Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

UIY: Pemimpin Negeri Muslim Hanya Berhenti pada Retorika

Senin, 22 September 2025 | 21:15 WIB Last Updated 2025-09-22T14:21:15Z

TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menilai diamnya negeri-negeri Islam tanpa melakukan serangan balasan kepada Israel menunjukkan negeri Islam hanya bisa beretorika.

 

"Israel sudah belajar sekonyol apa pun tindakan dia tidak akan ada yang bisa membalas. Memang kemarin sempat dibalas begitu rupa oleh Iran, tetapi dia ngerti pemimpin negeri Muslim di wilayah itu semua hanya berhenti pada retorika," ujarnya di kanal YouTube UIY Official; di Bawah Payung Amerika, Qatar Tetap Dirudal, Ada Apa?, Jumat (19/09/2025).

 

Lanjutnya, Mohammad bin Salman Al-Saud (MBS) juga mengatakan  bahwa Arab Saudi akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membela Qatar. “Namun, sampai saat ini tidak ada langkah jelas yang dilakukan MBS,” tegasnya.

 

"Tetapi kita lihat tidak ada tindakan apa-apa, Qatar juga mengancam akan membalas enggak ada tindakan," keluhnya.

 

Ia memandang, Israel yakin serangannya ke Qatar tidak akan menimbulkan serangan balasan negeri-negeri Islam, terlebih infonya Israel sebelum meluncurkan rudal ke Qatar sudah menginformasikan ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

 

"Artinya enggak ada soal dan sasaran kena, kan? Meski bukan sasaran paling besar tetapi kena, tempatnya kena, dan kemudian juga ada yang meninggal," ungkapnya.

 

UIY menjelaskan, serangan Israel ke Qatar bermula dari sikap Qatar yang masih memberikan ruang yang cukup lebar kepada kelompok perlawanan Palestina di Gaza, khususnya pada Hamas. “Diketahui pimpinan Hamas banyak yang berada di Qatar, termasuk Syekh Qardhawi,” ulasnya.

 

"Dari semua negara teluk, Qatarlah satu-satunya yang masih memberi ruang. Jadi dari sisi Israel dapat dipahami kalau nekat menyerang Qatar,” tandasnya.

 

UIY menyebutkan catatan, “Pertama, bagaimana dia bisa tahu di situ ada pertemuan. Itu menunjukkan inteligen Israel itu memang luar biasa, sekaligus juga negeri Muslim itu begitu rapuhnya sampai bisa ditembus oleh kekuatan inteligen semacam itu," jelasnya.

 

"Ini juga mengulangi tragedi meninggalnya Ismael Haniyah. Itu kan di tempat yang menurut pemerintah Iran sudah maksimum keamannya. Tempat tingkat keamanan sudah paling tinggi tetapi kok bisa kena pas di tempat tidurnya, itu menunjukkan tadi ada hal yang sama," pungkasnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update