya yakni sikap asosial.
Banyak dijumpai gen z yang sulit bergaul di dunia nyata. Bahkan, di tengah keluarga pun terasa jauh dan terkesan akward dikarenakan jarangnya terbangun komunikasi.

Sikap asosial dan perasaan kesepian akan berdampak buruk bagi seseorang dan merugikan umat. Terlebih bagi generasi muda yang sebenarnya punya potensi besar untuk menghasilkan karya-karya produktif. Dengan sibuknya generasi muda di media sosial, tentu akan membentuk generasi yang memiliki kepribadian lemah dan tak berdaya.

Adapun untuk mengurus persoalan umat, menjadi perkara yang tidak ada dalam list hidup mereka. Astaghfirullah. Apabila metode yang ditempuh untuk mengatasi kesepian dengan mengikuti alur yang di setting oleh industry Kapitalis, maka yang ada hanya pengikisan iman, waktu, dan kesehatan mental generasi muda. Naudzubillahimindzalik!

Pentingnya Peran Negara

Masyarakat harus menyadari bahwa pengaruh media social yang tidak dikelola dengan bijak, akan menjadikan banyak orang menjadi makin asosial dan merasa kesepain ditengah keramaian. Masyarakat harus menjadikan Islam sebagai identitas utama, sehingga tidak terus-menerus menjadi korban sistem sekuler liberal.

Islam mengajarkan bahwa orang yang dekat dengan Tuhannya, Allah SWT, tidak akan pernah merasakan kesepian. Baik dalam keadaan sendirian, maupun dikeramaian yang tak terbendung.
Jiwa seorang Muslim/Muslimah yang dibangun beradasarkan pondasi akidah yang kokoh, akan senantiasa terkoneksi dengan Rabbnya. Lebih dari itu, ia menyadari terdapat dua malaikat yang tak pernah lelah mengikuti kemanapun dirinya melangkah di bumi.

Jadi, tidak akan ditemui seseorang yang sepi ditengah keramaian, terlebih saat ingat firman Allah dalam Qur'an Surat Qaf ayat 16 yang artinya, "Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."

Berikutnya, negara memainkan perannya, agar generasi muda terbebas dari belenggu kesepian. Bukanlah perkara sulit bagi negara untuk membangun pikiran dan perasaan generasi muda yang kuat, semangat, dan penuh ambisi bervisi ukhrawi.

Dikarenakan negara memiliki semua elemen yang mendukung akan hal tersebut. Berikutnya, negara juga mampu mendorong masyarakat khususnya generasi muda agar tetap produktif dan berkontribusi dalam menyelesaikan problematika umat.

Kabar baiknya, hanya negara yang menerapkan syari’at Islam secara kaffah yang bisa mewujudkannya. Disebabkan, Khalifah dalam sistem Khilafah betul-betul menjalankan fungsinya sebagai raain/ pengurus umat. Wallahu a'lam bishshawab.[]


Oleh: Siska Ramadhani, S. Hum
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update