"Israel sudah belajar sekonyol
apa pun tindakan dia tidak akan ada yang bisa membalas. Memang kemarin sempat
dibalas begitu rupa oleh Iran, tetapi dia ngerti pemimpin negeri Muslim di
wilayah itu semua hanya berhenti pada retorika," ujarnya di kanal
YouTube UIY Official; di Bawah Payung Amerika, Qatar Tetap Dirudal, Ada Apa?,
Jumat (19/09/2025).
Lanjutnya, Mohammad bin Salman Al-Saud
(MBS) juga mengatakan bahwa Arab Saudi
akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membela Qatar. “Namun, sampai saat
ini tidak ada langkah jelas yang dilakukan MBS,” tegasnya.
"Tetapi kita lihat tidak ada
tindakan apa-apa, Qatar juga mengancam akan membalas enggak ada tindakan,"
keluhnya.
Ia memandang, Israel yakin
serangannya ke Qatar tidak akan menimbulkan serangan balasan negeri-negeri
Islam, terlebih infonya Israel sebelum meluncurkan rudal ke Qatar sudah
menginformasikan ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Artinya enggak ada soal dan
sasaran kena, kan? Meski bukan sasaran paling besar tetapi kena, tempatnya kena,
dan kemudian juga ada yang meninggal," ungkapnya.
UIY menjelaskan, serangan Israel ke
Qatar bermula dari sikap Qatar yang masih memberikan ruang yang cukup lebar
kepada kelompok perlawanan Palestina di Gaza, khususnya pada Hamas. “Diketahui
pimpinan Hamas banyak yang berada di Qatar, termasuk Syekh Qardhawi,” ulasnya.
"Dari semua negara teluk,
Qatarlah satu-satunya yang masih memberi ruang. Jadi dari sisi Israel dapat
dipahami kalau nekat menyerang Qatar,” tandasnya.
UIY menyebutkan catatan, “Pertama,
bagaimana dia bisa tahu di situ ada pertemuan. Itu menunjukkan inteligen Israel
itu memang luar biasa, sekaligus juga negeri Muslim itu begitu rapuhnya sampai
bisa ditembus oleh kekuatan inteligen semacam itu," jelasnya.
"Ini juga mengulangi tragedi
meninggalnya Ismael Haniyah. Itu kan di tempat yang menurut pemerintah Iran
sudah maksimum keamannya. Tempat tingkat keamanan sudah paling tinggi tetapi
kok bisa kena pas di tempat tidurnya, itu menunjukkan tadi ada hal yang
sama," pungkasnya.[] Taufan
